Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
83 - Bercerai???


__ADS_3

Setelah dokter memeriksa keadaan Emely,Dokter mengatakan kalau Emely sudah melewati masa Kritis nya.


Pak Herlan dan Kevin yang mendengar pun merasa sangat senang dengan sadarnya Emely. Kevin mendekat ke Emely namun Emely membuang muka nya ke arah lain.


Kevin pun tak ingin terlalu membuat Emely merasa tertekan dan akan membicarakan perihal permasalahan nya,setelah Emely benar - benar pulih.


Polisi yang mendengar kabar Emely sudah sadarkan diri pun datang ke rumah sakit untuk meminta keterangan apa yang terjadi pada diri nya.


Emely menceritakan semua pada Polisi apa yang terjadi pada nya.


Pak Herlan dan Kevin sangat terkejut mendengar kalau ternyata memang Paman Joel,orang yang mereka curigai yang telah membuat Emely seperti itu.


"Saya benar - benar tidak menyangka Joel akan melakukan ini,saya tidak akan memaafkan nya."Ucap Pak Herlan dengan kesal.


"Jangan tergesa - gesa Pak Herlan,jangan sampai pelaku melarikan diri saat ia mengetahui kalau ia sudah ketahuan." Ucap Pak Polisi.


"Baiklah,saya serah kan pada kalian saja." Ucap Pak Herlan.


Malam ini pak Herlan menemani Emely di kamar rawat inap,bersama Kevin dan Chelsea.


"Papa,Papa pulang saja,aku sudah tidak apa - apa." Ucap Emely.


"Iya Paman,Paman nanti bisa kelelahan disini." sambung Chelsea.


"Tidak apa - apa,Papa akan disini." Saut Pak Herlan yang duduk di sofa bersama Kevin.


Kevin menatap lekat wajah istri nya,Kevin dengan wajah yang terlihat sedih menatap sang istri yang tidak ingin bicara pada nya,Emely tahu Kevin memandangi nya,tapi rasa kesal dan sakit hati nya,yang merasa di khianati Kevin.


"Tidur lah sayang,kau butuh banyak istirahat." Ucap Kevin pada Emely,namun Emely lansung membuang muka dengan ketus nya.


.

__ADS_1


.


.


.


Keesokan hari nya.


"Kevin,Papa akan membeli sarapan,kamu jaga Emely sebentar."ucap Pak Herlan


"Biar saya saja Pa,saya akan membeli nya." Saut Kevin.


"Tidak - tidak perlu,Papa saja,Papa pagi - pagi begini perlu banyak berjalan." Kata Pak Herlan.


"Kalau begitu aku ikut ya Paman." Kata Chelsea.


"Iya boleh Nak,Ayo." Saut Pak Herlan.


.


.


.


.


Emely yang baru selesai menikmati sarapan bubur nya sembari duduk pun ingin menaruh piring ke atas meja,namun tangan nya yang tertembak masih sangat sakit.


Kevin segera menghampiri Emely. " Biar aku saja." Ucap Kevin. dan terpaksa Emely memberikan nya.


"Emely,aku minta maaf sudah membohongi mu." Ucap Kevin terhenti karena Emely mengangkat sebelah tangan nya yang tidak terluka untuk menyuruh Kevin diam.

__ADS_1


"Kita bercerai saja." Ucap Emely tiba - tiba dan membuat Kedua mata Kevin membulat karena tidak menyangka Istri nya akan berkata hal itu.


"Tapi Kenapa Emely?,aku mencintai mu,aku minta maaf sudah membohongi mu,tapi aku tidak menghianati mu." Ucap Kevin.


"Kita menikah karena Papa yang meminta,kau harus berbohong demi bertemu dengan wanita mu,sekarang aku beri kamu kebebasan,nikmati saja hari mu dengan wanita mu itu." Ucap Emely dengan kesal.


"Aku tidak ada hubungan dengan nya Emely,semua hanya lah masa lalu,aku tak akan melakukan nya lagi." Ucap Kevin.


"Aku tidak mau berpisah dengan mu dan juga anak kita." Ucap Kevin dan membuat Emely terkejut karena tidak ada siapa pun yang memberi tahu nya perihal kehamilan nya.


"Anak kita?."


"Iya,Anak kita,kau sedang mengandung anak kita Emely ." ucap Kevin memberitahu.


Entah seperti apa harus mengespresikan perasaan nya,tapi ia merasa senang ternyata ia akan segera memiliki anak,tapi juga ia masih kesal pada suami nya.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan Lupa Vote nya ya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2