
Keesokan hari nya
Saat Emely dan Chelsea sedang duduk untuk sarapan bersama Pak Herlan sebelum ia berangkat ke kantor Ayah nya.
Tiba - tiba dari pintu utama,masuk lah Jesica sembari menyapa Emely dan Chelsea.
"Chelsea,Emely." Panggil Jesica.
Emely dan Chelsea pun lekas berdiri dan mendekati Jesica lalu memeluk nya.
"Jes,kau sedang apa pagi - pagi disini?" Tanya Emely.
"Aku merindukan kalian,saat aku baca chat kalian di grup akan ke kantor Paman Herlan,aku juga jadi ingin ikut,boleh kan?." Kata Jesica.
"Tentu saja boleh Jes,ayo sarapan dulu." Ajak Emely dan Jesica pun mengiyakan.
Selesai sarapan,Emely dan kedua sahabat nya pun ikut ke mobil Pak Herlan untuk berangkat ke kantor.
Saat mereka berjalan keluar rumah,Tampak sebuah Mobil memasuki halaman rumah Emely.
"Itu kan mobil kakak,sedang apa dia disini?" Kata Jesica saat melihat Mobil Kevin yang berhenti tepat di halaman rumah Emely.
Wajah Emely yang tadi nya senang saat bisa berkumpul dengan Jesica seketika berubah khawatir,jantung nya semakin berdebar - debar saat ia melihat Kevin turun dari mobil.
"Emely,kau kenapa?"
"Apa kakak ku dan kau bertengkar?"
"Tidak."
"Lalu kau kenapa begitu tegang."
"Tidak apa - apa,Ayo keluar." Ajak Emely.
Pak Herlan yang lebih dulu berhadapan dengan Kevin pun saling menyapa di teras rumah.
"Kakak kau sedang apa disini pagi - pagi?" tanya Jesica.
__ADS_1
"Apa yang salah aku datang ke sini,aku datang untuk mengantar Emely berangkat bekerja."
"Aku kan sudah bilang Kevin,kau tidak perlu menjemput ku."
"Tapi aku sudah disini." Saut Kevin dan membuat Emely membuang nafas.
"Aku hari ini tidak bekerja."
"Aku tahu,aku akan ikut ke kantor ayah mu." Kata Kevin.dan membuat Emely terdiam sejenak menatap Kevin.
Chelsea lalu mencolek tangan Jesica,untuk mengisyaratkan pergi bersama Pak Herlan dan biarkan Emely pergi dengan Kevin.
"Emely,Kakak ku sudah disini,lebih baik kau berangkat bersama nya,aku dan Chelsea akam berangkat bersama dengan Paman Herlan." Kata Jesica.
"Tapi kita bisa satu mobil." Saut Emely yang tidak mau berdua saja dengan Kevin.
"Aku tidak suka aroma mobil kakak ku Emely,Aku dengan paman Herlan saja ya." Kata Jesica dengan manja nya.
"Hm,Baiklah." Balas Emely.
Kevin membuka kan pintu mobil untuk Emely dan mempersilakan nya masuk.
"Terimakasih."Kata Emely karena di buka kan pintu,Kevin membalas dengan tersenyum kecil dan mengangguk.
"Enak banget ya Emely,diperlakukan kakak ku bagaikan putri,aku aja belum pernah di bukain pintu begitu." Kata Jesica tersenyum senang.
"Iya,semoga aja mereka jodoh ya." Saut Chelsea.
Perjalanan.
"Emely."
"Iya."
"Soal lamaran ku,apa kau sudah ada jawaban nya?" Tanya Kevin.Membuat Emely menelan air ludah nya dan membuang nafas dengan pelan.
"Aku..."
__ADS_1
Tiba - tiba Kevin menghentikan mobil nya di tepi jalan,ia memiringkan sedikit tubuh nya menatap Emely.
"Kenapa berhenti?" Tanya Emely heran.
"Apa kau tidak mau menikah dengan ku?" Tanya Kevin sembari mendekati wajah nya ke Emely.
"Kau mau Apa?" Tanya Emely gelisah.
"Apa dia akan mencium ku,karena aku ingin menolak nya." Gumam Emely.
Kevin tak merespon,tubuh nya semakin dekat dan semakin dekat membuat Emely semakin gugup.
"Baik lah - baik lah,aku mau menikah dengan mu,tapi jangan lakukan ini." Kata Emely sembari ia menutup kedua mata nya.
"Benar kah?." Kata Kevin tersenyum sembari menarik sabuk pengaman dan memakaikan pada tubuh Emely.
Saat sabuk pengaman di pasangkan oleh Kevin,ia pun membuka mata dan ternyata Kevin hanya ingin memasangkan sabuk pengaman padanya.
Emely pun tersipu malu karena sudah salah sangka dan ia membuang wajah nya melihat keluar jendela.
"Aku hanya ingin memasang sabuk pengaman mu,Emang nya kau pikir aku mau melakukan apa?" Tanya kevin sembari tersenyum tipis dan kembali menjalan mobil nya.
"lupa kan saja." Saut Emely.
"Astaga Emely, ini sangat memalukan.kau bahkan sudah menjawab iya." Gumam Emely sembari menepuk jidat nya pelan.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1