Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
35 - Cerita Chelsea


__ADS_3

Pak Herlan lalu mengajak Emely untuk makan malam saat melihat Chelsea keluar dari kamar.


"Ayo Nak,kita makan dulu,itu Chelsea sudah keluar." Kata Pak Herlan dan Emely pu mengiyakan.


Chelsea yang sudah lebih dulu duduk di kursi meja makan ikut senang melihat kedekatan Emely dan Ayah nya,pemandangan ini membuat Chelsea teringat kepada Alm Ayah dan Ibu nya yang meninggal karena kecelakanaan.


•••


Selesai makan.


Chelaea bersantai di teras rumah bersama Emely,Mereka berdua duduk di anak tangga sembari melihat langit - langit malam ini yang di penuhi bintang.


"Enak ya Emely,punya ayah,aku jadi rindu pada Ayah ku dam juga Ibu ku ketika melihat kau dan Papa mu bersama." Kata Chelsea sembari mata nya melihay kelangit - langit.


Emely lalu melihat sahabat nya yang duduk di samping nya,ia bisa melihat ada kesedihan di mata sahabat nya.


"Kau Bisa menganggap Ayah ku sebagai ayah mu juga Chel,bukan kah kita berdua saudara?" Kata Emely dan mrmbuat Chelsea melihat Emely yang sedang memandangi nya.


"Emely." Kata Chelsea dan lansung memeluk sahabat nya itu.


Tiba - tiba pak Herlan datang. " Itu benar Chelsea,Paman sudah menganggap kamu seperti putri Paman sendiri sama seperti Emely,Paman tidak pernah membedakan kalian." Kata Pak Herlan dan duduk di samping Chelsea sembari mengelus kepala Chelsea.


"Iya Paman,Aku tahu Paman sudah menganggapku seperti putri Paman,aku bisa merasakan nya,karena Paman tidak pernah membedakan kami." Saut Chelsea tersenyum.


"Jadi kapan kalian akan bekerja di kantor Papa?,Bagaimana kalau besok ikut lah papa ke kantor untuk melihat - lihat lebih dulu." Kata Pak Herlan.


Emely dan Chelsea saling bertatapan sejenak,mereka tersenyum dan mengiyakan ajakan Pak Herlan untuk coba berkunjung ke kantor dulu.


"Aku kedalam dulu ya,aku akan potongkan buau untuk kita ngemil malam ini." Kata Emely beranjak berdiri.


"Biar pelayan saja nak." Saut Pak Herlan.


"Aku sendiri saja Pa,Aku Bisa kok." Kata Emely sembari berjalan masuk kembali ke dalam rumah.


Emely masuk ke dalam rumah dan hanya ada Pak Herlan dan Chelsea yang duduk di tangga.

__ADS_1


"Nak."


"Iya Paman."


"Kalau Paman boleh tahu,dimana Ayah dan Ibu mu?" Tanya Pak Herlan.


"Ayah dan Ibu ku sudah lama meninggal karena kecelakaan paman,waktu itu aku masih sekolah SMP kelas 1,Aku pun tinggal bersama nenek ku,hidup kami pas - pasan,saat masuk SMA Nenek ku meninggal,saat itu aku binggung harus bagaimana,tapi aku bersyukur punya Tante Mila ( Ibu nya Emely ) selalu perduli pada ku dan mencukupi keperluan ku." Jawab Chelsea.


"Lalu kenapa kamu tidak tinggal sama Istri ku?" Tanya Pak Herlan.


"Aku sempat disini paman beberapa bulan,tapi aku pikir,aku harus mandiri dan memutuskan untuk ngekost yang dekat dengan tempat kerja paru baya ku saat itu,saat Tante Mila tiada,aku sudah berjanji dalam hati ku,aku akan menjaga Emely dan hidup bersama apa pun yang terjadi." Jelas Chelsea lagi.


"Apa cita - cita mu Nak?, Apa yang ingin kamu capai?" Tanya Pak Herlan tiba - tiba dan membuat Chelsea agak heran,namun tetap ia menjawab.


"Cita - cita ku sama dengan Emely Paman,kami ingin membuka toko Asesoris dan Kosmetik. Kami sering menabung bersama,tapi akhir nya di pakai terus,karena kami suka makan." Kata Chelsea dan tertawa mengingay ke konyolan nya dan Emely.


"Itu benar Pa,tapi kami menikmati bekerja di toko bunga itu,asal kami selalu bersama." Sela Emely yang datang dengan piring berisi buah.


Chelsea dan Emely pun saling bertatapan sejenak dan tiba - tiba tertawa saat mengingay lagi banyak hal konyol yang sudah mereka lalui.


•••


Hari pun semakin larut.


Emely Pun masuk ke kamar nya untuk beristirahat.


Tiba - tiba ponsel nya berbunyi,Emely pun meraih ponsel nya yang di letakan di atas meja dan melihat nomor tidak di kenal menghubungi nya.


Emely lalu mencoba mengangkat nya tanpa berkata apa pun.


"Selamat malam." sapa terdengar dari suara itu.


"Siapa ya?".


"Kau tidak mengenal suara,kau juga tidak menyimpan nomor ku." Kata nya lagi.

__ADS_1


"Kau Kevin?"


"Iya."


"Kau kenapa menghubungi malam - malam?"


"Apa tidak boleh,kau kan ke kasih ku."


"Iya terserah kau saja,dari mana kau mendapatkan nomor ku?,kamu bahkan tidak pernah meminta pada ku?" Tanya Emely heran.


"Jangankan tahu nomor mu,hati mu pun aku tahu,aku akan menunggu jawaban mu besok." Kata Kevin lagi.


"Kenapa cepat sekali?,kau selalu memaksa."Jawab Emely dengan nada kesal.


"Tidur lah,ini sudah malam." Kata Kevin tanpa menghiraukan perkataan Emely lagi dan segera mematikan sambungan telefon nya.


Saat telefon terputus Emely langsung merebahkan tubuh nya di tempat tidur dan meletakan ponsel dan kedua tangan nya di dada nya.


Menatap langit - langit Ia terfikirkan sosok Kevin yang akan segera meminta jawaban nya,dengan nafas yang terasa ngos - ngosan,Emely dilema malam ini,karena khawatir Kevin benar akan datang besok untuk mempertanyakan keputusan nya.


"Apa aku harus menerima nya,oh Tuhan,aku benar - benar binggung." Gumam Emely.


.


.


.


.


.


Bersambung


Bantu Like dan Vote nya ya teman - teman.🙏

__ADS_1


__ADS_2