
Kevin menatap Emely dengan tatapan tajam dan masuk ke dalam Lift tanpa berkata apa pun.
Kevin dan Emely saling bertatapan sesaat sebelum pintu Lift tertutup dan menelan Kevin dari hadapan nya.
"Apa dia sedang marah pada ku?" Tanya Emely dalam hati.
"Emely." Panggil Alex membuyarkan lamunan Emely.
"Eh Iya." saut Emely.
"Ayo ke kantin." Ajak Kevin dan Emely pun mengiyakan.
•••
Dikantin
Emely dan Kevin meminun jus sembari menunggu makanan pesanan mereka datang.
"Emely,apa kau dan pak Kevin sedang bertengkar?." Tanya Alex.
"Ti - Tidak." Jawab Emely.
"Lalu kenapa kalian tadi bertemu di lift tidak saling menyapa?" Tanya Alex.
"Dia memang selalu bersikap seperti itu pada ku,jadi aku tidak tahu harus bagaimana bersikap terhadap nya." Jawab Emely.
"Oh begitu." Saut Alex yang tak ingin terlalu banyak bertanya.
Selesai makan siang.
__ADS_1
Emely pun kembali ke ruangan nya.ruangan Emely yang berhadapan dengan ruangan Ayah ny Membuat Emely penasaran apa yang di lakukan Kevin disini.
Sebelum masuk,mata Emely melihat Kaca dinding dan melihat Kevin masih mengobrol dengan Ayah nya.
Saat sedang melihat dari balik kaca,Emely lekas ke ruangan nya saat ia melihat Kevin bangkit berdiri dan seperti akan keluar dari ruangan itu.
Emely pun akan duduk setelah ia masuk ke ruangan nya,namun ia terkejut saat mendengar pintu nya terbuka.
dan saat ia menoleh,ia melihat Kevin berjalan masuk.
"Hei,tidak bisa kah kau mengetuk dulu untuk meminta Izin sebelum masuk." Kata Emely kesal karena Kevin masuk sembarangan ke ruangan nya dan membuat ia kaget.
"Apa kau ada minta izin pada ku saat akan makan siang dengan laki - laki lain?" Tanya Kevin dan membuat Emely terdiam dan terkejut Kevin akan membalas perkataan itu.
"Dia kan rekan kerja ku,apa salah nya aku pergi makan siang sebentar dengan nya." Jawab Emely yang jadi salah tingkah.
Kevin pun berjalan mendekati nya dan membuat nya Emely berjalan mundur hingga terduduk di kursi kerja nya.
"Aku Rekan hidup mu dan akan segera menjadi Suami mu,lalu apa salah nya aku masuk tanpa mengetuk pintu." Kata Kevin tersenyum.
Tok
Tok
Emely pun lansung mendorong Kevin menjauh dari hadapan nya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar dan masuk lah Alex mengantar kan berkas untuk Emely pelajari.
Alex tampak heran saat melihat Kevin berdiri begitu dekat dengan Emely,seperti sepasang kekasih,tapi tadi saat bertemu di Lift Mereka seperti tidak saling mengenal.
"Ada Lex?" Tanya Emely.
__ADS_1
"Ini dokumen yang harus kau pelajari." Kata Alex dan memberikan beberapa Map.
"Baik lah Terimakasih." Saut Emely dan meraih Map itu.
"Saya permisi keluar dulu." Kata Alex dan mengangguk pada Emely dan Kevin.
"Tunggu." Kata Kevin dan membuat Alex yang sudah membalikkan tubuh nya kembali menghadap ke adah Kevin.
"Iya Pak."
"Apa lagi yang mau dia lakukan." Guman Emely menatap Kevin yang berdiri di samping nya.
"Kau tahu kan ada apa antara aku dan Emely." Tanya Kevin.
"Iya Pak,saya tahu."
"Bagus kalau tahu,kau boleh pergi." Kata Kevin dan segera Alex keluar dari ruangan itu.
Sementara Emely membuang nafas melihat Kevin yang berkata seperti itu pada Alex.Entah apa maksud nya Kevin,pikir Emely.Namun Emely tidak ingin bertanya dan memilih diam saja.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung