Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
75 - Tidak Pernah Menduga


__ADS_3

Kevin merasa sangat dilema,ia tidak tahu apa yang membuat Istri nya marah.


Saat Kevin masuk,ia melihat Chelsea keluar dari kamar dan dengan cepat Kevin menghampiri Chelsea untuk bertanya apa yang sudah terjadi.


"Chelsea,sebenarnya apa yang terjadi?." Tanya Kevin dengan cemas.


"Masih berani tanya?,Kamu pikir saja sendiri apa yang sudah kau lakukan. kau sudah membuat Emely menangis." Ketus Chelsea dengan kesal dan berlalu pergi masuk ke kamar nya.


"Apa Jangan - jangan Emely tahu aku berbohong bertemu dengan Oliv." Tebak Kevin dalam hati.


Kevin pun bergegas mengambil kunci mobil di kamar nya untuk menyusul Emely ke rumah ibu nya.


.


.


.


.


Ditempat lain.


Emely menangis di dalam mobil nya menuju ke rumah Ibu nya di antar oleh Paman Joel.


Saat dalam perjalanan,Emely baru menyadari kalau ini bukan lah jalan menuju ke rumah Ibu nya,hanya ada 1 jalan menuju ke rumah Ibu nya itu.


"Paman,seperti nya kita salah jalan." Ucap Emely sambil mengusap air mata nya .


"Tidak Nona,ini adalah jalan yang benar. saya hanya mencari jalan pintas saja." Jawab Paman Joel.

__ADS_1


Emely pun mulai curiga karena yang ia tahu jalan menuju ke rumah alm ibu nya hanya ada satu.


"Paman,kita putar balik saja." Kata Emely namun Paman Joel hanya diam saja.


"Putar balik saya bilang." Kata Emely dan mengeraskan suara nya.


Paman Joel tiba - tiba mengeluarkan sebuah Pistol dan mengarahkan ke Emely.


"Jangan meneriaki nona,atau mulut mu akan terima akibat nya." Kata Paman Joel.


"Apa yang Paman ingin kan?." Tanya Emely ketakutan.


"Anak Manis,saya tidak butuh apa - apa Nona,hanya butuh Nona menghilang dari muka Bumi ini saja." Kata Paman Joel tertawa jahat.


"Kenapa Paman melakukan ini." Tanya Emely sambil melihat ke sekitar nya,Mobil Paman Joel memasuki jalan yang penuh hutan.


Tiba - tiba Paman Joel menghentikan mobil nya di tepi jalan,tidak ada siapa pun mau pun rumah,membuat Emely merasa berteriak pun percuma,Paman Joel turun dari mobil sembari mengarahkan pistol untuk mengancam Emely jika berani macam - macam.


Ia lalu mengikat tangan Emely agar tidak berusaha mencoba melarikan diri.


"Kenapa Paman lakukan ini pada ku,apa salah ku?." Tanya Emely menangis saat laki - laki itu mengikat tangan Emely.


"Karena kamu hadir di dalam hidup ayah mu,itu salah mu Nona. " Jawab Paman Joel bersandar di samping,Emely tidak mengerti apa yang di maksud Pria itu.


"Saya sudah belasan tahun bekerja dengan Pak Herlan,saat saya tahu kalau Ayah anda tidak punya siapa - siapa lagi,saya bekerja dengan giat dan sungguh - sungguh,saya berharap jika suatu hari ayah anda sudah tiada maka semua kekayaan ayah anda akan jatuh ke tangan saya.tapi setelah Anda hadir semua mimpi saya pupus seketika,kau sudah menghancurkan mimpi saya Nona,dan sudah jelas kamu sangat bersalah tentang semua ini."Jelas Paman Joel dan diakhir perkataan nya ia membentak Emely membuat Emely menangis semakin menjadi.


"Kalau saya tahu begini akhir nya,sejak dulu mungkin ayah anda sudah tiada." Lanjut Pria itu.


Paman Joel tertawa seperti orang gila membuat Emely semakin ke takutan.

__ADS_1


Supir sang ayah yang di pikir Emely adalah orang baik dan setia pada Ayah nya,ternyata punya niat yang tidak baik dibalik ke baikan nya bekerja selama ini.


Emely tidak menyadari kalau Paman Joel akan menjadi Bumerang bagi diri nya.


.


.


.


.


Ditempat lain.


Kevin yang sampai di rumah ibu Emely tidak menemukan Emely ada disana,para pelayan yang memang di tugas kan untuk menjaga dan merawat rumah itu pun mengatakan bahwa Emely belum sampai ke rumah ini.


Kevin pun semakin panik dan mencoba menghubungi ponsel Emely.


Paman Joel yang mendengar ponsel Emely berbunyi di dalam tas nya pun dengan cepat mengambil dan melihat ternyata Kevin yang menghubungi Emely.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2