
"Kau lihat Nona,pecundang ini menghubungi mu,Dia yang menikahi kamu demi kekayaan Ayah kamu,bersyukurlah kau segera tahu,jadi saya juga tidak perlu susah - susah menyingkirkan dia lagi." Kata Supir ayah Emely itu. Ia lalu menghancurkan ponsel Emely dengan menginjak - injak hingga hancur berkeping
Emely pun hanya diam saja,dengan perasaan takut bercampur sedih membuat nya tak mampu berkata apa pun lagi.
Paman Joel pun menutup kembali pintu belakang mobil itu dan kembali masuk ke kursi nya dan kembali menjalan kan mobil nya.
Di jalan,Emely melihat sekitaran berharap ada yang lewat dan ia bisa berteriak,tapi percuma saja,jalanan itu sangat sepi dan hutan.
"Tenang saja Nona,saya akan segera membawa anda ketempat yang indah dan kamu bisa beristirahat dengan tenang,tidak perlu lagi menangis hal yang tidak penting." Kata Paman Joel.
"Aku harus bagaimana ya Tuhan." Gumam Emely yang melihat Paman Joel yang di kenal pendiam tiba - tiba mengoceh dari tadi.
Emely pun terpikirkan untuk turun dari mobil dengan cara melompat,perlahan ia mencoba membuka kunci pintu mobil agar muda ia kabur.
"Kamu pasti bisa Emely." Gumam Emely menyemangatkan diri nya untuk melompat dan turun dari mobil yang sedang melaju.
Bluk.
Paman Joel mendengar pintu terbuka dan ia membalikan badan melihat Emely sudah tidak ada di belakang.
"Sial." Ucap Pria itu.
Emely yang melompat ke rumputan,Meski jatuh ke rumput,Emely masih terluka karena tersentuh sedikit jalanan aspal dan juga semak - semak kayu yang tajam.
Dengan tangan yang masih terikat,Emely melihat mobil Pria itu berhenti,dengan cepat Emely segera bangkit berdiri dan berlari ke arah hutan.
__ADS_1
Paman Joel yang turun segera mengeluarkan senjata nya menembak beberapa kali ke arah Emely,dari sekian kali tembakan,Tak ada satu pun yang mengenai Emely karena Emely sudah sangat jauh dan suasana jalan yang gelap.
Ditembakkan terakhir ,Paman Joel sekali lagi menembak ke arah Emely dan berhasil mengenai pergelangan tangan Emely,Seketika Emely tersungkur,menangis dan menjerit seketika.
Paman Joel tertawa mengetahui tembakan peluru terakhir nya mengenai Emely,tapi Emely masih bisa berdiri dan melanjutkan berlari nya meski dengan tergopoh-gopoh .
Karena merasa Emely sudah pasti akan mati kehabisan darah di dalam hutan dan tidak ada siapa pun yang melintasi jalan ini,membuat Paman Joel tak lagi mengejar nya,ia memandangi Emely berlari ke dalam hutan yang lebat itu.
"Terus lah berlari Nona,nanti para hewan buas akan mengakhiri penderitaan mu." Ucap Paman Joel dengan sinis.
.
.
.
.
Kevin kembali ke rumah,karena berfikir Emely akan kembali ke rumah,tapi Kevin tidak menemukan Emely.
Saat Kevin masuk ke rumah,Pak Herlan menghampiri Kevin.
"Kenapa kamu tidak mengejar Putri ku dan membawa nya pulang?,Apa dia tidak berharga untuk mu karena saya yang memaksa mu menikahi nya?." Tanya Pak Herlan saat Kevin memasuki pintu utama.
Ucapan Pak Herlan membuat Kevin tahu kalau Emely tidak kembali.
__ADS_1
"Emely tidak ada Dirumah itu Pa. aku kembali lagi,aku pikir dia ada disini." Ucap Kevin.
Tiba - tiba ponsel Pak Herlan Berbunyi saat Pak Herlan yang baru saja mendengar jawaban Kevin.
"Ada Apa Joel?." Jawab Pak Herlan mengangkat telefon dari Joel.
"Tuan,saya minta maaf,tadi dalam perjalanan menuju kerumah istri anda,Nona Emely tiba - tiba meminta turun di tepi jalan dan naik Taxi entah kemana sambil menangis. Saya sudah mencarinya sejak tadi,tapi dia tidak ada Tuan." Jelas sang supir berbohong.
"Apa?,kenapa kamu biarkan dia pergi?." Pak Herlan terkejut.
"Maaf tuan,saya sudah menahan nya,tapi nona Emely bilang ia ingin sendiri." Jawab nya lagi.
"Cepat kembali,kita cari sama - sama." Kata Pak Herlan dengan tegas dan mematikan sambungan telefon nya.
"Ada apa Pa?." Tanya Kevin.
"Ini semua gara - gara kamu Kevin,Emely pergi tidak tahu kemana mengunakan Taxi sembari menangis,segera temukan putri saya,kalau terjadi sesuatu pada nya,kau akan terima akibat nya." Ancam Pak Herlan,sembari duduk di sofa memikirkan putri nya,sembari menunggu supirnya kembali.
Kevin yang mendengar sangat kaget dan segera kembali keluar rumah untuk mencari Emely,sementara Pak Herlan bersama Paman Joel mencari Emely.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung