Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
48 - Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

"Oh,apa karena itu kau cepat sekali melamar Emely,kalau benar,kau berarti sudah kerterlaluan,kau ternyata Matre juga." Kata Bobi tertawa kecil.


"Apa kau pikir,aku orang seperti itu?" Tanya balik Kevin.


"Tidak,Selama aku berteman dengan mu,kau bukan pria yang seperti itu.lalu apa yang mendorong mu ingin menikahi Emely?" Tanya Bobi lagi.


"Aku punya alasan untuk itu,nanti kau juga akan tahu." Jawab Kevin.


"Baiklah,lalu bagaimana dengan Oliv?,Apa dia tahu kau sudah bertunangan." Tanya Bobi lagi.


"Tidak,dia tidak tahu,tapi dia juga tidak ada di sini,dia masih di amerika,dia tidak perlu tahu." Jawab Kevin.


"Ketika dia pulang nanti,Apa kau akan meninggalkan Emely dan Kembali pada nya?"Tanya Bobi lagi dan membuat Mood Kevin mulai berubah tidak senang.


"Aku sedang sibuk,keluar lah." Kata Kevin.


"Tapi kau belum menjawab ku." Balas Bobi memaksa dan tersenyum karena melihat wajah sahabat nya yang sudah kesal.


•••


Di tempat lain.


Emely sampai di perusahaan Ayah nya dengan kemeja putih dan sebuah Rok sepanjang lutut,membuat Emely sudah seperti wanita Karir.


Ia terlihat sangat cantik pagi ini.


"Selamat pagi Pak,Nona." Sapa Amelia dengan wajah menahan malu karena selalu teringat dengan cara bicara nya yang sangat sombong dulu pada Emely.


Namun sapaan Amelia tidak mendapatkan balasan dari Emely.


"Pagi Pak,Pagi Nona." Sapa seorang pria bernama Alex.


"Pagi,Kamu bantu lah kedua putri ku untuk belajar tentang perusahaan,aku percayakan pada mu Alex." Kata Pak Herlan.


"Baiklah pak." Jawab Alex dengan sopan.

__ADS_1


Alex adalah karyawan terpercaya Pak Herlan yang di kenal rajin dan pandai.


Alex pun mulai mengajar kan Emely dan Chelsea di bantu Amelia.


Menjelang siang,Emely masih di depan laptop memperlajari tugas - tugas nya.


Tok


Tok


"Nona Emely." Panggil Alex.


"Panggil saja Emely." Kata Emely.


"Baiklah." Jawab Alex.


"Ayo kita makan siang dulu,ini sudah siang." Ajak Alex.Emely pun melihat pergelangan jam yang melingkar di tangan nya.


"Apa Chelsea masih lama?" Tanya Emely,karena Chelsea sedang menemani Amelia keluar membeli sesuatu.


"Oh begitu ya,baiklah."Jawab Emely dan beranjak berdiri untuk ke kantin bersama Alex.karena ia pun tidak tahu dimana letak kantin.


"Apa Papa sudah makan?"Guman Emely saat teringat pada Ayah nya.


"Tunggu sebentar Alex,aku akan ke ruangan ayah ku dulu." Kata Emely dan alex pun mengiyakan.


Tok


Tok


Emely mengetuk pintu ayah nya dan masuk setelah mendapat Izin dari ayah nya.


"Papa."


"Iya Nak,ada apa?,Apa kau sudah makan siang?" Tanya Pak Herlan.

__ADS_1


"Justru aku ingin mengajak Papa Makan di kantin." jawab Emely.


"Kau dengan siapa?"


"Dengan Alex."


"Kamu pergilah dengan Alex Nak,Papa sudah makan,tadi di bawakan oleh OB,papa sedang ada janji dengan Kevin." Jawab Pak Herlan.


"Kevin?,baiklah Pa,kalau gitu aku pergi dulu." Kata Emely dan Pak Herlan pun mengiyakan dan tersenyum.


Emely lalu kembali keluar dan Alex tampak sedang duduk menunggu Emely.


"Maaf lama." Kata Emely.


"Tidak apa,Ayo." Saut Alex.


Emely dan Alex pun masuk ke Lift untuk turun kelantai dasar,dimana letak kantin itu berada,di dalam Lift Emely mengobrol dengan Alex tentang perusahaan.


Saat pintu Lift terbuka,Emely terkejut saat melihat Kevin berdiri menunggu Pintu Lift terbuka.


"Pak Kevin."Sapa Alex sembari keluar dari Lift,namun tak mendapat jawaban.


Sementara Emely tampak kaget dan tak tahu harus berkata apa.


Kevin menatap Emely dengan tatapan tajam dan masuk ke dalam Lift tanpa berkata apa pun.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2