Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
31 - Ke kantor Kevin


__ADS_3

Siang hari nya.


Emely mengantar bunga kembali ke kantor Kevin.ia tampak begitu gelisah saat melihat alamat itu adalah alamat kantor Kevin.


"Kenapa harus mengantar bunga lagi si kesana." Ucap Emely tidak bersemangat.


Chelsea pun menghampiri Sahabat nya,yang berdiri di teras toko,tampak mengerutu sembari melihat sebuah kertas alamat yang ia harus antar bunga nya hari ini.


"Emely ada apa?,Kusut banget si muka nya."Tanya Chelsea sembari merebut sebuah kertas yang di pegang sahabat nya.


"Kenapa sama alamat nya?" Tanya Chelsea.


"Alamat kantor nya Kevin kerja." Jawab Emely.


"Tapi yang pesan nama nya Bobi bukan Kevin." Balas Chelsea merasa heran.


"Kemarin juga aku sempat ke sana,yang pesan orang yang sama." Saut emely.


"Kevin disana kerja nya sebagai apa?" Tanya Chelsea.


"Engak tahu,gak pernah nanya." Saut Emely.


"Jangan - jangan yang pesan bunga Bos nya nya." tebak Chelsea dan emely hanya mengangkat bahu nya arti tidak tahu.


"Kenapa jadi bahas dia si Chel,tolong gantiin kamu yang antar dong,aku benar - benar malas bertemu dengan Kevin." Ucap Emely memohon.


"Tunggu ya,aku tanya bos dulu."Jawab Chelsea sembari berjalan ke ruangan Bos nya.


Tidak berapa lama,Chelsea kembali dan duduk di samping Emely duduk.


"Gimana?" Tanya Emely antusias.


"Engak boleh kata Kak Ken,dia suruh kamu yang harus antar,soal nya yang pesan minta nya kamu yang antar." Jawab Chelsea,seketika Emely kembali cemberut dan membuang nafas dengan kesal.


"Ya udah dech,aku jalan dulu ya." Kata Emely Pamit sembari naik ke atas motor nya dan di belakang nya sudah ada keranjang berisi bunga yang harus di antar.


"Semangat ya." balas Chelsea dan Emely pun mengiyakan dengan mengangkat 2 alis nya.


.


.


.


.


Sesampai di halaman kantor Kevin


Emely berdiri sejenak hingga satpam yang berjaga di pintu masuk menghampiri Emely.


"Mbak,Mau antar bunga lagi?" Tanya Pak Satpam mengagetkan Emely dan lansung tersadar dari lamunan nya.


"Eh,Iya Pak,saya mau antar bunga untuk pak Bobi lagi." Saut Emely.

__ADS_1


"Silakan masuk Mbak." Ucap Satpam nya mempersilakan.


"Terima kasih." Jawab Emely dan berjalan menghentikan langkah nya.


Tiba - tiba ia mengurung kan langkah nya dan kembali mundur ke arah pak Satpam yang masih berdiri di sana.


"Ada apa lagi Mba?" Tanya Pak Satpam merasa heran,Emely kembali.


"Saya mau tanya Pak,Bos di kantor ini Siapa? Pak Bobi ya pak?" Tanya Emely penasaran.


"pak Bobi." Jelas Pak Satpam tertahan karena di panggil salah satu staf.


"Maaf ya Mba,saya harus pergi nanti lansung tanya saja di atas." Kata Pak Satpam berjalan meninggal kan emely.


Emely pun kecewa karena tak mendapatkan jawaban dan segera masuk ke dalam kantor itu dan menunggu ke lantai 8,dimana Ruangan Bobi Berada.


Saat Emely sampai di lantai 8 dan pintu Lift terbuka,Emely merasakan hal yang sama seperti saat dia datang,suasana di kantor ini sangat sepi.


Emely segera mengetuk pintu ruangan Bobi.


Tok


Tok


Tok


"Silakan Masuk."


Perlahan Emely membuka pintu saat mendengar sautan dari dalam yang mempersilakan nya masuk.


"Emely,kau datang." sapa Bobi tersenyum.


"Iya,ini bunga nya." Saut emely.


" Duduk lah dulu,biar aku pesan kan Capucino." Kata Bobi dan Emely pun mengiyakan.


Bobi meraih telefon kantor nya dan menghubungi OB untuk membuat kan 2 gelas Capucino.


"Emely,Akhir pekan apa kau ada waktu?" Tanya Bobi.


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Em,tidak,aku hanya ingin mengajak mu nongkrong di Coffe Shop." Jawab Bobi.


"Maaf aku tidak ada waktu,seperti nya aku harus pergi." Kata Emely.


Saat Emely bangkit berdiri,tiba - tiba di pintu masuk sudah ada Kevin yang berdiri di ambang pintu.


"Kevin."


"Sedang apa kau disini?" Tanya Kevin kepada Emely.


"Aku memesan bunga dan dia mengantar nya." Saut Bobi tersenyum.

__ADS_1


"Aku bertanya pada nya,bukan pada mu" Sela Kevin pada Bobi.


"Ayo kembali lah pulang,kau juga sudah selesai mengantar kan bunga nya kan?." Kata Kevin menarik tangan Emely.


"I-Iya."


"Hei Vin ada apa?, Dia tamu ku." Kata Bobi.


"Dia kekasih ku,sekaligus calon istri ku." Tutur Kevin memperjelas.


"Apa...? Kau bercanda ya?." Saut Bobi tak percaya apa yang di dengar nya.


Kevin lalu merangkul Emely dan Emely tampak pasrah menerima rangkulan Kevin,Mereka lalu berjalan keluar dari ruangan kerja nya.


"Apa yang terjadi pada mereka." gumam Bobi heran.


.


.


.


.


Di dalam lift.


"Apa yang kau lakukan." Kata Emely kesal,sembari menepis tangan Kevin yang merangkul nya.


"Kau sendiri apa yang kau lakukan di ruangan pria itu?" Tanya Kevin.


" Aku hanya datang mengantar bunga."


"Bukan kah pengantar bunga hanya mengantar, apa ada bonus menemani mengobrol?"Ketus Kevin.


"Em A- aku."


"Sudah lah jangan banyak alasan.aku akan mengantar mu kembali ke toko"Ucap Kevin sembari berjalan keluar Lift.


"Tidak perlu,aku membawa motor." Jawab emely menghentikan langkahnya dan Kevin pun juga berhenti melangkah,Beberapa mata pasang mata para Karyawan memperhatikan Kevin Emely yang sedang mengobrol di didepan pintu Lift.


"kembali lah bekerja,kalau tidak kau akan di pecat karena ini dan jangan menyalahkan ku kalau kau di pecat." Ucap Emely sembari meninggal kan Kevin yang masih berdiri menatap nya.


"Dipecat?" Ucap Kevin tersenyum mendengar kata - kata Emely.


"Dasar Gadis jutex." Lanjut Kevin berbicara sendiri sembari menatap punggung Wanita yang kini sudah menjadi kekasih nya sedang berjalan keluar dari gedung kantor nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2