
Keesokan harinya.
Emely bangun lebih dulu dan bersiap sebelum Kevin bangun.
Saat Emely sudah bersiap,Kevin pun bangun dari tidur nya.Kevin lalu masuk ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian.
Kevin selesai mandi dan keluar dari kamar mandi,ia melihat Emely masih duduk di sofa.
"Kenapa belum turun sarapan?" Tanya Kevin membuat lemari pakaian.
"Aku menunggu mu." Jawab Emely dan menundukan kepala saat melihat Kevin keluar hanya dengan sebuah handuk.
"Baru sehari menikah,apa kau sudah tidak mampu makan tanpa aku." Ucap Kevin tersenyum tipis sembari mencari pakaian yang akan dia kenakan.
"terserah kau mau berfikir seperti apa,cepat lh pakai pakaian mu,apa kau tidak malu di lihat orang lain." Kata Emely yang masih tertunduk.
"Malu dengan siapa,bukan kah ku istri ku." Ucap Kevin yang ingin menakuti Emely yang terlihat takut memandangi nya telanjang dada.
Melihat Kaki Kevin yang berjalan mendekati nya,Emely reflek langsung berdiri dan Kini ia berhadapan dengan Kevin,wajah mereka begitu dekat,membuat Emely semakin gugup dan terdiam memandangi wajah Kevin.
Kevin lalu mendekatkan wajah nya perlahan lebih dekat lagi.
"Apa dia akan mencium ku." Gumam Emely dan segera memejam kan mata nya.nafas nya sudah sangat sulit ia kendalikan,ia begitu gugup.
"Kenapa memejam kan mata,apa kau ingin aku mencium mu."Ucap Kevin tersenyum. Emely bisa merasa kan hembusan nafas Kevin saat berbicara terasa di kulit Bibir nya.
Emely seketika langsung membuka mata dan mendorong Kevin menjauh dari tubuh nya.
Emely membalikan tubuh nya menatap ke arah dinding.
__ADS_1
Kevin pun kembali ke lemari nya sembari tersenyum senang dan segera memakai pakaian nya.
"Ayo." Ajak Kevin dan menarik tangan Emely keluar dari kamar.
Emely terlihat terkejut karena Kevin keluar dari kamar mengandeng tangan nya.namun Emely tetap diam sembari berjalan mengikuti langkah Kevin.
Saat menuruni anak tangga, terlihat Pak Herlan sedang duduk sarapan sendirian di meja makan.
"Pagi Pa." Sapa Kevin dan Emely bersamaan.
"Pagi,ayo duduk sarapan,ada yang ingin Papa sampai kan." Jawab Pak Herlan.
"Chelsea kemana Pa?." Tanya Emely.
"Dia sudah berangkat kerja,dia bilang ingin membeli sarapan di tempat lain,jadi keluar lebih awal." Jawab pak Herlan.
Kevin dan Emely pun duduk untuk sarapan bersama Pak Herlan.
"Ada apa P?." Tanya Kevin.
"Ini tiket dan paspor kalian." Kata Pak Herlan.
"Emely kan baru bekerja Pa,masa sudah libur saja." Jawab Emely.
"Tidak apa - apa,Kamu dan Kevin baru menikah,kalian harus punya waktu bersama untuk saling mengenal."Jawab pak Herlan.
Kevin tak banyak bicara ia hanya mendengarkan kata Pak Herlan,sementara Emely terlihat kecewa.
Dikamar.
Emely melihat tiket bulan madu Dari Ayah nya untuk dia dan Kevin.
__ADS_1
"Aku disini saja sudah sangat salah tingkah karena harus berdua dengan nya di kamar ini,bagaimana bisa aku pergi bulan madu dengan nya." Gumam Emely dan menghel nafas berat.
Disaat Emely sedang asik di kamar menatap tiket itu,di tempat lain,Kevin sedang mengobrol dengan pak Herlan di taman depan rumah.
Dering Ponsel berbunyi.
"Iya,ada apa Bobi." Tanya Kevin saat mengangkat telefon.
"Kau sedang apa pengantin baru,apa malam mu menyenangkan?." Tanya Bobi.
"Tentu saja menyenangkan,ada apa ku menghubungi ku?.Jawab Kevin.
"Aku dengar Oliv ada disini Kevin." Kata Bobi.
Kevin pue menoleh kearah Pak Herlan yang sedang memainkan ponsel karena Kevin mengangkat telefon.
"Nanti kita bicara kan soal itu,kita ke Coffe Shop tempat biasa Jam 1 siang ya." Kata Kevin.
"Hei ,apa maksud mu dengan berbisik,jangan bilang kau ingin menduakan Emely." Ucap Bobi,namun Kevin langsung mematikan sambungan telepon nya dan membuat Bobi jadi sedikit kesal pada Kevin.
"Ada apa dengan nya." Gumam Bobi heran.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1