
Kevin yang akan masuk ke kamar nya,mendengar percakapan Emely dan Chelsea.
"Apa aku sudah salah bersikap seperti ini pad Emely,hanya karena alasan ini." Gumam Kevin lalu berjalan meninggal kan kamar nya dan masuk keruangan kerja nya.
Menjelang sore.
Emely sedang bersiap dengan Kevin akan berangkat ke rumah orang tua Kevin.
Sementara pak Herlan tidak ikut karena sedang ke rumah sahabat nya di luar kota.
"Kevin,apa kita perlu membawa baju ganti?." Tanya Emely.
" Tidak usah,kita tidak menginap." Saut Kevin.
Saat masuk ke dalam mobil, Kevin memasang sabuk pengaman nya,sementara
Emely yang sudah duduk dan menutup pintu sedang sibuk mengecek tas nya,untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan di tas nya.
Kevin yang menoleh melihat Emely masih belum memasang sabuk pengaman pun memiringkan tubuh nya mendekati Emely,untuk memasang kan sabuk pengaman Emely.
Adegan saling tatapan pun terjadi di antara kedua nya.
Jantung Emely berdetak kencang,begitu juga dengan detak jantung Kevin.
"Terimakasih." Kata Emely dengan pelan dan perlahan saat masih bertatapan dengan Kevin.
Lekas Kevin mengalihkan tatapan nya ke posisi nya dan menjalankan mobil nya ke rumah orang tua nya.
Dalam perjalanan.
Kevin melirik Emely yang terdiam sembari memandangi luar jendela.
Kevin lalu meraih tangan Kevin yanh terpangku di pangku Emily.
__ADS_1
Tangan Kevin yang menggenggam tangannya secara tiba-tiba membuat Emely sedikit terkejut,ia menoleh ke arah Kevin yang memandangi jalan sembari menyetir,Emely tidak bisa berkata apa-apa dan hanya terdiam ketika Kevin menggenggam tangannya dengan lembut.
"Ada apa dengan nya?"Gumam Emely,Emely merasakan, jantung nya berdetak lebih kencang dari sebelum nya saat ia bertatapan dengan Kevin.
setelah seminggu menikah,Kevin bahkan tidak pernah menyentuhnya apalagi menyentuh tangannya dan sekarang Kevin tiba-tiba menyentuh tangannya membuat sebuah kejutan kecil bagi Emely.
sepanjang perjalanan menuju ke rumah orang tua Kevin, Kevin tidak melepaskan genggaman tangannya dari genggaman tangan Emely,bahkan saat ia harus mengubah posisi tuas persneling mobil nya ia pun tetap memegang tangan Emely.
"Kevin apa kau baik - baik saja?." Tanya Emely.
"Ada apa emang nya?,Apa aku tidak boleh memegang tangan istri ku sendiri." Jawab Kevin.
"Bukan,bukan seperti itu." Saut Emely.
Kevin pun hanya terdiam dan tersenyum kecil.
Sesampai di halaman rumah Orang tua Kevin, Kevin pun melepaskan genggaman tangan nya karena mereka akan turun.
"Emely." Kata Jesica dan memeluk sahabat nya.
"Jes,aku merindukan mu,kau kenaps tidak main kerumah." Kata Emely.
"Aku juga Emely,aku masih sibuk ada sesuatu yang ku urus,ayo masuk." Ajak Jesica.
Emely pun masuk ke dalam bersama Jesica, sebelum berjalan masuk,Emely melihat ke arah Kevin yang ternyata sejak tadi menatap Emely.
Kevin pun ikut masuk dan berjalan di belakang adik dan istri nya.
"Papa,Mama." Sapa Emely dan mencium tangan Orang Tua Kevin dan Jesica sahabat nya.
"Kalian sudah datang,Ayo kita makan, kebetulan makanan sudah siap." Ajak Bu Soraya.
"Emely mana Papa mu Nak, kenapa tidak datang?." Tanya Pak Broto.
__ADS_1
"Papa sedang di luar kota Pa." Jawab Emely.
"Oh begitu ya,ayo - ayo masak." kata Pak Broto.
Emely terlihat masih malu - malu karena ia datang untuk pertama kali nya dengan status sebagai menantu di rumah ini.
Kevin tiba - tiba mengambil kan sayuran untuk Emely.
"Makan banyak sayur,biar lebih sehat." Kata Kevin.
"Terimakasih." Jawab Emely pelan.
Jesica dan kedua orang tua nya terlihat senyum - senyum melihat Kevin yang perhatian pada istri nya.
"Emely,Kevin, menginap lah di rumah ini beberapa hari."Kata Bu Soraya.
"Tidak bisa Ma,kami akan ke Paris Minggu ini,kami harus bersiap - siap." Kata Kevin.
"Apa kalian akan berbulan madu disana?." Tanya Jesica antusias.
"Iya." Jawab Kevin.
"Kenapa dia harus berbohong untuk menolak menginap di sini." Gumam Emely.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1