Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
47 - Hadiah Dari Papa


__ADS_3

Selesai bertukar cincin tunangan.


Para tamu pun dipersilakan menikmati hidangan yang sudah di siap kan.


Emely sedang duduk di sebuah kursi bersama Kevin setelah lelah melayani para tamu.


"Apa kau lelah?" Tanya Kevin.


"Sedikit." Jawab Emely.


"Apa kau merindukan ku beberapa hari tak bertemu?" Tanya Kevin.


"Tidak."


"Kau serius?"


"I-iya tidak sama sekali." Jawab Emely memperjelas perkataan nya.


Tiba - tiba Bobi datang menghampiri Emely dan Kevin yang sedang duduk berdua sambil berbincang.


"Hei calon pengantin,selamat untuk pertunangan kalian." Kata Bobi memberi selamat.


"Terimakasih." Jawab Kevin dan Emely berbarengan.


Hari pun semakin larut dan para tamu mulai berpulangan,Kevin dan keluarga nya pun berpamitan untuk pulang.


"Emely,aku pulang dulu ya."Pamit Jesica.


"Iya Jes,hati - hati di jalan." Balas Emely.


Setelah keluarga Kevin pulang,Emely pun masuk ke kamar untuk beristirahat.hari ini adalah hari yang melelahkan untuk nya.

__ADS_1


Saat selesai berganti pakaian,terdengar suara ketukan pintu kamar dan segera Emely membuka pintu kamar itu.Terlihat Pak Herlan yang berdiri di depan pintu.


"Papa.Papa belum tidur?" Tanya Emely.


"Belum nak,Papa ingin memberikan ini untuk mu,selamat ulang tahun ya Nak." Kata Pak Herlan sembari memberikan sebuah kotak perhiasan.


"Apa ini Pa?" Tanya Emely sembari membuka kotak itu dan terlihat sebuah kalung berbentuk hati.


"Itu kalung yang Papa ingin berikan pada Mama,tapi Papa tidak punya kesempatan itu untuk memberikan nya karena Mama mu selalu menghindari Papa,Jadi kalung nya Papa simpan dan berharap bisa memberi kan nya pada mu,Papa harap kamu mau dan menyukai nya." Kata Pak Herlan.


Emely pun tersenyum dan menutup kembali kotak perhiasan itu,dan ia lansung memeluk Ayah nya.


"Papa,terimakasih,Emely sangat suka kalung nya,nanti Emely akan pakai." Kata Emely dan air mata pun lolos membasahi Pipi nya.


"Baiklah Nak,Istirahat lah." Kata Pak Herlan dan Emely melepaskan pelukan nya perlahan.


"Iya,Papa juga ya." Balas Emely melebarkan senyum nya.


Setelah Pak Herlan kembali ke kamar nya yang terletak di lantai bawah,Emely pun duduk di depan meja rias,Ia mencoba memakai kalung pemberian Ayah nya,ia terlihat sangat Cantik dan juga sangat bahagia.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Emely sudah mulai bekerja di perusahaan Ayah nya bersama Chelsea.


Pagi itu.


Kevin berangkat ke kantor dan sudah di sambut Sahabat nya yang sudah sangat penasaran ingin bertanya perihal Pertunangan nya dan juga tentang Emely yang ternyata adalah putri Pak Herlan.


"Pagi Vin." Sapa Bobi dan membawa 2 gelas Kopi untuk dirinya dan Kevin.


"Pagi." Saut Kevin yang sedang menatap Layar laptop nya.


"Ini Kopi untuk mu." Kata Bobi dan membuat Kevin tersenyum.


"Tumben sekali kau membuatkan ku Kopi." Kata Kevin.


"Bukan kah kadang - kadang aku juga membuatkan untuk mu." Sela Bobi.


"Iya - iya baik lah."


"Vin,aku ingin bertanya pada mu Perihal Emely,apa yang terjadi sampai ia bisa menjadi putri kandung pak Herlan,bukan kah dia hanya seorang Karyawab Toko Bunga?" Tanya Bobi yang merasa Heran.


Kevin pun menceritakan pada Bobi tentang apa yang ia tahu dari infomasi yang ia dengar.


"Oh,apa karena itu kau cepat sekali melamar Emely,kalau benar,kau berarti sudah kerterlaluan,kau ternyata Matre juga." Kata Bobi tertawa kecil.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2