Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
87 - The End


__ADS_3

Emely dan Kevin pun turun dari mobil,perlahan Emely masuk ke dalam rumah,ia melihat sekitaran karena ia masih sangat trauma dan takut jika harus bertemu dengan Paman Joel.


"Jangan takut sayang,Pria itu sudah di tangkap polisi." Kata Kevin pada Emely,saat ia melihat kekhawatiran di wajah istri nya.


"Benarkah?." Tanya Emely masih tidak percaya.


"Tentu saja,siapa yang berbuat jahat akan terima akibat nya." Saut Kevin.


Emely pun tersenyum,seperti ada kelegaan dihatinya saat ia mendengar pria yang sudah mencoba ingin membunuh dan sudah menembak nya telah di tangkap oleh polisi.


.


.


.


.


9Bulan Kemudian.


Perut Emely Kini mulai membesar,dan ia pun semakin Giat jalan - jalan di dalam rumah agar ia bisa melahirkan dengan normal,karena sudah menjadi keinginan semua wanita bisa melahirkan dengan normal agar tidak perlu merasakan dinginnya meja operasi.


Pagi ini.


Matahari terlihat menyapa dengan sinar nya,Kevin lalu mengajak istri nya di pagi hari berjemur di halaman rumah.


Saat sedang berjalan kesana kemari,tiba - tiba saja Emely merasa kan perut nya seketika terasa terik dan pinggang nya terasa sakit.


Kevin lalu mengajak Emely untuk duduk,karena tak ingin terjadi sesuatu pada istri nya. untuk pertama kali akan menjadi calon ayah,Meski tak punya pengalaman,Kevin banyak mencari tahu,agar bisa menjaga istri nya saat hamil besar seperti ini.


"Sayang,perut ku terasa sakit." Ucap Emely.


"Apa mungkin sudah akan melahirkan,tunggu sebentar ya,aku akan mengambil perlengkapan nya,kita kerumah sakit saja." Ucap Kevin.


Emely pun mengiyakan.


Emely mencoba menghitung berapa lama sekali rasa sakit di pinggang nya itu datang,dan ia pun merasa nyakin kalau diri nya akan segera melahirkan.


Sementara Emely duduk mengeluh kesakitan,Kevin masuk ke dalam kamar dan mengambil tas yang memang sudah di persiapkan untuk di bawa ke rumah sakit bersalin.


"Papa,Emely perut nya sakit,seperti nya sudah akan melahirkan." Ucap Kevin pada Pak Herlan yang baru keluar kamar dan berpapasan dengan Kevin yang menuruni tangga.


"Benarkan,kalau begitu Papa ikut ya." Jawab Pak Herlan dan Kevin pun mengangguk.

__ADS_1


.


.


.


.


Sesampai di rumah sakit.


Emely merintih kesakitan saat rasa sakit mau melahirkan itu datang.


Dokter mengatakan baru pembukaan 2 dan masih harus menunggu.


Kevin dengan setia menemani istri nya di kamar inap,sembari menguatkan Emely.


"Sakit sekali........." Ucap Emely sedikit berteriak,air mata membasahi pipi nya,ini lah perjuangan tidak muda yang harus di lalui seorang wanita untuk menjadi seorang ibu.


"Ini sakit sekali....." Ucap Emely menangis sesenggukan.


Kevin yang melihat istri nya terus merintih tak bisa berbuat banyak,hati juga ikut merasa gugup dan takut saat melihat istri nya merintih kesakitan.


Dengan cepat Kevin memanggil dokter untuk memeriksa kembali istri nya,karena Kevin tidak tega melihat istri nya seperti ini,dokter pun rutin kembali mengecek pembukaan Emely dan kini baru pembukaan tiga.


Dokter terus mengecek tekanan darah Emely,saat di periksa dan ternyata tekanan darah Emely sangat tinggi,Dokter pun berbicara dengan Kevin dan juga pak Herlan,kalau Emely mau tidak mau harus melahirkan dengan cara operasi Caesar.


Perjuangan yang luar biasa harus di lalui Emely malam ini.


.


.


.


(Suara bayi terdengar dari luar pintu operasi )


Kevin dan Pak Herlan yang menunggu di luar pun merasa sangat senang saat mendengar tangisan seorang bayi dari dalam ruang operasi.


Saat Chelsea datang bersama Endy ,seorang perawat membawa keluar seorang bayi mungil yang berjenis kelamin laki - laki,Sungguh tak terhitung lagi betapa bahagia nya Pak Herlan yang Kini sudah menjadi seorang kakek dan Kevin yang kini sudah menjadi seorang Ayah.


Saat Emely di pindahkan di ruangan rawat,Kevin masuk dan lansung mencium Emely yang terlihat masih mengantuk. Meski tubuh nya di suntik obat bius dan tak bisa Emely merasakan dan mengerakan tubuh nya,tapi mata nya tetap terjaga,ia tidak bisa tidur sampai operasi selesai.


"Putra kita sudah lahir dengan selamat,terimakasih sayang." Ucap Kevin dan mencium Emely sampai berkali - kali,tapi Emely tidak merespon ia merasa sangat lelah dan mengantuk.

__ADS_1


"Tidur lah sayang,aku akan menjaga anak kita." Ucap Kevin dan seketika Emely pun memejamkan mata nya dan tertidur,setelah dari pagi hingga malam ia terjaga dan terus merintih kesakitan,kini ia bisa tidur dengan lelap.


.


.


.


.


Keesokan pagi nya.


Emely bangun dan melihat Kevin sedang mengendong anak mereka,Terlihat Kevin sangat senang dan menyayangi anak mereka yang baru saja datang dan melihat dunia.


"Selamat pagi sayang."Sapa Kevin saat melihat Emely membuka mata.


"Pagi sayang." Balas Emely.


"Lihat putra kita,dia sangat tampan." Ucap Kevin dan mengarahkan bayi nya mendekat ke Emely.


"Iya,dia sangat tampan seperti mu." Jawab Emely.


"Tentu saja tampan juga seperti Papa." Ucap Pak Herlan menyela dan Kevin serta Emely tersenyum.


"Selamat ya Emely,akhir nya kau sudah menjadi seorang ibu,cepat lah pulih ya." Kata Chelsea yang berdiri di samping Emely.


"Iya Chel." Saut Emely.


Emely lalu kembali melihat putra mereka yang di gendong Oleh Suami nya,ia merasa sangat bahagia saat melihat Putra nya yang terlihat tertidur nyenyak.


Kevinblaku tersenyum dan kembali mencium Emely beberapa kali. "Perjuangan mu tidak muda,terima kasih sayang." Ucap Kevin.


"Terima kasih juga sudah menjadi suami yang baik untuk ku." Balas Emely.


Emely tersenyum,ia merasa sangat senang mempunyai suami yang mengerti perjuangan nya dan bertapa tidak mudah nya diri nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TAMAT


__ADS_2