Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
29 - Keraguan


__ADS_3

Setelah Kembali dari rumah Keluarga Kevin.


Emely tampak banyak diam,Sampai Pak Herlan merasa ada yang berbeda dengan putri nya.


"Nak,apa yang kamu pikirkan?" Tanya Pak Herlan memecah keheningan di dalam mobil.


"Tidak apa - apa Pa." Jawab Emely sembari memasang wajah tersenyum nya.


Chelsea yang tahu apa yang sedang di pikirkan Emely pun hanya diam saja,dan akan berbicara dengan Emely saat setelah sampai di rumah.


•••


Sesampai dirumah.


Emely lansung masuk ke kamarnya,tanpa bicara apa pun lagi.


Chelsea pun segera menyusul Emely yang sudah lebih dulu masuk ke kamar dan menutup pintu.


Pelahan Chelsea membuka Pintu kamar Emely. "Emely." Panggil Chelsea sembari masuk ke dalam.


"Iya Chel ada apa?" Saut Emely dengan sedikit menunduk ia tak menatap wajah Chelsea.


"Apa kau baik - baik saja?." Tanya Chelsea sembari menyentuh kedua Pipi Emely dan mengangkat nya.Terlihat mata Emely Sembab.


"Chelsea,Seperti nya aku sedang dilanda kebinggungan,menurut mu apa keputusan ku sudah benar? Menerima Kevin sebagai kekasih dan Calon suami ku." Tanya Emely.

__ADS_1


"Kenapa Bertanya hal itu?,Bukan kah kau dan Kevin saling menyukai?" Tanya Chelsea tampak Heran.


"Kau salah Chel ,aku belum memiliki perasaan padanya." Tutur Emely.


"Lalu kenapa kau menerimanya?" Tanya Chelsea lagi.


Emely pun sejenak terdiam dan ia menundukan kepala nya sembari mengeleng - geleng pelan.


"Ada apa Emely?,Ceritakan saja." Kata Chelsea mengenggam lembut jemari tangan Emely.


"Aku tidak tahu kenapa aku menerimanya,seperti ada dorongan dihati ku untuk mengatakan iya,mungkin aku melihat dari sudut pandang ku kalau dia laki - laki yang baik,membuat aku berfikir tidak ada salah nya aku mencoba,tapi setelah aku menerimanya,tiba - tiba saja aku jadi ragu dan mempertanyakan seperti apa hati dia untuk ku,bagaimana bisa ia menyatakan nya dan akan segera melamar ku." Jelas Emely sembari menyekat air mata nya yang mengalir di pipi nya.


"Menurut mu,apa ini keputusan yang salah?" Lanjut Emely lagi.


"Menurut ku tidak ada salah nya Emely,kau punya waktu untuk mengenal nya, selama ia belum melamar mu,di saat dia akan melamar mu,kau sudah menyediakan jawaban dengan apa yang kau ketahui, apa dia pantas atau tidak untuk mu." Jawab Chelsea.


"Sudah lah jangan di pikir kan,kau dan dia masih berpacaran,saling mengenal lah lebih dulu.Mungkin saja dia jodohmu." Ledek Chelsea di akhir ucapan nya,membuat Emely menjadi tersenyum kecil.


"Nah gitu dong,aku ke kamar dulu ya,mandi gih,bau tahu,bau aroma parfum Kevin." Ledek Chelsea lagi sembari berjalan keluar dari kamar Emely.


Keesokan Harinya


Emely dan Chelsea akan berangkat ketempat kerja mereka,saat sampai di teras rumah dan akan segera masuk ke dalam mobil,tiba - tiba sebuah Mobil yang tidak asing bagi Emely memasuki halaman rumah nya.


"Kevin,ngapain pagi - pagi kesini?" Tanya Chelsea pada Emely.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu." Saut Emely sembari mengangkat kedua bahu nya dan kedua mata nya menatap Kevin yang turun dari mobil dan berjalan menghampiri nya.


"Emely." Sapa Kevin.


"Kamu datang kesini pagi - pagi untuk apa? ,Apa mau bertemu Papa?,Papa ada didalam." Kata Emely.


"Aku ingin bertemu dengan mu,Aku akan mengantar mu ke tempat kerja mu." Kata Kevin.


"Aku bisa pergi dengan Paman Joel,tidak perlu repot - repot." jawab Emely menjadi salah tingkah.


"Sudah lah Emely,kau pergi saja dengan Kevin,dia sudah datang jauh - jauh Kesini." Kata Chelsea menyakin kan Emely.


"Dan kau?"


"Aku akan pergi bersama Paman Joel,aku mau membeli sarapan." Jawab Chelsea.


"Tadi kan kita sudah sarapan di dalam."


"A-Aku Mau membelikan nya untuk Endy,bukan untuk ku,Kau pergi lah,aku akan berangkat dulu." Jawab Chelsea lagi beralasan sembari masuk ke dalam mobil dan di dalam mobil sudah ada Paman Joel yang menunggu.


"Ayo Emely." Ajak Kevin dan menarik tangan Emely mengikuti langkah nya ke mobil nya.


Emely pun terpaksa mengikuti Kevin dan masuk ke dalam mobil nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2