Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
68 - Bulan Madu


__ADS_3

Keesokan pagi nya.


Emely membuka mata dan melihat Kevin sedang ada di samping nya,menatap nya sembari tersenyum.


"Selamat Pagi." Sapa Kevin.


"Pagi." Jawab Emely.


Emely merasa senang dan bahagia,melihat dan merasakan Perlakukan Kevin pada nya.


"Ayo,sarapan sudah siap." Ajak Kevin.


"Aku mau mandi dulu." Jawab Emely.


"Baiklah." Saut Kevin.


Emely pun bangkit dari tidur nya,ia masuk ke WC terlebih dulu untuk mencuci wajah dan menyikat gigi nya.


Dia dan Kevin pun sarapan bersama.


"Apa kau sudah baikan?." Tanya Kevin.


"Sudah,lebih baik dari kemarin." Jawab Emely.


"Iya." Jawab Emely.


"Baiklah,kau hari ini mau jalan - jalan atau di kamar saja?." Tanya Kevin sembari menikmati makanan nya.


"Aku bosan di kamar,aku ingin jalan - jalan saja." Jawab Emely.


"Baiklah habis kan sarapan mu,kita akan keluar setelah makan." Kata Kevin dan Emely pun mengangguk.


Kevin yang selesai sarapan lebih dulu pun masuk ke kamar mandi untuk bersiap.


Dering Telefon.

__ADS_1


Ponsel Kevin berbunyi,Emely melihat ponsel itu dan melihat nama Oliv menghubungi nya.


"Oliv. Siapa ya,apa kah penting." Gumam Emely.


Emely mengangkat telefon itu tanpa berbicara.


"Kevin,hari bagaimana kalau kita jalan - jalan,kau jangan terus menghindari ku Vin,apa kau tidak sayang dengan ku lagi."Ucap Oliv dan membuat Emely terkejut.


"Vin,kau dengar aku akan?." Ucap Oliv karena tidak mendengar balasan Kevin.


"Hallo Vin." Kata Oliv lagi,namun segera Emely mematikan sambungan telefon nya.


Oliv pun terlihat kesal karena Kevin mematikan sambungan telefon nya,namun ia tak menghubungi Kevin lagi.


Emely yang melihat Kevin keluar dari kamar mandi,dengan cepat menaruh kembali Ponsel Kevin pada tempat semula.


Kevin memakai pakaian Oblong Berkerah dan Kerah nya terlihat tidak rapi. Emely yang melihat dengan perasaan masih bertanya - tanya siapa sosok Oliv yang menghubungi Kevin tadi,Emely mencoba tidak berfikir Negativ pada Suami nya.


Emely mendekati Kevin dan membantu nya memperbaiki kerah baju nya.


Kevin pun terdorong ingin mencium Bibir Emely,namun Emely menghindar dan segera Berbalik badan.


Tapi Kevin dengan cepat memeluk istrinya dari belakang dan Jika Kepriaan Kevin pun muncul,antara Senang dan gugup di peluk Kevin,Emely juga masih teringat pada telfon dari Oliv.


Kevin pun mencium leher Emely membuat Emely merasa Geli.


Kevin lalu membuat Emely menghadap nya dan Kevin pun mencium Emely dan pagi itu mereka pun kembali melakukan Ritual semua istri.


Dan lagi,Emely mencoba membuang pikiran buruk tentang Kevin.


Selesai dengan urusan mereka di atas ranjang,Emely dan Kevin pun keluar untuk jalan - jalan.


Supir membawa mereka ke menara Eiffel.


Untuk pertama Kali nya,Emely menarik pesawat dan pertama kali nya ia datang ke negara orang,sekarang ia bahkan bisa melihat dari dekar Menara Eiffel yang selama ini hanya ia lihat di gambar mau pun televisi.

__ADS_1


"Apa kau senang?."Tanya Kevin.


"Sangat senang." Jawab Emely.


Kevin lalu mengambil ponsel nya untuk mengajak Emely Selfie.


"Ayo senyum." Kata Kevin sembari mengfoto Emely sendiri dengan pemandangan menara Eiffel itu,lalu memfoto mereka berdua.


Emely melihat hasil foto itu di ponsel milik Kevin.


"Bagus sekali,aku ingin kirim ke WhatsApp ku."Kata Emely ingin membuka Aplikasi WhatsApp.


"Biar aku saja "Kata Kevin dan mengambil ponsel nya dari tangan Emely dengan cepat.karena takut pesan - pesan dari Oliv yang belum ia hapus di baca Emely.


Sikap Kevin yang begitu membuat senyum Emely menghilang,Emely pun nyakin ada sesuatu yang di sembunyi kan suami nya.


Tapi Emely tidak menampakan pada Kevin kalau ia sudah tidak senang.


"Kevin,kira pulang saja,aku rasa kepala ku masih agak pusing." Kata Emely beralasan.


"Benarkah?,Baik lah,tapi kita cari makan dulu."Kata Kevin dan Emely pun mengangguk tanda setuju.


Emely sudah tidak berniat melanjutkan jalan - jalan nya karena teringat sikap Kevin dan penelepon yang bernama Oliv itu.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2