
Sejak ke hadiran Oliv,Kevin berubah kepada Emely,semua karena ia tidak tahu bagaimana hati nya.
dan saat ia melihat Emely menangis di kamar bersama Chelsea,ia merasa kasihan dan juga tidak tega melihat wanita yang Kini sudah menjadi istri nya menangis karena sikap nya.
Saat berangkat kerumah orang tua nya,Kevin mencoba memperjelas hati nya pada Emely,dengan memegang tangan Emely dan ia merasa kan kenyamanan itu.
"Lalu maksud kau,Kau tidak mencintai Emely?." Tanya Jesica.
"Aku tidak tahu." Jawab Kevin.
"Kau menikahi nya,seharus nya kau sudah tahu seperti apa perasaan mu pada Emely." Ucap Jesica.
"Aku tidak tahu,apa aku sudah mencintai nya apa belum. semua karena...." Ucap Kevin tertahan.
"Karena apa?." Tanya Jesica.
"Apa karena Oliv?." Tanya Bobi namun Kevin tetap diam.
Tiba - tiba Emely mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
Saat Emely masuk ia melihat wajah Jesica dan Bobi tampak tegang,sementara Kevin terlihat seperti ada sesuatu yang di pikir kan.
__ADS_1
"Jes,aku mencari mu,ternyata kau di sini." Ucap Emely tersenyum.
"Iya,tadi aku mau bikin gorengan, tapi tidak jadi,ada yang harus aku bicarakan dengan Kevin." Jawab Jesica mencoba menenangkan hati nya dari kekesalan nya pada Kevin.
"Oh Begitu."
"Kau sendiri ngapain kesini?." Tanya Jesica.
"Aku hanya ingin bertanya pada Kevin..,Kevin,apa kita sudah akan pulang?." Tanya Emely.
"Iya,ayo kita pulang sekarang." Kata Kevin dan bangkit dari duduk nya.
Kevin menyerah kan dokumen yang sudah ia tanda tangani pada Bobi.
"Jangan beri Tahu siapa pun soal ini." Kata Kevin pada Bobi.
Bobi pun mengangguk tanpa menjawab.
"Apa yang tidak boleh diberi tahu pada siapa pun?." Tanya Emely dalam hati.
"Emely,apa kau tidak ingin menginap?." Tanya Jesica.
"Aku tergantung pada Kevin,kalau dia menginap aku juga ikut." Jawab Emely.
"Kau sangat perhatian pada kakak ku,kalau kakak ku bersikap seperti itu pada mu,seperti tadi di meja makan,itu terlihat serasi." Kata Jesica menyinggung lembut Kevin yang berjalan di belakang nya.
Kevin pun hanya dia sembari terus berjalan keluar dari rumah.
__ADS_1
Emely dan Kevin pun pamit pada kedua orang tua nya dan pulang kembali ke rumah.sementara Jesica masih mematung dan memikirkan perkataan Kevin hingga mobil Kevin tak terjangkau lagi dari tatapan nya,Jesica merasa sedih jika Kevin sampai mempermainkan sahabat nya itu.
"Jangan kau sakiti Emely,kalau kau lakukan,kau akan menyesal Kevin,dia gadis yang baik." Isi pesan yang di baca Kevin saat dalam perjalanan kerumah.pesan itu dari adik nya Jesica.
Emely bisa melihat kekesalan di wajah Kevin saat dalam perjalanan.
"Kevin." Panggil Emely namun tak mendapatkan jawaban.
"Kevin." Panggil Emely lagi.
"Apa?." Jawab Kevin sedikit membentak. saat Kevin sadar ia membentak Emely karena tidak konsen memikirkan Alasan yang sudah ia ceritakan pada Jesica dan juga Bobi,membuat ia jadi merasa bersalah.
"Maaf,aku tidak sengaja.aku hanya sedang banyak pikiran." Kata Kevin.
"Tidak apa - apa." Jawab Emely dan melihat ke arah luar jendela.
Kevin mencoba ingin memegang tangan Emely,Emely yang tahu Kevin ingin memegang tangan nya langsung pura - pura mencari sesuatu di tas nya. dan Kevin pun mengurungkan niat nya.
karena ia tahu Emely menghindari tangan nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung