
Emely pulang mengunakan Taxi,di jalan hati nya sangat hancur,ia menangis sejadi - jadi nya,supir Taxi pun hanya diam saja,sesekali melihat wanita yang menjadi penumpang nya menangis tersedu - sedu.
"Mbak nya Gak apa - apa?." Tanya sang Supir ,namun Emely hanya menoleh dan kembali menangis,tanpa menghiraukan perkataan sang supir Taxi.
Sesampai di alamat yang di tuju.
Saat Mobil Taxi berhenti di halaman rumah Emely,Emely pun turun dengan cepat setelah membayar Biaya Transportasi itu.
Emely menyekat air mata nya dan berjalan masuk ke dalam rumah. Saat masuk Emely mencari Ayah nya yang sedang membaca koran di belakang rumah sembari menikmati pemandangan.
"Papa." Panggil Emely pelan. Pak Herlan menoleh ke belakang melihat putri nya berdiri di belakang nya.
"Ada apa Nak,ayo duduk sini." Ajak Pak Herlan.
"Papa,Emely ingin menanyakan sesuatu." Kata Emely.
"Iya,tanyakan saja,ada apa nak?." Tanya Pak Herlan khawatir melihat Kedua mata putri nya yang seperti habis menangis.
"Papa,Apa benar Papa yang memaksa Kevin untuk menikahi ku?." Tanya Emely. Pak Herlan yang mendengar perkataan putri nya sangat terkejut.
Pak Herlan terdiam sejenak,tidak sanggup menjawab pertanyaan Emely.
"Papa Jawab saja,Emely tidak akan marah." Kata Emely lagi saat melihat ayah nya terdiam.
"Maafkan Papa Emely,Memang Papa yang menyuruh Kevin untuk menikahi kamu,tapi Papa tidak memaksa Kevin,Kevin sendiri yang mengiyakan,kata nya karena Papa sudah berjasa pada keluarga nya." Jawab Pak Herlan.
__ADS_1
"Kenapa Papa melakukan ini?." Tanya Emely seketika kembali Air mata membasahi pipi nya.
"Papa hanya ingin ada yang bisa menjaga kamu Emely,ketika Papa telah tiada.Papa tidak punya keluarga lagi selain kamu,Begitu juga dengan kamu,kalau Papa tiada,kamu akan sendiri,Papa pikir Kevin seseorang yang bertanggung jawab pada keluarga nya,itu sebab nya Papa meminta nya untuk menikahi kamu." Jelas Pak Herlan lagi.
Emely pun menangis sejadi - jadi nya,ia lansung memeluk ayah nya.
Akhir nya ia tahu alasan yang masuk akal kenapa Kevin menikahi nya tiba - tiba.
"Ada apa Emely?,Apa Kevin menyakiti kamu?." Tanya Pak Herlan Cemas.
"Tidak Pa. Terimakasih Papa sudah memperdulikan masa Depan Emely,Emely sangat bahagia. " Kata Emely.
"Bukan Kevin yang menyakiti Emely Pa,Tapi Emely yang sudah menyakiti dia dan Kekasih nya,bagaimana mungkin Aku memisahkan 2 orang yang saling mencintai untuk menikahi ku." Batin Emely.
Emely pun masuk ke dalam kamar nya,sementara Pak Herlan masih nyakin sesuatu sedang terjadi pada Hubungan Putri nya.
Meski sakit dan pahit mengetahui kenyataan,tapi Emely merasa sedikit lega karena mengetahui ini semua ,sebelum hubungan nya dengan Kevin lebih dalam lagi.
Sesekali ia terbayang Kevin yang sedang jalan dengan Oliv di Mall membuat nya kembali merasa patah hati.
Chelsea datang menghampiri Emely,saat di beritahu Pak Herlan kalau Emely sedang sedih,sebagai seorang perempuan,Pak Herlan berharap Chelsea bisa menjadi teman bicara dengan Emely,itu sebab nya Pak Herlan memberi tahu Chelsea.
"Emely." Panggil Chelsea sembari duduk di tepi tempat tidur Emely.
Emely yang mendengar suara sahabat nya lansung menoleh dan duduk.
__ADS_1
"Chel."
"Ada apa Emely,cerita kan pada ku?." Tanya Chelsea khawatir melihat Emely menangis.
Emely lalu menceritakan rahasia apa yang ia tahu hari ini dan apa yang ia lihat saat di Mall,membuat Chelsea merasa sangat kesal dan Emosi.
"Laki - laki sialan,aku akan memarahi nya,berani dia jalan dengan wanita lain,padahal dia sudah menikah,mau seperti apa awal pernikahan kalian,kalian tetap sudah menikah dan sah." Ucap Chelsea geram saat mendengar cerita dari sahabat nya.
"Jangan Chel,aku akan membicarakan ini dengan nya,tolong untuk kali ini jangan ikut campur." Kata Emely dengan cepat.
Chelsea pun lansung memeluk sahabat nya itu,ia bisa melihat terpukul nya Emely saat ini,ia pun tak bisa berbuat banyak dan mencoba menguatkan sahabat nya itu. dan mendukung Emely,apa pun keputusan yang akan Emely ambil.
"Sudah lah Emely,dia tidak mencintaimu,dia menikahi mu juga bukan karena dia mencintai mu,tidak perlu menangisi nya." Ucap Chelsea menguatkan sahabat nya yang terus menangis.
Emely pun mengangkat kepala nya dan mengusap air mata nya,mencoba tersenyum walau hati nya sakit.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung