Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
27 - Kerumah Keluarga Wijaya


__ADS_3

2 Pun berlalu.


Hari ini,Pak Broto sudah diizinkan pulang kembali ke rumah nya oleh dokter.


Dipagi itu pukul 10.00.


Emely bermaksud menjenguk pak Broto di rumah sakit,namun niat nya terurung kan di saat Jesica mengabari kalau Ayah nya sudah boleh pulang hari ini.


Emely dan Chelsea pun akan ke rumah sahabat mereka saja.


Saat sedang mengobrol di meja makan sembari menikmati sarapan mereka,Tiba - tiba Ayah Emely memasuki rumah,Ayah Emely baru pulang dari olahraga pagi bersama Supir nya Paman Joel.


"Selamat Pagi Anak - anak Papa." Sapa Pak Herlan dengan senyuman lebar di wajah nya.


"Pagi Paman." Saut Chelsea.


"Pagi Papa." Saut Emely juga.


"Papa Baru pulang olahraga?.Yuk sarapan dulu." Ajak Emely.


"Iya Nak." Jawab Pak Herlan sembari duduk untuk sarapan bersama Emely dan Chelsea.


"Duduk lah Paman Joel,jangan berdiri saja,kita sarapan bersama." Ajak Emely yang melihat Paman Joel berdiri di samping ayah nya duduk.


"Tidak perlu Nona,saya sarapan nya nanti saja." Balas Paman Joel.


"Duduk lah Joel,Ayo kita sarapan bersama." ajak Pak Herlan juga.


"Baiklah,Terimakasih Tuan" Paman Joel mengiyakan karena tidak enak menolak lagi.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Siang Harinya.


Emely pun sedang bersiap - siap untuk berangkat ke rumah sahabat nya itu.


Pak Herlan yang tidak sengaja lewat depan kamar Emely yang pintu nya tampak terbuka melihat putri nya sedang duduk depan cermin dengan pakaian rapi nya.Pak herlan pun menghampiri putrinya ke dalam kamar.


"Kamu mau kemana Nak?" Tanya Pak Herlan.


"Mau kerumah Jesica pa,sekalian Jenguk Paman Broto." Jawab Emely.


"Oh iya.Apa Papa boleh ikut?,Papa belum menjenguk Pak Broto saat,bagaimana keadaan nya?" Tanya Pak Herlan.


"Boleh kok Pa,Seperti nya sudah baikan,dia sudah keluar dari rumah sakit." Saut Emely tersenyum.


"Oke."


.


.


.


Rumah Keluarga Wijaya.


Emely dan Chelsea serta Pak Herlan sampai di halaman rumah keluarga Wijaya dan di sambut Jesica yang mengetahui sahabat nya sudah sampai di halaman rumah nya.


" Hallo Paman." Sapa Jesica saat melihat Pak Herlan keluar dari mobil.

__ADS_1


"Iya,Bagaimana keadaan Ayahmu?" Tanya Pak Herlan sembari memberikan keranjang berisi buah kepada Jesica dan Jesica pun mengambil nya.


"Papa Sudah baikan Paman,hari ini kami baru pulang dari rumah sakit,Ayo Masuk." Ajak jesica kepada Pak Herlan dan kedua sahabat nya.


Saat memasuki pintu rumah,Kevin berjalan keluar ingin melihat siapa yang datang dam Ia melihat Pak Herlan,serta Emely dan Chelsea.


"Selamat siang Pak Herlan." Sapa Kevin dan berjabat tangan.


" Siang juga Kevin,saya datang ingin menjenguk Ayah mu." Saut Pak Herlan tersenyum.


"Mari silakan Pak,Ayah saya sedang berduduk di taman belakang rumah." Ajak Kevin membuka jalan untuk Pak Herlan.


Pak Herlan pun berjalan ke arah yang di persilakan Kevin pada nya di ikuti Emely dan Chelsea serta Jesica.


Kevin yang masih berdiri mematung menatap Emely yang akan melintas di hadapan nya,Mereka pun sejenak saling bertatapan,Emely tampak Ragu - ragu menatap Kevin,tapi di saat sudah saling tatapan,Emely tampak sulit melepaskan tatapan nya.Hingga Emely pun dengam cepat mengalihkan pandangan nya ke depan dan Mengikuti langkah sahabat nya yang berjalan di depan nya menuju ke taman belakang.


Kevin pun juga mengikuti jalan orang - orang yang ada di depan nya,ia berjalan persis di samping Emely.


Saat sedang berjalan bersampingan.


Tiba - tiba jari tangan Kevin menyentuh jemari tangan Emely,membuat Emely tampak terkejut dan menarik tangan menjauhi tangan Kevin, sembari melangkah kan kaki nya lebih cepat agar bisa berjalan di samping sahabat nya yang berjalan di depan nya sebelumnya,Emely yang seketika menghindar Membuat Kevin tersenyum menahan tawa melihat Emely yang tampak terkejut dan segera menjauhi nya.


"Dia sangat lucu." gumam Kevin.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2