
Sementara Emely membuang nafas melihat Kevin yang berkata seperti itu pada Alex.Entah apa maksud nya Kevin,pikir Emely.Namun Emely tidak ingin bertanya dan memilih diam saja.
"Aku pulanh dulu. " Kata Kevin.
"Baiklah." Jawab Emely.
Kevin pun segera keluar dari ruangan Emely,Emely menatap punggung laki - laki itu yang berjalan meninggalkan ruangan nya.
•••
2Minggu Kemudian.
Sehari sebelun acara pernikahan.
Emely tampak sangat Gelisah,karena ia akan memulai hidup baru dengan status baru nya.
Chelsea mengetuk pintu kamar Emely,Emely pun langsung membuka kan pintu kamar nya dan mengajak Chelsea masuk.
"Calon pengantin gelisah banget." Kata Chelsea tersenyum.
"Iya,aku sangat gugup menghadapi hari Esok." Jawab Emely.
"Tenang saja,semua akan berjalan dengan baik,Akhir nya kau akan segera menikah Emely,emoga kau bahagia dengan Kevin ya." Kata Chelsea dan memeluk sahabat nya dan di balas Emely.
"Terimakasih Chel,lalu bagaimanana dengan kau dan Endy?" Tanya emely dengan tatapan penuh selidik.
"Aku dan Endy kan hanya berteman." Jawab Chelsea.
"Benar kah?,apa tidak ada lebih nya sedikit?" Goda Emely lagi dan tersenyum senang melihat Wajah Chelsea yang tersipu malu.
Malam itu,Emely merasa sangat lega setelah bercanda dan mengobrol dengan sahabat nya.seperti ada sesuatu yang menyenangkan saat mengobrol berdua.
__ADS_1
•••
Keesokan harinya.
Subuh - subuh sekali Emely sudah di dandani Perias Pengantin.
"Aku sangat gugup,lancar kan lah Tuhan jika Kevin memang jodoh ku,jika bukan,maka lakukan lah sesuai kehendak mu agar semua tidak terjadi." Doa Emely dalam hati.
Emely merasa sangat gugup hari ini,menjelang detik - detik ia akan melepas masa lajang nya.
•••
Sementara di tempat lain.
Kevin yang sudah bersiap dengan setelah kemeja putih membuat Kevin terlihat sangat tampan,Kevin sedang memandangi luar Jendela,ia juga sangat merasa Gugup ketika sebentar lagi ia akan ke rumah Emely yang menjadi tempat acara.
Terdengar suara ketukan Pintu,tapi tak membuat Kevin berpindah dari posisi nya.
"Masuk." Ujar Kevin.
Setelah mendapatkan Izin,Masuk lah Bobi sahabat Sekaligus Sekertaris Kevin.
"Vin,apa kau sudah siap?" Tanya Bobi.
"Iya,aku sudah siap." Jawab Kevin sembari membuat Nafas berat.
"Aku tidak tahu alasan mu menikahi Emely,tapi aku harap kau tidak mempermainkan nya." Tutur Bobi tiba - tiba.
"Apa kau menyukai nya?" Tanya Kevin.
"Iya,jika dia bukan milik mu,mungkin saja aku akan mencoba mendapatkan hati nya." Jawab Bobi.
__ADS_1
Kevin dengan expresi datar nya mengambil Jas putih nya di atas tempat tidur, lalu berjalan melewati Bobi tanpa mengatakan apa pun lagi.
Bobi pun menghela nafas dan mengikuti langkah Kevin keluar dari kamar nya.
Dibawah.
Ayah dan ibu Kevin serta Jesica sudah bersiap untuk acara pernikahan Kevin hari ini.
Sebelum acara perjamuan dimulai.
Keluarga Kevin serta keluarga Emely sudah berkumpul untuk melakukan Akad Nikah di rumah Kediam Emely.
Keluarga Kevin berangkat kekediaman Pak Herlan.
Sesampai di sana tak ada keluarga Emely,hanya ada Bibi Grena serta Chelsea yang menyambut kedatangan Keluarga besar Kevin,paman,Bibi dan juga para sepupu Kevin dan Jesica datang.
Sementara Pak Herlan menuruni anak tangga bersama Putri nya setelah Keluarga Kevin datang.
Kevin bisa melihat Emely Tampak Cantik dengan Dres panjang putih menuruni anak tangga.membuat Mata Kevin tak berpaling sampai Pak Herlan menyerahkan putri nya ke tangan Kevin untuk memulai Acara Akad.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1