
"Amelia." Panggil Pak Herlan pada Amelia yang berjalan di belakang nya.
"Iya Pak."Saut Amelia yang masih tidak berani mengangkat kepala.
"Ini putri saya Emely dan Ini Chelsea,mulai minggu depan Mereka akan bekerja di sini,kamu harus membantu mereka agar mereka bisa segera siap menggantikan ku." Jelas Pak Herlan.
"Ba - baik pak."
"Nak,ini amelia sekertaris Papa,kalau ada apa - apa kalian bisa bertanya pada nya." Kata Pak Herlan lagi pada Enely dan Chelsea.
"Iya Paman."
"Iya Pa." Saut Emely tersenyum menatap Amelia yang sedari tadi tertunduk.
Emely mengeleng - gelengkan pelan kepala ketika mengingat betapa angkuh nya sekertaris ayah nya tadi.tapi Emely tidak ingin terlalu mengungkit nya,karena merasa kasian jika dia sampai dipecat oleh ayah nya.
Emely lalu mengandeng tangan ayah nya dan mengajak kembali berjalan melihat - lihat kantor yang sebentar lagi akan menjadi tempat nya bekerja.
1Jam Kemudian.
Pak Herlan mengumpul kan semua karyawan di perusahaan nya dan memperkenalkan Emely sebagai putri nya.
Semua Karyawan tak menyangka,Pak Herlan yang biasa nya hanya terlihat sendiri,dan sudah di cap sebatang kara setelah kematian Kakek Emely mempunyai seorang putri.
Setelah memperkenalkan putri nya,Para Karyawan pun di bubar kan untuk kembali bekerja.
"Kalian jalan - jalan lah dulu,Papa tinggal dulu ya,Papa hari ini ada Rapat." Kata Pak Herlan.
"Iya Pa."
"Baik Paman." Saut Chelsea dan Jesica berbarengan.
__ADS_1
"Maaf Kevin,saya harus pergi dulu." kata Pak Herlan lagi ke Kevin,sembari menepuk pundak pria yang berumur 26 Tahun itu.
"Tidak masalah Pak." Saut kevin tersenyum.
Pak Herlan lalu berjalan meninggal putri nya dan yang lain nya di taman belakang kantor di ikuti Amelia yang sedari tadi tertunduk.
"Ada apa dengan Wanita itu,menunduk terus seperti tidak punya muka saja." Kata Jesica tertawa.
"Haha.ada - ada saja kamu Jes." Saut Chelsea.
"Aku haus sekali dari tadi jalan - jalan." Kata Jesica.
"Ayo kita cari minum."
"Baiklah,Emely,Aku dan Chelsea mau ke kantin membeli minum,kau tunggu sebentar disini." Kata Jesica.
"Aku ikut." Saut Emely cepat karena tidak ingin di tinggal berdua dengan Kevin.
"Kakak,jaga Emely,jangan biarkan Orang lain menganggu nya lagi." lanjut Jesica.
"Hm."
Chelsea dan jesica pun berjalan ke arah Kantin dan meninggal kan Emely berdua dengan Kevin. Emely tampak diam dan binggung harus berbicara apa dengan Kevin.
Suasana yang tadi nya ramai karena candaan sahabat Emely,sejenak menjadi sepi dan membuat Emely jadi merasa gugup.
"Emely." Panggil Kevin memecah suasana dingin ini.
"Iya."
"Kalau boleh tahu siapa yang menganggu mu tadi?" Tanya Kevin yang sedari tadi sudah penasaran.
__ADS_1
"Orang yang sudah tidak disini,dan aku sudah memaafkan nya,jadi tidak perlu di bahas lagi." Jawab Emely tersenyum tipis menatap ke arah depan menikmati suasana halaman belakang kantor yang sejuk karena banyak perpohonan.
Kevin pun tak lagi bertanya, karena Emely pun tidak ingin memberi tahu siapa yang menganggu nya tadi.
Saat Chelsea dan Jesica kembali dari kantin,Kevin pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Aku harus pergi dulu." Kata Kevin.
"Mau kemana?" Tanya Emely.
"Ke kantor."
"Baik lah,hati - hati di jalan." jawab Emely,Chelsea dan Jeisca tampak tersenyum melihat keduanya yang saling bertatapan.
Kevin pun mengangguk dan berjalan meninggal kan Emely dan Kedua sahabat nya.
"Hm hm,Udah kali liatin nya,orang nya sudah pergi." goda Jesica yang melihat emely menatap punggung kevin yang berjalan pergi.
"Apaan Si Jes."
"Gak apa - apa kali,jangan malu - malu gitu." Goda Jesica lagi dan membuat Chelsea geleng - geleng kepala tersenyum melihat jesica yang menggoda Emely hingga tersipu malu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung