Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
79 - Menemukan Emely.


__ADS_3

Kevin dan Bobi menuju ke sebuah desa yang di beri tahu oleh si penelepon.


"Kau nyakin Emely ada disini?." Tanya Bobi.


"Kata penelepon itu dia ada disini,mungkin saja itu benar." Jawab Kevin.


"Tapi kau tidak bisa muda saja percaya kabar ini,kita harus mengajak polisi,mungkin saja ini jebakan seseorang untuk merampok kita,desa itu sangat jauh dan dalam,apa Emely mungkin sampai disana." Ucap Bobi.


"Aku nyakin Emely ada disana."Ucap Kevin.


Bobi pun hanya bisa pasrah dan berharap ini bukan jebakan seseorang.


Sesampai di desa itu,hari pun sudah sore,rindang nya hutan dan jarang nya perumahan menuju ke desa itu membuat Suasana terlihat mencekam.


Bobi terlihat was - was dan mata nya terus melihat ke sekitaran nya. untuk memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.


Tiba lah Kevin dan Bobi di desa itu,mulai terlihat ada rumah - rumah warga walau pun jarang - jarang.


Kevin turun dari mobil saat melihat ibu - ibu sedang mengobrol depan rumah.


"Tunggu sebentar." Kata Kevin dan turun dari mobil.


"Kemana lagi anak itu." Ucap Bobi.


Setelah beberapa saat.


"Kau turun untuk apa?." Tanya Bobi saat Kevin kembali masuk ke dalam mobil.


"Menanya kan alamat."Jawab Kevin dan kembali menjalan kan mobil nya.


Sampailah Kevin di sebuah rumah kayu dan segera turun bersama Bobi.

__ADS_1


Mereka di sambut oleh seorang Pria tua dan cucu perempuan mereka yang menghubungi Kevin tadi.


"Nak Kevin ya?." Tanya Bapak itu.


"Iya Pak,saya Kevin suami Emely,apa benar ada istri saya disini?." Tanya Kevin.


"Iya,kami menemukan nya di hutan kemarin dengan banyak darah di tubuh nya,dia di tembak seseorang dan kamu sudah mengobati nya dengan obat herbal. Ayo masuk." Ajak Bapak Tua itu.


Kevin pun masuk bersama Bobi dan benar saja,ia melihat Emely sedang terbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.


"Emely ." Kevin menghampiri dan memeluk istri nya.


"Dia belum sadarkan diri sejak semalam,Kami tidak membawa nya ke rumah sakit,karena tidak ada biaya,kami juga tidak menemukan identitas apa pun pada wanita ini,kami hanya orang miskin,maafkan saya tidak bisa berbuat apa - apa." Kata Bapak itu.


"Iya Tuan,kami pun kebetulan di beri tahu tetangga yang datang dari kota,mereka melihat memberi kami lihat brosur orang hilang dan kami meminjam ponsel tetangga untuk menghubungi anda." Jawab Sang cucu Kakek.


"Tidak apa,saya sangat berterimakasih sudah menghubungi saya." Jawab Kevin.


"Ayo Kevin kita bawa Emely kerumah sakit." kata Bobi dan Kevin pun mengangguk.


Bobi pun sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil untuk menyetir,sementara Kevin mengeluarkan beberapa lembar uang untuk sang kakek. Namun Kakek dan Cucu nya menolak karena menolong dengan Ikhlas.yang terpenting Emely bisa menemukan keluarga nya dan di bawa kerumah sakit.


"Terimakasih Pak,kebaikan kalian tidak akan saya lupa,kalau begitu saya pamit dulu." Kata Kevin dan menaruh kembali dompet di saku nya.


"Baik Lah nak Kevin,hati - hati di jalan." Kata Sang Kakek.


Kevin masuk ke dalam mobil dan memeluk Emely yang tidak sadarkan diri,ia memeluk dan mencium kepala Emely berkali - kali,ada rasa senang ia menemukan Emely dan juga rasa sedih melihat kondisi Emely sekarang ini.


"Maafkan aku sayang,bertahan la,kita akan segera kerumah sakit." Kata Kevin dan air mata nya pun mengalir di pipi nya tanpa ia sadari.


"Sialan,siapa yang bisa - bisa nya melakukan ini pada Emely." Ucap Bobi kesal sambil menyetir.

__ADS_1


"Tak akan ku maaf kan orang yang melakukan ini pada Emely." Ucap Kevin.


.


.


.


Sesampai di rumah sakit,dokter memeriksa Emely yang masih juga tidak sadarkan diri. dokter pun mengobati luka tembakan.


"Kau harus menghubungi Pak Herlan Vin." Kata Bobi saat di luar menunggu Dokter memeriksa Emely.


"Jangan,Aku masih mencurigai supir itu,Kita tunggu sampai Emely sadar dan kita tanya siapa yang sudah mencelakainya. pak Herlan juga akan semakin sedih kalau mengetahui keadaan Emely saat ini." Jawab Kevin.


"Iya Betul juga,aku setuju dengan mu." Saut Bobi.


Dokter pun keluar dan segera menghampiri Kevin yang beranjak berdiri saat melihat dokter menghampiri nya.


Dokter memberitahu kalau Emely kehilangan banyak darah akibat luka tembakan dan Kini keadaan Emely sedang Koma. dokter tidak bisa memastikan kapan Emely akan sadar,kabar yang paling membuat Kevin semakin terkejut saat dokter mengatakan kalau Emely sedang hamil 4Minggu,tapi janin dalam kandungan Emely masih bisa bertahan.


Kevin yang mendengar terlihat sangat terluka,ia terduduk di kursi dan menangis,ia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Emely merasa kekecewaan dan merasa kesakitan seperti ini,ia juga membuat calon bayi mereka dalam bahaya.


Bobi yang mendengar penjelasan dokter juga sangat terkejut,ia menepuk pundak Kevin,mencoba menyabarkan sahabat nya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2