
Emely lalu menarik tangan Chelsea dan masuk ke dalam kamar nya.Sementara Pak Herlan dan Kevin melanjutkan Obrolan mereka.
"Ada apa Si Emely?,kok masuk kamar,seharus nya kamu temani Kevin." Ucap Chelsea saat di tarik masuk ke dalam kamar.
"Sutttttt. hati ku lagi kacau Chel,aku gugup saat berada disana." Ucap Emely sembari duduk di samping tempat tidur nya dan menutup wajah nya dengan bantal untuk menghilang kan rasa gugup nya.
"Iya,kacau kenapa si?,dicium Kevin?" Tanya Chelsea.
"Lebih parah dari itu." Saut emely yang masih terus menutup wajah nya dengan bantal.
"Apa Jangan - jangan kau dan Kevin tadi dalam perjalanan pulang kalian..." Ucap Chelsea lagi terkejut.dan mencoba menebak apa yang terlintas di pikiran nya.
Emely lalu membuka bantal yang ia tempel kan di wajah nya,dengan wajah cemberut ia menatap sahabat nya.
"Berfikir lah dengan baik,kau pikir aku wanita seperti itu."Ucap Emely.
"Iya terus apa?,jangan buat penasaran dong Emely." Balas Chelsea.
"Kevin melamar ku." kata Emely sembari merebah kan tubuh nya di tempat tidur.
"Apa..." Teriak Chelsea seketika.
"Sutttttt,jangan teriak - teriak." Balas Emely yang kembali duduk sembari melemparkan bantal ke sahabat nya yang berteriak.
"Hehe ,Maaf keceplosan,aku kaget." Jawab Chelsea tersenyum.
"Tapi aku sangat senang mendengar kabar Ini Emely,akhir nya kau akan menikah juga,jadi kapan dia akan datang melamarmu bersama keluarga nya?" Tanya Chelsea lagi.
__ADS_1
"aku belum menerimanya Chel." Saut Emely tertunduk.
"Kenapa?."
"Aku hanya merasa aneh saja,Kenapa secepat itu dia mengajak ku berpacaran lalu menikah." Jawab Emely.
"Menurut ku,mungkin saja dia tipe cowok yang gak suka main - main,dia suka nya lansung,merasa cocok ok,lansung di ajak nikah." Pendapat Chelsea.
"Emang nya ada orang seperti itu.?" Tanya Emely.
"Kita tidak pernah tahu kan diluar sana pasti banyak." Balas Chelsea.
" lagian Dia laki - laki yang baik Emely,dia bahkan ramah dan sayang keluarga nya,dia pasti akan menyayangi mu juga,saat kau menjadi istri nya nanti." Kata Chelsea.
"Aku masih memikirkan itu Chel." Balas Emely.
Saat Chelsea keluar dari kamar,ia sudah tak melihat Kevin ada di ruang tamu.dan ia melihat Pak Herlan masuk dari pintu utama.
"Paman,Kevin sudah pulang?" Tanya Chelsea.
"Iya nak,Paman mengantar nya sampai depan tadi,bagaimana dengan Emely,dia sedang apa?" Tanya Pak Herlan.
"Di kamar Paman lagi baring - baring."
"Baiklah,kamu mandi dan segera makan lah,ini sudah mau malam." Kata Pak Herlan dan Chelsea pun mengiyakan lalu berjalan pergi dari hadapan Pak Herlan,sementara Pak Herlan mengetuk pintu kamar dan masuk.
"Nak."
__ADS_1
"Eh Papa."
"Nak,duduk la di ruang tamu,Papa ingin bicara" Ajak Pak Herlan dan emely mengiyakan.
Diruang tamu.
"Papa mau bicarakan soal Kevin ya,Emely sedang tidak ingin di paksa,Emely akan memikirkan nya lagi.Pernikahan kan bukan buat main - main." Ketus Emely yang sudah lebih dulu menebak apa yang ingin ayah nya bicara kan.
"Emely,Papa tidak mau memaksa kamu untuk menerima Kevin sebagai suami kamu,tapi Papa ingin bercerita sedikit pada mu nak.
Kevin sangat lah Papa kenal,saat dia kecil perusahaan Papa sudah bekerja sama dengan keluarga ny,Papa juga melihat ada sosok pekerja keras dan rasa tanggung jawab pada dirinya.dia juga baik dan muda bersosialisasi dengan orang - orang di sekitar nya,dia menyayangi keluarga nya.Papa akan merasa tenang jika dia bisa menikah dengan kamu Emely,Papa sangat nyakin dia akan bisa menjaga mu,dimasa tua Papa,hanya kebahagiaan kamu yang menjadi Prioritas Papa saat ini." Kata Pak Herlan.
"Papa.Terimakasih papa sudah mencintai ku dan Mama.aku sangat beruntung mempunyai Papa." Kata Emely sembari memeluk lengan tangan Pak Herlan.
"Soal Aku dan Kevin,aku akan mempertimbangkan nya Pa,aku juga tahu dia laki - laki yang Baik." Lanjut Emely.
"Baiklah Nak,terserah kamu saja.Papa akan menerima apa yang menjadi keputusan mu."jawab Pak Herlan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung