Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
33 - Akan Melamarmu


__ADS_3

Didalam mobil


Emely tampak cemberut,sembari ekor mata nya menata0 ke arah luar jendela.


"Kenapa diam saja?" Tanya Kevin yang melihat Emely tampak kesal.


"Bisa kah kau beri aku sedikit kebebasan sedikit? ,kita baru pacaran,tapi kau datang menjemput dan mengantar ku pulang,kau juga sangat memaksa." Jelas Emely dengan nada menahan kesal.


"Bukan kah sudah seharus nya kita harus lrbih dekat dan sering bertemu,baru akan terjalin hubungan yang baik antara kita." Ucap Kevin tersenyum tipis.


"Kau terlalu berlebihan." Ucap Emely.


"Jangan terlalu banyak mengeluh,aku sekarang pacar mu dan juga calon suami suami mu,sudah seharus nya aku menjaga mu,aku juga ingin mendapatkan hati Ayah mu." Ucap Kevin lagi.


"Sejak kapan kau akan menjadi calon suami ku.aku bahkan belum mengatakan kalau aku mau menikah dengan mu." Saut Emely dengan wajah yang tidak senang.


"Kau ini...." Balas Kevin dan tak lagi banyak bicara..


Sesampai di halaman rumah nya.Emely segera turun dari mobil.


"Terimakasih sudah mengantar ku pulang,besok kau tidak perlu lagi seperti ini." Ucap Emely sebelum ia turun.


"Apa kau tidak ingin mengajak ku minum dulu." Tanya Kevin.


"Tidak."


"Tapi aku haus."


Emely lalu membuang nafas saat mendengar jawaban Kevin,sejenak menatap kevin dengan wajah Cemberut dan tatapan penuh Selidik,karena menganggap Kevin hanya beralasan,lalu ia membuka pintu mobil nya dan segera turun.


"Kenapa masih diam saja,kata nya haus." Kata Emely dan Kevin pun tersenyum dan segera membuka sabuk pengaman nya dan turun dari mobil,lalu berjalan mengikuti langkah Emely memasuki Rumah.


"Duduk lah dulu,aku akan membuatkan mu Minun." Ucap Emely sembari menunjuk ke arah ruang tamu.


"Terimakasih." Saut Kevin dan berjalan ke ruang tamu.

__ADS_1


Saat Emely kembali dari dapur,dengan sebuah jus Jeruk di tangan nya,ia melihat Ayah nya baru pulang dari kantor dan lansung berjalan ke arah ruang tamu.


Emely pun mengurungkan niat nya untuk memberi kan Kevin minum dan ia kembali ke dapur untuk membuat kan 1 lagi Jus Jeruk untuk ayah nya.


Diruang tamu.


"Pak Herlan." Sapa Kevin dan bangkit berdiri lalu bersalaman dengan Ayah Emely.


"Kau disini Kevin?" Tanya Pak Herlan.


"Iya Pak,saya mengantar Emely yang baru pulang bekerja." Jawab Kevin.


"Kau sangat bertanggung jawab Kevin,terimakasih sudah menjaga Putri ku." Kata Pak Herlan dan Kevin hanya membalas dengan senyuman Kecil.


"Pak Herlan,saya Rencana akan melamar Emely minggu depan." Kata Kevin pada Pak Herlan.


"Benar kah?,Apa kau serius?" Tanya Pak Herlan antusias.


"Iya Pak."


"Belum,tapi segera saya akan memberi tahu nya." Jawab Kevin.


Disela - sela perbincangan Pak Herlan dan Kevin,Emely datang dengan sebuah nampan berisi 3 gelas minuman Jus Jerus di tangan nya.


"Papa sudah pulang ya,ini Emely buat kan Minum." Kata Emely dan menaruh Minuman itu di atas meja dan memberikan segelas untuk Pak Herlan dan juga Kevin.


"Terimakasih nak."


"Terimakasih."


"Iya Sama - sama." Saut Emely dan mengambil segelas lagi untuk diri nya dan ia pun duduk di samping ayah nya.


Sejenak Kevin mengumpul kan keberanian untuk mengatakan hal itu pada Emely.


"Emely."

__ADS_1


"Iya."


"Minggu depan aku ingin melamar mu mejadi istri ku." Kata Kevin.Emely yang sedang minum tiba - tiba tersedak dan batuk - batuk.


Setelah batuk nya reda,ia melihat ke arah Papa nya,Pak Herlan hanya mengangkat alis nya ,mengisyaratkan Pada Emely,itu terserah pada putri nya.


"Hm.kalau soal itu,aku belum bisa menjawab nya." Kata Emely.


"Aku akan menunggu jawaban mu Emely." Kata Kevin sembari mata nya menatap Emely tanpa beralih sedikit pun,membuat jantung Emely berdebar kencang.


"Apa dia seserius ini." Gumam Emely yang juga masih menatap Kevin yang memandangi nya terus.


Tiba - tiba dari pintu masuk,Chelsea pulang ke rumah.


"Hallo Paman." Sapa Chelsea sembari mencium punggung tangan Pak Herlan.


"Iya Nak." Balas Pak Herlan.


"Chelsea kau sudah pulang ya." Kata Emely dan mengalihkan pandangan Kevin pada nya.


"Oh iya Papa mengobrol la dengan Kevin,aku harus ke atas,badan ku sangat lelah hari ini." Kata Emely pada Ayah nya.


"Baik lah Nak,Beristirahat lah." Saut Pak Herlan tersenyum,karena tahu putri nya sedang menghindari Kevin.


Emely lalu menarik tangan Chelsea dan masuk ke dalam kamar nya.Sementara Pak Herlan dan Kevin melanjutkan Obrolan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2