
Kepala Pelayan Ema yang mengikuti dari belakang dengan cepat membuka sebuah kamar yang akam di tuju Pak Herlan.
"Ini kamar kamu Emely." Kata Pak herlan dan masuk ke dalam di ikuti Emely.
Sementara Chelsea sudah di antar oleh kepala Pelayan ke kamar nya yang terletak di sebelah kamar Emely.
"Besar sekali Pa,Emely tidak butuh kamar sebesar ini." Kata Emely yang melihat kamar nya terlalu besar untuk nya.
"Ini kamar Cocok untukmu nak,apa lagi nanto kamu akan menikah dengan Kevin,kalian akan butuh kamar sebesar ini." kata Pak Herlan.
"Kevin?"
"Bukan kah aku akan pulang kerumah nya Kevin pa setelah aku menikah nanti?" Tanya Emelu dengan heran,karena yang ia tahu,setiap perempuan yang sudah menikah akan tinggal di rumah suami nya.
"Papa akan bicara dengan Kevin soal itu,dia pasti mau untuk tinggal disini." jawab Pak Herlan.
Emely pun terdiam,ia berfikir Kevin tidak mungkin mau tinggal di sini.
"Dan ini lemari nya." Kata Pak herlan dan membuyarkan lamunan Emely.
__ADS_1
Pak Herlan membuka lemari besar itu dan terlihat begitu banyak Dres dan juga sepatu serta tas yang begitu bagus di dalam lemari itu dan membuat Emely menelan ludah melihat isi lemari itu.
"Ini baju siapa Pa?" Tanya Emely.
"Tentu saja punya mu Nak,bajunya Papa minta Sekertaris Papa yang membeli nya." Jawab pak Herlan.
"Papa,Papa Tidak perlu membeli sebanyak ini dan menghabiskan uang Papa untuk membeli semua ini." Kata Emely yang merasa Ayah nya sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli semua ini.
Emely selama ini yang begitu mandiri san menghemat untuk memikirkan masa depan nya selama ini merasa sangat sedih saat melihat uang ayah nya di habiskan untuk membeli semua ini.
"Tidak apa - apa Nak,Ini tidak seberapa,Papa akan mengabulkan apa pun yang ingin kamu capai Nak,Papa mencari uang semua ini hanya untuk kamu." Jawab Pak Herlan dan membuat Emely tersenyum dan memeluk Ayah nya itu.
"Terimakasih Pa." Kata Emely.
Saat Emely masuk ia melihat Chelsea sedang berbaring di tempat tidur nya,ia sangat senang dengan kamar baru nya yang begitu luas dan cantik.
"Bagaimana Chelsea,apa kau suka kamar mu?" Tanya Pak Herlan.
"Iya Paman,aku sangat suka,terimakasih Paman,aku pasti akan betah tinggal disini." Kata Chelsea dan berlari pelan mendekati Pak herlan yang berdiri di ambang pintu dan lansung memeluk Pak Herlan.
__ADS_1
"Itu yang Paman ingin kan,Kamu dan Emely bisa betah disini." saut Pak herlan.
"Kamar mu sangat bagus Chel." Kata Emely.
"iya Emely,sangat enak dan luas,aku suka sekali." Jawab Chelsea yang kegirangan.
"Papa tinggal dulu ya,Papa mau istirahat,Kalian juga istirahat lah dulu,nanti siang kita makan siang bersama,jangan lupa untuk memakai pakaian yang Papa belikan untuk kalian." Kata Pak Herlan yang ingin Emely dan Chelsea memakai Dres yang sudah ia siapkan dilemari,agar terlihat seperti putri Kolomerat,karena ia melihat Pakaian Emely dan Chelsea sudah pudar dan terlihat seperti baju yang sudah lama.
"Emely dan Chelsea pun mengiyakan dan tertawa karena mengerti maksud dari Ayah nya.
Emely dan Chelsea selama ini memang sangat jarang membeli baju,mereka lebih memilih menabung dari pada menghamburkan uang untuk membeli pakaian.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung