Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
88 - Extra Part


__ADS_3

Setelah beberapa hari Dirumah sakit.


Emely pun akhirnya di izin kan pulang,Ibu Kevin terlihat mengendong Cucu nya sembari berjalan kearah pintu keluar,sementara Kevin mendorong Emely mengunakan kursi roda.


"Hati - hati sayang." Ucap Kevin membantu Emely untuk bangun dari duduk dan masuk ke dalam mobil.


Perlahan Emely masuk ke dalam mobil,begitu juga dengan Kevin. didalam mobil Emely mengajak Bayi kecil nya berbicara,sembari di gendong oleh Ibu mertua nya.


Sesampai di rumah,Kembali Kevin membantu Emely perlahan turun dari mobil. di dalam rumah Emely sudah di sambut oleh pak Herlan dan kedua sahabat nya itu. senyuman lebar Emely terlihat saat ia melihat sahabat - sahabat dengan gembira.


Karena belum boleh banyak bergerak,Emely pun masuk ke dalam kamar untuk memulihkan diri nya dan menjalani masa nifas di dalam kamar.


"Sayang,kau harus pulihkan keadaan mu,banyak - banyak lah beristirahat." Ucap Kevin dan Emely tersenyum.


"Terimakasih sayang,sudah menjadi Suami yang siap siaga untuk ku,aku sangat bangga mempunyai suami seperti mu,tetap lah seperti ini,jangan berubah." Ucap Emely dan kata - kata itu sangat menyentuh hati Kevin.


Kevin menatap Istri nya lalu mengecup kening Emely sampai berkali - kali. tiba - tiba Ibu Kevin masuk bersama kedua sahabat Emely menaruh bayi di dalam tempat tidur bayi.


"Emely,lihat anak mu sangat lucu dan pipi nya sangat tembem." Ucap Jesica dengan semangat.


"Tembem seperti Pipi mu." Jawab Emely tersenyum menahan tawa.


"Tidak apa - apa,berarti aku lucu kan seperti keponakan ku yang satu ini." Ucap Jesica merasa gemes melihat bayi Emely yang sangat tampan.


"Baiklah,kau memang cantik." Saut Emely dan tersenyum bersama Chelsea.


"Sudah - sudah ,Ayo kita keluar Biarkan Emely beristirahat,dia masih lemah dan butuh banyak istirahat." Ajak Ibu Mertua Emely.

__ADS_1


"Kita keluar dulu Emely,kita akan stay disini seminggu, kalau mau apa - apa tinggal angkat telefon mu dan hubungi kami." kata Jesica dan Chelsea.


Emely tersenyum dan mengangguk tanda mengiyakan.


.


.


.


.


karena merasa lelah dan ngantuk Emily pun kembali memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur,saat ia bangun Ia mendapatkan suaminya berada disampingnya sedang memainkan ponsel sementara Bayi Mereka terbaring di keranjang bayi.


"Sayang." Panggil Emely.


"Aku hanya ingin melihat putra kita sayang,bisa kah kau mengendong nya kesini?." Ucap Emely.


Kevin pun lansung beranjak berdiri dan mendekati keranjang tidur bayi mereka,perlahan ia menggendong putranya dan membawanya kepada istrinya yang terbaring di tempat tidur.


Emely menatap dalam-dalam wajah Putra mereka, dan tiba-tiba saja air matanya menetes di pipi, dan Emely sangat bahagia karena perjuangannya merawat dan menjaga bayi mereka saat dalam kandungan,kini berbuah manis.


Emely sangat berharap kebahagiaan yang menyelimuti keluarga mereka akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang dan berharap dijauhi dari segala masalah masalah ,agar mereka bisa hidup bahagia.


.


.

__ADS_1


.


.


Malam harinya.


Emely sedang makan di kamar nya dan melihat suaminya sedang menatap layar laptop nya.


"Sayang,kau tidak perlu terus menjaga ku,kamu bisa mulai ke kantor besok,aku tidak apa - apa Dirumah,ada Papa dan Chelsea serta Jesica yang menjaga ku." Ucap Emely.


"Tidak apa - apa,aku akan bekerja dari rumah saja sebulan ini." Jawab Kevin tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


"Baiklah,terserah kamu saja." Jawab Emely tersenyum.


Emely menghabiskan makanan nya,setelah itu ia mulai belajar menyusui putra mereka untuk pertama kali nya di bantu oleh perawat wanita yang sengaja di sewa Kevin dan Pak Herlan untuk menjaga dan merawat Emely dan bayi nya selama masa nifas ini.


.


.


.


.


.


SELESAI.

__ADS_1


__ADS_2