
Setelah Makan siang di sebuah Restoran.
Kevin dan Emely kembali ke Hotel untuk beristirahat.
"Apa kau baik - baik saja?." Tanya Kevin yang melihat Emely tidak bersemangat. saat mereka di dalam Lift menuju ke kamar.
"Iya,kepala ku kembali pusing,aku akan beristirahat saja,kau kalau mau jalan - jalan,pergilah,aku akan di kamar." Jawab Emely.
"Tidak,aku juga akan di kamar saja,aku akan melihat Email yang dikirim Bobi." Saut Kevin dan Emely pun mengangguk.
Tangan Kevin menggenggam tangan Emely dan Emely pun hanya diam saja,membiarkan Kevin memegangi tangan nya.
Saat pintu Lift terbuka Emely mengunakan kesempatan itu untuk melepaskan pegangan tangan Kevin.
Kevin bisa merasakan Kalau Emely sedang menghindari nya,Tapi Kevin berfikir Emely hanya sedang tidak mood karena ia harus tidak enak badan di saat liburan.
Menjelang malam.
Emely yang sudah makan memilih untuk berbaring saja di dalam kamar nya,ia menghindari untuk berbicara dengan Kevin.
Sementara Kevin yang melihat Emely terlihat berbeda hari ini pun memilih membuka Laptop nya dan mengerjakan kerjaan nya.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Emely bangun pagi dan duduk di sofa.
Kevin yang bangun melihat Istri nya sedang duduk memainkan ponsel nya lalu turun dari tempat tidur dan mendekati Istri nya.
"Ada apa Emely?,Kau terlihat murung."Tanya Kevin
"Papa Sakit Vin,aku rasa ingin pulang lebih awal." Kata Emely.
"Benar kah?,Kau tahu dari mana?." Tanya Kevin
__ADS_1
"Chelsea memberi tahu ku,Papa mengatakan dia baik - baik saja,jadi kita tidak perlu pulang ,tapi aku tidak bisa terus di sini,jika Papa sedang sakit disana." Jelas Emely.
"Aku tidak masalah jika kau ingin pulang,tapi kau nyakin tidak kecewa pulang lewat awal?." Tanya Kevin.
Emely pun tersenyum terpaksa dan mengeleng - geleng kan kepala tanda kalau ia tidak kecewa jika harus pulang lebih awal.
"Lebih baik pulang,karena hati juga terus terpikirkan Tentang wanita itu." Gumam Emely dalam hati.
Meski belum tahu jelas siapa wanita yang menghubungi Kevin,tapi Emely sudah merasa kecewa,karena berfikir Ada sesuatu yang di sembunyikan Kevin.
Kevin lalu menghubungi orang - orang nya untuk memesan kan tiket pulang hari ini.
.
.
.
.
.
Kembali Pulang.
Orang pertama yang Emely cari setelah sampai di rumah adalah Ayah nya.
"Emely,kau sudah pulang. kenapa cepat sekali,bukan kah baru 2 hari kalian disana." Sapa Chelsea.
"Iya Chel,aku memikirkan Papa,dimana dia sekarang?." Saut Emely.
Chelsea terdiam dan tertunduk.
"Mana Papa Chel?." Tanya Emely lagi dan mulai gelisah melihat raut wajah sahabat nya.
"Paman Herlan tidak di sini Emely,dia sedang berada di rumah sakit." Jawab Chelsea tidak bersemangat.
"Apa."
"Maaf Emely,Paman Herlan yang memintaku tidak memberi tahu mu,karena takut kau akan pulang lebih awal dan menganggu liburan kalian,Paman Herlan kemarin pingsan dan kata Dokter Paman hanya kelelahan saja,aku baru pulang untuk Mengganti pakaian. " Jelas Chelsea.
"Ayo Chel,kita kerumah sakit."Ajak Emely.
__ADS_1
Kevin yang baru masuk dengan sebuah Tas Laptop di tangan nya di buat kaget saat melihat Istri nya sudah menangis.
"Ada apa Emely?" Tanya Kevin.
" Papa di rawat di rumah sakit Kev,ayo kita kesana." kata Emely.
Kevin pun mengiyakan dan menaruh tas kecil di atas meja dan masuk ke dalam mobil nya bersama Emely dan Chelsea.
Sesampai dirumah sakit,Emely masuk ke kamar dimana ayah nya di rawat. Pak Herlan sedang di temani Paman Joel.
"Papa."
"Nak,kenapa kalian cepat sekali sudah pulang?."Tanya pak Herlan.
"Papa kenapa tidak memberitahu ku,kalau papa sakit?."
"Papa hanya tidak ingin menganggu kalian,lagian Papa hanya kelelahan saja." Jawab Pak Herlan.
Emely memeluk ayah nya yang terbaring di atas ranjang sambil menangis.
"Jangan menangis,Papa tidak apa - apa." Kata Pak Herlan mengelus kepala putri nya.
"Papa harus cepat sembuh ya,Emely engak mau Papa kelelahan dan sakit,Emely ingin Papa selalu sehat dan terus bersama - sama dengan Emely." Kata Emely. Emely begitu seedih saat mengetahui kalau ayah nya sedang sakit dan membuat nya harus di rawat di rumah sakit.
Emely takut akan kehilangan sosok ayah sama seperti ia kehilangan Sosok Ibu disaat Ibu nya sakit saat itu. karena Kini,Hanya Ayah nya lah satu - satu nya Keluarga yang ia punya.
"Iya Nak,jangan menangis lagi. " Kata Pak Herlan mencoba menenangkan Putri nya.
Sementara Kevin berdiri di samping Emely,melihat Emely dan Pak Herlan saling berpelukan.
"Papa Cepat lah pulih." Kata Kevin.
"Iya Nak." Saut Pak Herlan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung