
Dikantin
Emely duduk berhadapan dengan Kevin dan dibatasi meja Kantin.
"Apa yang ingin kamu bicara kan?" Tanya Emely setelah Kevin selesai memesan makanan.
"Emely,aku minta maaf sudah membentak mu waktu itu,saat itu aku sedang.. " Ucap Kevin agak gugup.
" Tidak apa - apa, aku bisa mengerti,Paman Broto masuk rumah sakit,kau pasti jadi banyak pikiran." Sela emely.
"Jadi kau memaafkan ku?" Tanya Kevin.
"iya." Saut Emely tersenyum.
Kevin pun terdiam sejenak,ia menatap Emely,membuat Emely jadi malu karena Kevin menatap nya terus menerus.
"Emely,ada satu lagi yang ingin aku bicara kan."Kata Kevin lagi.
"Apa?"
"Aku tahu ini terlalu cepat dan tidak di waktu yang tepat,Tapi....,Apa kau mau menjadi pacar ku?" Tanya Kevin membuat Emely sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Aku tak mengerti kamu Kevin,Kita baru mengenal belum lama ini,bagaimana kau bisa menyatakan cinta pada ku secepat ini?" Tanya Emely heran.
"Apa ada alasan lain?" Lanjut Emely.
"Aku tahu ini terlalu cepat,dan mungkin saja belum ada Cinta di hati kita,tapi aku memilihmu,aku tidak ingin main - main,aku ingin menjadi kan mu pacar ku,dan setelah Papa keluar dari rumah sakit aku akan melamarmu menjadi istri ku." Jawab Kevin.
"Aku benar - benar tidak habis pikir,kau pasti bercanda,kau makan lah aku akan pergi."kata Emely yang akan beranjak dari duduk nya,namun di tahan Kevin.
"Emely,Aku serius..." Kata Kevin lagi.
"Hei,apa yang kau pikirkan?,Pernikahan itu bukan untuk coba - coba,Hubungan itu bukan untuk di permainkan." Kata Emely mulai kesal.
"Aku tidak bisa menerima mu.Maaf." Lanjut Emely sembari menghela nafas dengan kesal.
__ADS_1
"Emely aku Mohon,aku tidak akan mempermainkan hubungan ini,jangan menolak ku Emely,pikirkan lah sebentar." Kata Kevin.
Sejenak Emely menatap Kedua mata Kevin yang sedang memohon pada nya.ia benar - benar tidak bisa menebak apa yang sedang di pikirkan Kevin saat ini.
Menghela nafas " Baiklah aku akan pikir kan lagi." Jawab Emely dan kali ini ia benar - benar pergi meninggal kan Kantin dan meninggal kan Kevin yang masih menatap punggung wanita itu.
Saat Ke kamar Tempat Pak Broto di rawat,Emely pun masuk dan menyapa Orang tua jjesica.
"Hai Bibi,Paman." Sapa Emely tersenyum dan Pak broto tersenyum.
"Iya emely,kata nya kamu bersama Kevin ke kantin?" Tanya Bu Soraya.
"Iya Bi,Tapi aku balik ke sini duluan." Jawab Emely.
Sementara Endy yang sedari tadi menunggu Emely kembali tampak wajah nya masam dan Jesica melihat nya.
"Ada apa dengan mu?,apa kau cemburu?" Bisik jesica.
"Tidak."
"Tidak apa - apa." Jawab Endy mencoba tersenyum kecil.
Setelah bersantai di kamar itu mengobrol satu dengan yang lain nya,Kevin pun kembali ke kamar setelah makan malam di kantin,Saat memasuki kamar,Emely yang melihat Kevin masuk lansung menundukan kepala,Dan Kevin menyadari itu dan tidak memperdulikan.Sementara Pak Broto sudah tertidur pulas karena diberikan obat tidur oleh dokter agar istirahat yang cukup.
"Chelsea,pulang yuk!,sudah malam juga." ajak Emely.
"Iya boleh."
"Kalian pulang pake apa sayang?" Tanya Bu Soraya.
"Naik taxi Bi." Jawab Emely.
"Kalau gitu,Kevin...!Kamu saja yang antar mereka pulang,kasian sudah malam." Kata Bu Soraya.
"Iya Ma." Jawab Kevin.
__ADS_1
"Engak usah Bibi Soraya,kami bisa naik taxi saja." Kata emely Cepat.
"Tidak apa - apa Emely,Biar Kakak ku saja yang mengantar mu pulang." Timpal Jesica tersenyum.
"Baiklah,kalau begitu Emely dan Chelsea pamit dulu ya Bibi Soraya,Jesica.
"Iya,hati - hati nak."
"Kevin,jangan ngebut - ngebut."Kata Bu Soraya mengingatkan lagi.
"Iya Ma." Saut Kevin.
Sesampai di teras rumah sakit.
Chelsea mengajak Endy untuk membeli sesuatu.
"Endy,temani aku membeli lalapan dulu ya?,Apa boleh aku ikut motor mu?" Tanya Chelsea.
"Iya Boleh,Bagaimana dengan emely?"Tanyw Endy
"Biar kan dia pulang duluan Saja Dengan Kevin,Boleh ya Emely." Tanya Chelsea.
"Baik lah." Saut Emely.
.
.
.
.
Bersambung
Bantu like dan Vote nya ya.
__ADS_1
Terimakasih.