Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
78 - Kesedihan Kevin


__ADS_3

3 Hari sudah berlalu.


Kabar Emely belum juga terdengar,Pak Herlan sangat sedih memikirkan keberadaan putri nya saat ini. begitu juga dengan Kevin,ia tidak fokus bekerja dan menghabiskan beberapa hari di jalan untuk mencari Istri nya.


Brosur orang hilang pun sudah di bagikan Chelsea dan Jesica untuk mengetahui dimana keberadaan Emely.


Karena pak Herlan yang mendiami Kevin,membuat Kevin lebih memilih ke rumah orang tua nya dan menginap di sana.


Siang hari Kevin duduk di ruang tamu untuk beristirahat sejenak,sebelum ia kembali mencari Emely.


"Kamu benar - benar sudah membuat Papa dan Mama kecewa Kevin,bisa - bisa nya kamu jalan dengan wanita lain dan membohongi istrimu." Ucap Pak Broto kesal saat Kevin datang dan duduk di ruang tamu bersama istri dan putri nya Jesica.


"Percuma saja kakak dan Oliv sudah tidak bersama hari ini,Emely sudah pergi dan menghilang,kalau kakak jujur dari awal pada Oliv,mungkin kejadian tidak seperti ini,kalau terjadi apa - apa pada Emely,aku tidak akan memaafkan mu." Marah Jesica dan beranjak pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk ke kamar nya.


Kevin hanya terdiam mendengar Omelan dari ayahnya,karena ia merasa memang pantas ia menerima nya.


"Sudah lah Pa,kasihan Kevin,dia juga sudah mengakui kesalahan nya dan berusaha menemukan Emely,bukan kah sebaiknya Emely ketemu dulu." Ucap Bu Soraya.


"Iya,sudah menjadi kewajiban nya menemukan Emely, kau harus temukan dia." Ketus Pak Broto yang sudah sangat kecewa dengan Kevin dan ikut meninggalkan ruang tamu.


Bu Soraya melihat kesedihan di wajah putra nya,dan wajah keputusaan .


"Sudah lah Vin,Mama percaya Emely akan kembali,asal kamu juga semangat mencari dia." Ucap Bu Soraya.

__ADS_1


"Iya Ma,kalau begitu Aku pergi dulu." Kata Kevin datar dan berjalan keluar dari rumah.


"Dimana kamu Emely?,aku merindukan mu." Gumam Kevin di jalan sambil menyetir dan melihat ke kiri dan ke kanan.


Kevin berhenti di sebuah rumah yang adalah milik Bobi,karena Bobi akan menemani nya mencari Emely.


"Apa kau sudah mencari tempat yang di beri tahu Supir mertua mu?." Tanya Bobi saat di jalan.


"Sudah,sudah berkali - kali aku ke sana dan tak menemukan Emely." Jawab Kevin.


"Apa kau tak merasa curiga dengan Supir itu,apa jangan - jangan dia tahu dimana Emely." Kata Bobi.


"Aku memang sempat mencurigai nya,kemarin aku mengikuti nya,tapi tidak ada hal yang mencuriga kan." Jawab Kevin.


"Entah lah,tapi kalau aku berkata seperti itu pada Pak Herlan,dia mungkin saja tidak akan percaya,laki - laki itu pendiam dan sudah bekerja sangat setia dengan nya hingga belasan tahu,ucapan ku pasti tidak akan memengaruhi nya untuk sependapat dengan kita." Kata Kevin.


"Iya Benar." Saut Bobi.


"Tapi,ada sedikit saja kabar tentang Emely,kita tidak boleh lansung memberitahu mereka. tapi aku masih berharap Emely benar - benar hanya ingin menyendiri dan tidak terjadi sesuatu pada nya." Ucap Kevin dan Bobi pun mengangguk.


Bobi melihat harapan besar Kevin ingin menemukan Emely,membuat Bobi merasa kasihan pada sahabat nya itu.


Saat dijalan sambil melihat sekitaran jalan, Tiba - tiba ponsel Kevin berbunyi,Kevin mengambil ponsel di saku celana nya dengan tidak bersemangat,sembari menghentikan mobil nya di tepi jalan.

__ADS_1


"Siapa lagi ini yang menghubungi ku." Ucap Kevin kesal melihat nomor baru yang sangat menganggu di kala kekacauan hati nya saat ini.


"Mungkin saja itu penting." Kata Bobi.


"Hallo." Kevin mengangkat telefon.


Telefon dari seseorang itu ternyata sangat penting untuk nya. Kevin yang mendengar telefon itu dengan cepat menjalan kan mobil nya ke sebuah tempat saat mematikan sambungan telefon nya.


Dengan penuh kesadaran dan kertekejutan saat mendapatkan telefon itu membuat Kevin dengan cepat menuju ke tempat yang sudah di beritahu.


.


.


.


.


Bersambung


Nanti lanjut lagi ya,jangan lupa kasi suka dan Vote nya ,dukung saya agar semakin semangat Nulis nya😁


Terimakasih .

__ADS_1


__ADS_2