Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
64 - Ulang Tahun Chelsea


__ADS_3

Mobil Kevin dan Pak Herlan pun memasuki sebuah Coffe shop yang sangat luas dan sudah dihiasi banyak balon dan bunga membuat Itu terlihat ada acara besar.


"Tempat apa ini." Gumam Emely yang melihat Resto ini belum punya plang.


Para tamu pun sudah datang terutama Endy dan teman - teman kerja Chelsea dan Emely dulu.


"Selamat Ulang tahun Chelsea." Sambut Para Tamu,Saat Chelsea memasuki Pintu utama.


Chelsea menutup mulut nya dengan kedua tangan nya,ia merasa terharu dan air mata pun menetes.


"Selamat ulang Tahun Nak." Kata Pak Herlan.


"Makasih Paman." Saut Jeslin dan memeluk Pak Herlan yang sudah di anggap seperti ayah sendiri.


"Selamat ulang tahun Chel." Kata Emely.


"Kau ini,pandai merahasiakan semua ini,Tapi terimakasih Emely." Saut Chelsea dan mencubit Pipi Emely lalu memeluk nya dengan erat.


"Aku memang tidak tahu soal ini,Papa dan Kevin yang merencanakan nya." Jawab Emely.


"Benar kah,Kevin,Paman terimakasih untuk semua ini,maaf membuat kalian repot,seharus nya kalian tidak perlu melakukan ini."Kata Chelsea.


"Tidak masalah kau juga saudara Emely dan saudara bagi ku juga. Selamat ulang tahun ya." Kata Kevin dan Chelsea pun tersenyum.


Jesica pun menghampiri sahabat nya dan memeluk nya serta memberi selamat.


"Ayo,tiba saat nya meniup lilin." Ajak Jesica.


Nyanyian dan tepuk tangan pun mengiring Chelsea meniup Lilin dan potong Kue.

__ADS_1


"Chelsea,Paman tidak tahu harus memberi mu hadiah apa,jadi Paman memberi mu Coffe Shop ini sebagai hadiah nya. bukan kah kamu bilang kau ingin membuka Resto dan Caffe,jadi Paman memberikan semua ini untuk mu,semua perlengkapan Kursi meja,dan alat - alat dapur sudah Paman siap kan,tinggal kamu saja yang mengelola nya." Jelas Pak Herlan.


"Paman,tapi ini terlalu berlebihan." Kata Chelsea.


"Tidak,Paman sudah bilang, kamu sudah seperti anak paman." Kata Pak Herlan.


"Terimakasih Paman." Kata Chelsea dan kembali memeluk.


Selesai acara.


Chelsea sedang meminum Jus menemani teman - teman nya mengobrol. tiba - tiba Mata nya tertuju pada Endy yang berdiri sendirian.


Chelsea pun menghampiri Endy yang baru iya lihat kehadiran nya.


"Endy." panggil Chelsea.


"Hai Chel,selamat ulang tahun Chelsea." Kata Endy mengulurkan tangan.


"Ini untuk mu Chel." Endy memberikan sebuah kotak perhiasan.


Chelsea pun membuka dan melihat sebuah Kalung perak di dalam nya.


"Maaf baru bisa membelikan Perak untuk mu." Kata Endy.


"Bagus Sekali,Makasih Endy,aku pasti akan memakainya." Jawab Chelsea kegirangan.


"Benarkah?,kau menyukai nya?." Tanya Endy.


"Tentu saja,ini sangat bagus,apa kau mau memakaikan nya pada ku?."Tanya Chelsea dan Endy pun mengangguk.

__ADS_1


Endy lalu mengalungkan kalung itu di leher Chelsea.


Emely yang sedari tadi bersama Kevin melihat ke mesraan Chelsea dan Endy.


"Mereka pasti sudah jadian." Kata Emely.


"Kau Cemburu?." Tanya Kevin.


"Tidak,untuk apa aku cemburu,aku malah senang kalau Chelsea dengan Endy,karena Endy pria yang baik." Kata Emely.


"Aku juga baik." Saut Kevin.


"Iya - iya,aku tahu." Jawab Emely.


"Apa kau juga ingin aku memberikan kalung seperti itu pada mu?." Tanya Kevin.


"Apa memberi sesuatu pun harus bertanya lebih dulu." Ketus Emely.


Kevin pun hanya tersenyum merespon letusan Emely.


Selesai acara semua pun pulang kembali kerumah,Keesokan hari nya,Chelsea memutuskan untuk segera berhenti dari kantor pak Herlan,untuk mulai mempersiapkan Restoran nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2