
Setelah acara lamaran di bicarakan dan Pak Herlan dan Emely menerima dengan baik lamaran Kevin.
Mereka pun mulai membicarakan tanggal pertunangan dan Pernikahan nya.
"Jadi kapan tanggal yang bagus untuk pertunangan dan pernikahan Pak Herlan?" Tanya Pak Broto.
Pak Herlal lalu melihat ke arah putri nya yang duduk di sebelah nya.Emely yang melihat Pak Herlan melihat nya pun heran dan Emely hanya mengangkat kedua alis nya,menanyakan apa yang ingin di bicarakan Pak Herlan.
"Tanggal pertunangan akan di lakukan minggu depan,tepat di hari ulang tahun putri ku Emely." Jawab Pak Herlan tersenyum dan menatap ke arah Pak Broto.
Pak Broto pun mengangguk tanda setuju dengan keinginan Pak Herlan.
Hari pun semakin larut.
Saat Keluarga Kevin sudah pamit pulang,Emely masuk ke kamar untuk mengganti pakaian tidur nya,ia pun keluar dan duduk di anak tangga sembari melihat ke langit - langit.
"Emely." Panggil Chelsea.
"Hei Chel."
"Kenapa belum beristirahat?" Tanya Chelsea.
"Belum ngantuk,kau juga kenapa belum tidur?"
"Aku tadi keluar mengambil minum dan melihat pintu terbuka,saat ku lihat,ternyata kau di luar."
"Aku tidak bisa tidur Chel."
"Mikirin Pertunangan dan pernikahan mu?" Tanya Chelsea.
Emely pun tersenyum melihat sahabat nya dan mengiyakan.
"Jangan terlalu di pikirkan Emely,kau akan sakit jika memikirkan nya terus." Kata Chelsea.
__ADS_1
"Iya Chel,aku akan berusaha."
"Baiklah,Ayo tidur." Ajak Chelsea dan Emely pun mengiyakan.
Keesokan harinya.
Emely ke tempat kerja nya bersama Chelsea untuk memberi tahu pada Bos nya,kalau mereka akan segera mengundurkan diri.
"Apa kamu sudah nyakin Emely akan berhenti bekerja?" Tanya Ken.
"Iya Kak."
"Dan kamu Chelsea,apa kamu sudah nyakin,kalau Emely Aku tahu dia akan segera menikah,tapi dengan mu?"
"Aku akan ikut Emely bekerja di perusahaan ayah nya kak Ken." Jawab Chelsea.
"Oh begitu,aku sebenarnya tidak ingin kalian berhenti bekerja,tapi mau gimana lagi."
"Baiklah kak Ken,kami pamit pulang dulu." Kata Emely.
Di luar ruangan Kak Ken,ada Endy yang dari tadi menguping.
"Emely,Chelsea." Panggil Endy.
"Iya En."
"Apa kau akan segera menikah?" Tanya Endy.
"Iya Endy. Aku juga akan mengundang mu,kau jangan tidak datang."Kata Emely tersenyum.
"Baiklah Emely." Jawab Endy tersenyum dengan terpaksa. Endy merasa sangat sedih saat mendengar Emely akan menikah,Wanita yang selama ini ia suka,akan segera menikah dengan orang lain.
Endy yang mengetahui Emely Dari keluarga kaya pun semakin mengurungkan niat nya untuk menyatakan Cinta pada Emely,karena merasa tidak sepadan.
__ADS_1
"Endy,aku minta maaf harus pulang duluan." Kata Emely.
"Baiklah,kalian hati - hati." Saut Endy.
"Yuk Chel."
"Kau duluan saja Emely,aku akan menyusul." Kata Chelsea.
"Baiklah."
Emely pun berjalan keluar dari toko bunga itu lebih dulu.
"Apa ada yang ketinggalan?" Tanya Endy.
"Ti - tidak,Em...Endy,apa kau mau menemaniku ke Coffe Shop?" Tanya Chelsea.
"Kapan?"
"Nanti malam."
"Baiklah." saut Endy.
"Jam 7 aku menunggu mu menjemputku dirumah." Kata Chelsea dan Endy pun mengiyakan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung