
Siang Hari
Emely dan Chelsea pun turun saat pelayan datang memanggil untuk makan siang.
Pak herlan tersenyum senang melihat Putri nya terlihat Cantik dengan Pakaian yang ia belikan.Emely terlihat sangat mirip dengan sosok Ibu nya,dan membuat Pak Herlan tersenyum senang bercampur sedih saat sosok Ibu Emely melintas di pikiran nya,karena ia teringat belum sempat membahagia kan Istri nya itu.
"Papa." Panggil emely dan duduk di kursi meja makan di samping Pam Herlan.
" Iya Nak,Ayo kita makan siang." ajak Pak Herlan.
"Iya Pa." Saut Emely.
"Astaga pelayan nya ramai sekali,Aku pikir pelayan nya hanya 6 orang." Gumam Emely saat melihat para pelayan berlalu lalang melayani mereka.
"Papa."
"Iya Nak. Ada apa?" saut Pak Herlan.
"Pelayan dirumah ini ada berapa orang?" Tanya Emely dengan berbisik karena malu jika didengar yang lain.
"15 orang Nak,sudah sama dengan 3 orang tukang kebun." Jawab pak Herlan dan membuat Emely semakin terkejut,orang yang dia pikir hanya ada 6 orang yang bekerja disini ternyata 16 tenyata ada 15 orang yang bekerja di rumah Ayah nya.
Emely tak bisa membayangkan hidup ayah nya,hanya sendiri di rumah sebesar ini dengan begitu banyak pelayan.
__ADS_1
•••
Selesai makan.
Emely berjalan - jalan di taman di halaman rumah,sementara Chelsea uring - uringan di kamar,ia teringat Pada Endy.
"Endy seperti nya suka pada Emely." Gumam Chelsea sembari mata nya menatap langit - langit kamar nya.
Chelsea lalu mengubah posisi nya menjadi duduk,ia mengacak rambut nya sendiri,ia merasa sangat tidak nyaman saat tahu Endy menyukai Emely.
"Apa aku jatuh cinta pada nya?,Tidak - tidak mungkin,kita hanya teman,lagian dia menyukai Emely,mana mungkin dia menyukai ku.Astaga...kau ini Chel,apa yang kau pikirkan" Kata Chelsea berbicara sendiri,ia merasa kan kalau ia menyukai Endy.
Sementara ditaman.
"Kevin kenapa disini?,Astaga apa dia akan terus datang dan mencari ku terus." Gumam Emely cemberut.
Kevin pun turun dari mobil,Ia sempat melihat Emely ada di taman,namun ia mengalihkan pandangan nya dan melangkah kan kaki ke dalam rumah Ayah Emely.
"Dia menyueki ku?,jadi dia bukan datang mencari ku.bagus lah,aku selalu gugup saat dekat - dekat dengan dia." Gumam Emely dan kembali menikmati udara sore di taman yang begitu luas di halaman rumah ayah nya.
"Pak herlan." Sapa Kevin saat masuk.
"Eh Kevin,kau sudah datang,ayo duduk lah disini." Ajak Pak Herlan dan Kevin pun mengiyakan,ia duduk di sofa.
__ADS_1
Pak Herlan sengaja menyuruh Kevin datang untuk membicarakan soal pertunangan dan pernikahan yang akan di gelar.
"Jadi menurut kau,apa bagus konsep nya seperti ini?" Tanya Pak Herlan sembari menunjukan sebuah Tab dengan gambaran Konsep acara.
"Iya Pak,saya ikut saja bagaimana bagus nya."Jawab Kevin dan Pak Herlan pun mengangguk.
"Sebenar nya ada hal lain yang ingin saya bicara Kevin." kata Pak Herlan dan menaruh Tab nya di atas meja.
"Iya,silakan Pak,Katakan saja." Jawab Kevin.
"Begini Kevin,aku dan putri saya baru bertemu setelah belasan tahun kami tidak bertemu,dan rumah ini hanya ada saya dan para pelayan yang tinggal,maksud saya,Saya ingin kamu dan Emely setelah menikah tinggal disini.Bagaimana?,Apa kau mau?" Tanya Pak Herlan menjelaskan tujuan lain ia meminta Kevin datang selain membahas Konsep Acara.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1