
Perjalanan ke Toko tempat Emely bekerja tidak ada percakapan antara kedua nya.
Emely tampak melamun menatap keluar jendela.Saat Mobil Kevin berhenti Emely maish tidak menyadari nya.
"Emely." Panggil Kevin seraya menyentuh pundak Emely untuk menyadarkan Emely dari lamunan.
"Eh iya.Ada apa?" Saut Emely saat tersadar dan menoleh ke arah Kevin.
"Sudah sampai." Kata Kevin tersenyum.
"Oh iya,Aku turun dulu,Terimakasih sudah mengantar ku." Kata Emely.
"Hati - hati turun nya." Kata Kevin.
"Iya,kau juga hati - hati." Balas Emely.
Saat mobil Kevin berlalu pergi,Endy yang melihat Emely datang bersama Kevin seketika tidak senang.Ia pun segera menghampiri Emely.
"Emely,kenapa kau datang dengan dia?" Tanya Endy.
"Kenapa emang nya?"
"Tidak,Aku hanya bertanya,jangan mudah percaya sama Pria kaya Emely,mereka belum tentu baik." Kata Endy mempengaruhi Emely agar tidak dekat dengan Kevin.
"Oh begitu ya,baik lah aku masuk dulu." Saut Emely yang sedang tidak ingin membahas apa pun dengan siapa pun.
•••
Siang harinya.
Kevin baru kembali dari kantor,ia akan mengambil berkas nya di rumah nya yang ketinggalan sembari makan siang.
__ADS_1
"Ma." Sapa Kevin saat memasuki rumah dan melihat ibu nya sedang duduk di depan meja makan.
"Kamu pulang nak,ayo makan siang dulu,ada sesuatu yang ingin Mama tanya kan." Kata Bu Soraya.
"Iya ma,aku ambil berkas dulu di ruangan kerja ku." Saut Kevin seraya berjalan ke arah lain.
Beberapa saat ia kembali.
Kevin pun duduk di kursi meja makan bersama Ibu nya.dan segera pelayan di rumah Kevin mengambil kan makanan ke piring majikan nya untuk di nikmati.
"Mama mau Ngomong apa?,Papa mana Ma?" Tanya Kevin.
"Papa sedanh istirahat di kamar." Jawab Bu soraya.
"Nak,mama ingin bertanya tentang Emely,mama baru memikirkan nya tadi malam,bukan kah Kau baru saja mengenal Emely?,Bagaimana secepat itu kamu sudah mencintai nya dan akan melamar nya?" Tanya Bu soraya dengan hati - hati.
"Soal itu Kevin susah menjelaskan nya,Tapi Kevin mempunyai alasan untuk semua yang Kevin lakukan." Jawab Kevin membuat bu Soraya makin penasaran dengan apa maksud putra nya.
"Sudah lah ma,aku harus kembali ke kantor,sebentar lagi ada Meeting.Bye Ma." Pamit Kevin.
Bu Soraya tampak mengeleng - geleng kan kepala karena putra nya tidak menjawab dengan jelas pertanyaan nya.
•••
Kantor Wijaya
Kevin masuk ke ruangan kerja nya dengan wajah yang tampak menunjukan suasana hati tidak baik.
Bobi yang melihat wajah sahabat nya itu tampak kusam saat lewat menuju ke ruangan nya,Bobi pun menghampiri Kevin dan masuk ke ruangan nya.
"Kevin ada apa?,Kenapa wajah mu tampak sedang tidak baik?." Tanya Bobi.
__ADS_1
"Tidak apa - apa,aku hanya binggung dengan orang tua ku,disaat aku sedang tidak memiliki kekasih,aku di ingatkan terus untuk segera menikah."Kata Kevin sembari memijit dahi nya.
"Lalu?"
"Disaat aku sudah memiliki Calon,aku juga harus menceritakan alasan membuat aku jadi binggung harus menjawab apa." Tutur Kevin.
"Apa?,Kau sudah memiliki calon nya?,Siapa?,kau tidak pernah terlihat jalan dengan wanita lain,bagaimana bisa?" Tanya Bobi yang di buat penasaran oleh Kevin.
"Kau sama saja,banyak bertanya,keluar lah, aku sedang tidak ingin di ganggu." Kata Kevin sembari mendorong Bobi keluar dari ruangan nya.
"Hei,beritahu dulu siapa wanita nya?" kata Bobi.
"Nanti kau juga akan tahu." Balas Kevin dan segera mengunci pintu ruangan nya setelah bobi sampai di luar pintu.
Entah apa yang membuat Kevin seperti menjadi risau saat di lontar kan berbagai pertanyaan soal hubungan asmara nya saat ini.
Sementara di tempat lain.
Emely juga merasa sedang tidak bersemangat bekerja,namun ia tetap harus Profesional.
Ia tetap harus mengantar bunga pesanan pelanggan,meski ia sedang tidak bergairah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung