
Emely pun terlihat malu dan duduk di tepi tempat tidur sembari meminum segelas susu nya,sembari mata nya melirik ke arah Kevin yang lanjut mengeluarkan pakaian dan memasukan ke dalam lemari.
Emely kembali muntah - muntah saat Sedang meminum susu di gelas nya.
Emely berlari kecil menuju ke WC dan memuntah kan susu yang ia minum. Kevin terlihat cemas melihat kondisi Emely. Ia pun menghampiri Istri nya dengan sebuah gelas air Putih.
"Apa kau baik - baik saja?." Tanya Kevin.
"Iya,hanya kepala masih terasa berat." Jawab Emely.
"Ayo minum ini dan Istirahat lah,kalau masih pusing aku akan memanggilkan dokter untuk mu." Kata Kevin.
Emely pun tersenyum lemah dan mengangguk.
Emely lalu berbaring untuk tidur di bantu Kevij setelah keluar dari kamar mandi,hanya butuh waktu beberapa saat Emely pun tertidur.
Kevin yang selesai membereskan pakaian melihat Istri nya tertidur pulas pun tersenyum,ia mendekati Istri nya dan mengecup kening Emely.
Kevin pun berbaring di samping Emely,Kevin memeluk tubuh Emely dengan hangat dan tertidur bersama.
Menjelang Malam.
Kevin sedang makan bersama Emely di meja makan.
"Aku tidak nafsu makan,nanti saja." Kata Emely sembari memegang dada nya yang merasa ingin mengeluarkan makanan yang baru saja telan sedikit.namun Emely mencoba melawan dan menahan agar tidak muntah.
Emely lalu beranjak berdiri dan berjalan ke jendela dan berdiri menatap keluar.ia merasa sangat sedih,karena disaat bulan madu nya,ia malah sakit seperti ini.
__ADS_1
Kevin yang sedang menikmati makanan nya pun ikut beranjak berdiri dan menghampiri Emely,ia memeluk dari belakang tubuh Emely membuat Emely terkejut.
"Apa yang kau pikirkan?." Tanya Kevin.
"Hanya memikirkan bulan madu kita,maaf aku harus sakit seperti ini." Ucap Emely.
"Tidak masalah,asal aku selalu bersama mu."Jawab Kevin.
Emely pun tersenyum dan tersipu malu mendengar jawaban Kevin.
Emely lalu membalikan badan nya dan kini ia dan Kevin saling berhadapan.
Emely menatap dengan lekat wajah Suami nya,begitu juga dengan Kevin dan senyuman menghiasi kedua nya. Kevin pun melayangkan Ciuman ke Bibir Istri nya dan mereka pun saling membalas Ciuman.
Ada dorongan di dalam hati yang membuat Emely tanpa malu - malu membalas Ciuman Kevin dan membuat Kevin merasa senang.
Sementara Kevin mengeluarkan Laptop nya untuk mengecek Email yang di kirim kan Bobi untuk nya.
saat sedang menatap layar monitor nya.
Ponsel Kevin berbunyi,Oliv menghubungi No WhatsApp nya.
"Oliv." Gumam Kevin sembari melihat Emely ,untuk memastikan Emely tertidur pulas.
Kevin pun keluar dari kamar untuk mengangkat telefon di koridor kamar hotel.
"Hallo Oliv,ada apa?." Kevin mengangkat telefon.
__ADS_1
"Kevin,kau dimana,aku ingin mengajak mu jalan,ayo temani aku ke Mall." Ajak Oliv yang tak mengetahui,kalau Kevin tidak ada di kota itu.
"Aku tidak Bisa. aku sedang sibuk." Jawab Kevin.
"Kau kenapa menghindari ku Kevin?,Sudah beberapa kali aku mengajak mu dan kau selalu menolak ku." Ucap Oliv.
"Maaf Oliv,mungkin lain waktu,aku tutup dulu telfon nya. aku sedang sibuk." Kata Kevin dan mematikan sambungan telefon nya.
"Kevin."
"Kevin." Panggil Oliv dan terbuang percuma karena Kevin sudah mematikan sambungan telfon dari nya.
"Ada apa dengan Kevin,dia benar - benar sudah berubah,apa dia berubah pikiran untuk menikahi ku." Gumam Oliv termenung sejenak.
Sementara Kevin masuk ke dalam kamar nya setelah ia mematikan sambungan telefon nya.
saat Masuk,Kevin menatap Emely yang tertidur pulas di tempat tidur.
"Maafkan aku Emely." Gumam Kevin,yang merasa bersalah karena belum bisa memberi tahu pada Oliv kalau diri nya sudah menikah.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung