
sore hari.
Emely terbangun dan dengan cepat turun dari tempat tidur. sementara Kevin masih tertidur pulas dan tubuhnya ditutupi selimut.
Emely berendam di bathtub, sembari melamun.
"bagaimana kalau aku hamil, aku bahkan belum tahu seperti apa hati Kevin padaku." Gumam Emely dalam lamunannya.
Tok
Tok
Tok
"Emely." Terdengar suara ketukan pintu di sertai panggilan Kevin.
"Iya ada apa?." Saut Emely.
"Apa kau baik - baik saja,kenapa lama?." Tanya Kevin.
Emely pun melihat ponsel nya yang ia bawa dan melihat sudah 1 jam ia berendam,Bahkan tangan nya sudah keriput karena terendam begitu lama.
"Iya,iya aku bentar lagi keluar." Saut Emely sembari membilas diri.
Saat Emely keluar,Kevin duduk sembari menonton tv dan hanya handuk yang melingkari pinggang nya.
"Kenapa lama?,Apa kau melamuni ku?."Goda Kevin dengan senyuman genit nya,Emely hanya membalas dengan senyuman tipis.
Keesokan hari nya.
Saat Emely membuka Mata ia melihat Kevin sedang menatap nya sembari berbaring miring saling berhadapan.
__ADS_1
"Selamat pagi." Sapa Kevin membuat Emely merasa agak sungkan,setelah hampir 2 Minggu menikah,Kevin bahkan tidak pernah mengatakan itu dan pagi ini ia menyambut nya saat terbangun dengan tatapan senyuman dan sapaan selamat pagi.
"Pagi." Saut Emely ragu - ragu.
"Kau awal sekali sudah bangun." Kata Emely,karena biasa nya Emely yang duluan bangun. sekarang Kevin bahkan sudah mandi.
"Iya,aku tak ingin melewatkan pagi ini,untuk melihat wajah kamu yang cantik saat bangun tidur." Kata Kevin.
"Kau ternyata bisa mengombal ya." Saut Emely tersenyum menahan tawa.
Kevin lalu mencium kening Emely,lalu ia pun turun dari tempat tidur dengan tersenyum lebar.
"Aku akan keruangan kerja ku,kamu nanti sarapan lah lebih dulu." Kata Kevin dan Emely pun mengiyakan.
Kevin lalu berjalan menuju pintu keluar,Emely masih terdiam sembari duduk di tempat tidur menatap punggung pria yang mulai bersikap perhatian dan sayang pada nya.
Meski pun ini tampak berbeda dan aneh bagi Emely, tapi Emely merasa senang.
Emely sedang sarapan dengan Pak Herlan dan Chelsea yang akan berangkat ke kantor.
"Nak, mana Kevin?." Tanya Pak Herlan.
"Iya tumben sendiri." Lanjut Chelsea.
"Dia sedang di ruangan kerja nya,kata nya ada kerjaan yang harus di selesaikan." Jawab Emely.
"Oh begitu. Iya biarkan saja,dia sudah beberapa hari tidak ke kantor,pasti dia sangat sibuk." Jawab pak Herlan.
Saat sedang menikmati sarapan,Emely melihat ke kursi yang biasa di duduki Kevin,dan ia merasa ada yang berbeda saat tidak ada Kevin di sebelah nya,Emely pun teringat Kevin yang belum sarapan.
"Mba,tolong siapkan 1 sarapan untuk Suamiku,aku akan mengantar nya." Kata Emely pada salah satu pelayan.
__ADS_1
"Baik Nona." Saut Sang pelayan.
Chelsea yang melihat Emely yang begitu perduli pada suami nya pun ikut senang,harapan Chelsea hanya ingin Emely bahagia bersama suami nya.
Selesai sarapan Pak Herlan pun berangkat ke kantor bersama Chelsea.
Sementara Emely yang sudah mengantar Ayah dan Sahabat nya itu kembali ke dalam dan segera mengantar sarapan untuk suami nya.
Saat Emely berdiri di depan ruangan kerja Kevin yang pintu nya terbuka lebar ,ia melihat suami nya sedang melihat ke layar Laptop nya.
"Kevin,ini sarapan mu,makan lah dulu agr tidak masuk angin." Kata Emely.
"Terimakasih perhatian nya,kau memang wanita yang cantik dan baik." Saut Kevin tersenyum.
"Tidak usah menggombali ku. ini makan lah sarapan mu." Kata Emely sembari menaruh di atas meja dan membalikan tubuh untuk keluar.
Kevin tersenyum menatap menatap punggung wanita yang masih malu - malu menunjukkan perhatian pad dirinya.
Kevin pun segera menyantap makanan nya, setelah Emely meninggalkan ruangan nya.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1