
"Tidak akan ada pernikahan selamanya dengan keluarga itu"
Lita benar-benar berada pada puncak emosinya. Tak satupun bisa menenangkan. Ya tepatnya Lita kesetanan.
"Ma, tenang dulu"
"Tidak Pa. Ini keputusan final"
"Tapi, bagaimana dengan Andini. Apa mama sudah memikirkannya?"
"Diam..."
Suasana ruang tamu itu mencekam. Hanya dengan sekali usiran kedua tamu tadi beranjak meninggalkan rumah mewah abu-abu itu.
"Mama egois"
Andini terisak.
"Ini semua karna kecerobohan kamu Andini. Bagaimana mungkin kamu menjalin hubungan dengan keluarga brengs**k itu."
"Lalu siapa yang akan menjadi ayah bayi ini ma? Siapa?"
Andini setengah berteriak. Hari itu benar-benar kacau. Entah setan apa yang merasuki Lita hingga ia tak terkendali.
"Aku akan mencarikan ayah untuk bayi itu. Sekarang masuk!!!"
"Tapi ma?"
"Tidak ada bantahan Andini"
"Ma, Andini mencintai Arya, bukan yang lain"
"Silahkan cintai siapapun didunia ini, tapi tidak dengan keluarga itu."
"Ma, apa salah mereka. Bahkan mama tak sedikitpun memberi penjelasan"
"Diam Andini, masuk!!"
__ADS_1
Doni dilanda kebimbangan menyaksikan adu mulut antara keduanya. Bahkan ia sendiri tak tahu menahu terkait Satya. Siapa sebenarnya Satya? Apa mungkin...?
"Ma, mama harus memikirkan lagi keputusan mama. Kasihan Andini"
"Aku tak memintamu berbicara Pa. Kalau kalian tak suka keputusanku, silahkan keluar dari rumah ini. Keluar!!!!!"
"Ma...."
Doni meraih tubuh Lita yang gemetar menahan emosi. Dipeluknya erat. Hingga akhirnya Lita menyerah. Air mata mengalir deras tanda kekalahan dalam hatinya menyeruak keluar.
Andini? Tentu saja dengan sejuta beban dihatinya berlari menaiki anak tangga menuju kamar kesayangannya. Air matanya tak kalah hebat dengan Lita. Tapi ini air mata kekecewaan, kegundahan yang dalam, pertama kali ia rasakan.
Tuhan, akankah bayi ini terlahir tanpa ayah? Andini tak habis pikir dengan keegoisan Mama Lita.
Doni panik. Lita terkulai lemas dipelukannya.
"Ma.. Mama... Sadar ma"
***
"Pak Doni, Dokter meminta anda keruangannya"
Doni mengikuti perawat tersebut keruang kerja Dokter Fadil.
"Selamat siang Pak Doni, silahkan duduk"
"Terimakasih dok. Bagaimana istri saya?"
"Ohhh.. beliau baik-baik saja. Hanya saja tampaknya beliau terlalu stress. Bisa bapak ceritakan apa sebenarnya yang terjadi?"
Dokter Fadil merupakan dokter yang selalu menangani keluarga Lita. Jauh sebelum Lita berkeluarga. Hingga ia tahu betul riwayat penyakit Lita.
Donipun dengan gamblang menceritakan semua yang terjadi dirumah sebelumnya. Dokter Fadil dengan tenang mendengarkan.
"Apa bapak tidak tahu sebelumnya kalau Lita tidak boleh stress berlebih?"
"Saya tau Pak, tapi kejadian ini diluar kendali saya"
__ADS_1
"Hmmm baiklah. Kejadian yang bapak ceritakan memicu trauma psikis pada pasien. Saya tau betul bagaimana riwayat Lita sebelumnya."
"Sekarang kita harus menjaga kondisi pasien agar stabil Pak. Agar ia segera pulih. Trauma berat butuh suport sistem yang kuat untuk menghadapinya"
"Baik Pak"
"Saya resepkan beberapa obat, mohon bapak pastikan pasien meminumnya."
"Baik Pak, saya permisi"
Doni keluar ruangan dengan langkah gontai. Ahhhh tak dapat dibayangkan jika Lita tak mampu ia tenangkan dirumah sebelumnya.
Trauma mendalam terhadap masa lalu itulah tepatnya yang diderita Lita. Istri tercintanya. Bahkan bertahun lamanya Lita harus berurusan dengan psikiater memulihkan emosinya.
Ya, Doni yakin Satya adalah laki-laki petaka yang sudah merusak segalanya dikehidupan Lita sebelumnya. Ahhh bagaimana mungkin lelaki itu masih sehat bugar setelah apa yang dilakukannya dengan Lita dulu.
Ketika pernikahanmu tinggal menunggu satu hembusan nafas, namun mempelai lelakimu pergi tak berjejak. Bukankah mati ada solusi terbaik untukmu jika demikian?
Ya, wanita malang itulah Lita.
Kepedihan tiada tara itu harus bermahkotakan kain hitam. Ibundanya terkena serangan jantung ulah Satya yang kabur dihari pernikahan.
Pesta pernikahan hari itu berubah menjadi pemakaman dengan ratusan tamu. Jangan tanya kemana Satya. Ia bahkan menghilang bak ditelan bumi.
***
"Arya benci Papa"
"Tolong dengarkan dulu penjelasan Papa, Nak"
"Penjelasan itu takkan merubah segalanya Pa"
Kekecewaan Arya pada Satya teramat dalam. Kekanakannya tak menginginkan penjelasan apapun dari Satya. Pernikahan yang diimpikannya dengan Andini hancur, hanya karena masa lalu Satya.
Arya pergi entah kemana. Bahkan Satya tak mampu mendapatkan jejaknya.
Membawa jauh masalah tidaklah membantunya menemukan solusi. Ia hanya akan memicu masalah baru dikemudian hari.
__ADS_1
Benar adanya.