
Menjelang malam.
Kevin mengantar Pak Herlan pulang kerumah,karena Pak Herlan merasa badan nya sangat lelah,tak ingin sesuatu terjadi pada ayah nya,Emely memaksa pak Herlan untuk pulang ke rumah beristirahat saat merasa tubuh nya mulai membaik.
Diperjalanan.
Pak Herlan tertidur di dalam mobil dan Kevin membiarkan Ayah mertua nya untuk beristirahat.
"Papa." Panggil Kevin membangunkan Pak Herlan saat sudah sampai di halaman rumah..
"Kita sudah sampai?,Maaf Kevin saya ketiduran." Ucap Pak Herlan.
"Tidak apa Pa,ayo turun ,Ingat lah untuk bersikap seperti biasa saja pa,sampai Polisi menangkap dia." Ucap Kevin dan Pak Herlan mengangguk.
Kevin membantu Pak Herlan masuk ke dalam rumah.
"Selamat pagi Tuan?." Sapa Pak Joel,namun tidak di hirau kan oleh Pak Herlan.
Bagaimana mungkin ia bisa bersandiwara untuk suka dengan seseorang yang berusaha menghabisi putri nya. Tidak mendapat jawaban dari Bos nya,Paman Joel pun mulai berfikir kalau Emely mungkin sudah di temukan. dan ia mulai was - was.
Setelah dari kamar Pak Herlan,Kevin menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri dan Menganti pakaian nya sebelum ia kembali ke rumah sakit.
Saat keluar dari kamar mandi dan turun untuk kembali berangkat,Ponsel Kevin berbunyi. sementara di sisi lain,Paman Joel memperhatikan gerak gerik Kevin dan akan mengikuti kemana Kevin akan pergi.
__ADS_1
"Apa,Emely kesakitan,baik lah aku akan segera kesana." Ucap Kevin dengan suara pelan,serta wajah panik dan terburu - buru ia berjalan cepat masuk ke mobil nya,tanpa melihat sekitaran.
Paman Joel terkejut saat mendengar kalau Emely sudah di temu kan dan sedang di rumah sakit,meski samar - samar terdengar karena Kevin berbicara sangat pelan,segera ia dengan cepat mengikuti mobil Kevin dan menuju kerumah sakit mana Kevin akan tuju,untuk memastikan yang baru saja ia dengar.
Bagaimana pun ia tak akan membiarkan Emely hidup walau ia sudah ketahuan dan sudah pasti akan tertangkap,dengan tidak ada polisi yang datang dan kemarahan yang di dengar dari Pak Herlan mau pun Kevin,Paman Joel masih nyakin kalau Emely belum membuka mulut nya,memberi tahu kalau semua yang terjadi karena ulah nya.
sesampai di rumah sakit,Kevin bergegas masuk,Di ikuti oleh Paman Joel.
Paman Joel melihat Kevin masuk ke sebuah ruangan.
Paman Joel mengintip dari luar kaca dan melihat Seorang dokter ada di dalam bersama Chelsea dan Juga Kevin. Ia melihat sosok yang berbaring tertidur di tempat tidur itu benar Emely.
"Gadis Sialan,ternyata kau benar - benar masih hidup,tunggu dan lihat saja apanyang akan aku lakukan pada mu." Ucap Paman Joel sinis dengan wajah dan tatapan yang tajam penuh kebencian.
"Ti - tidak apa - apa,saya salah kamar." Ucap Paman Joel terkejut dan segera pergi dari rumah sakit itu.
.
.
.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Paman Joel kembali ke rumah sakit dengan pakaian serba hitam dengan sebuah topi di kepala nya.
Ia melihat ada Kevin duduk di samping tempat Emely,sementara Emely terlihat sedang tertidur sembari memiringkan tubuh nya ke arah dingin.
"Bagaimana cara nya membuat dia pergi dari ruangan ini ." Ucap Paman Joel.
Seperti tidak ada jalan,ia mencoba menunggu beberapa saat,berharap Kevin akan keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Emely sendiri,agar ia bisa melancarkan Aksi nya untuk menghabisi Emely malam ini,ia duduk di kursi yang ada di koridor itu sembari menutup wajah dengan Koran seolah ia sedang membaca.
Tidak butuh waktu lama Seorang Perawat masuk ke ruangan Emely dan memberikan Resep untuk ditebus Kevin dan Segera Kevin meninggalkan Emely sejenak untuk menebus obat yang di berikan perawat itu.
Melihat Kevin keluar dari ruangan itu,Senyuman jahat dan kepuasan terlihat di wajah Paman Joel. segera ia beranjak berdiri dan menuju ke kamar Emely.
"Sudah waktu nya anda pergi Nona Emely." Gumam Paman Joel.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung