
Malam harinya.
Chelsea sedang bersiap di dalam kamar nya,karena setengah jam lagi Endy akan datang menjemput nya.
"Chelsea." Panggil Emely dan membuka pintu lalu masuk kedalam,ia melihat sahabat nya sudah terlihat rapi.
"Kau mau kemana?" Tanya Emely.
"Mau jalan sama Endy,nyantai di Coffe Shop,kau mau ikut?"
"Cie...yang mau malam mingguan.Aku engak mau ganggu lah,aku dirumah aja." jawab Emely tersenyum mengoda.
"Apaan sih Emely,aku dan Endy hanya ingin bersantai di coffe shop." Kata Chelsea tampak tersipu malu karena Di goda sahabat nya.
Tok
Tok
Tok
"Non,teman Non Chelsea datang,nama nya Endy." kata seorang pelayan.
"Baiklah." jawab Chelsea.
Emely pun mengantar sahabatnya sampai di depan.
"Hai Emely."
"Hai Endy." Balas Emely.
"Kami ingin ke Coffe Shop,kau tidak ikut?" Tanya Endy.
"Aku...." Kata Emely mencari alasan agar Sahabat nya bisa pergi berdua.tiba - tiba mobil Kevin memasuki halaman rumah Emely.
"Aku akan jalan dengan Kevin." Kata Emely beralasan.
"Oh begitu,baiklah,Kami pergi dulu,yuk Chel." Ajak Endy yang tak ingi berlama - lama disana,karena harus bertatap dengan muka Pria yang berhasil memenangkan hati Emely,pikir Endy.
Chelsea pun mengiyakan dan segera naik ke atas motor Endy.
__ADS_1
"Aku jalan dulu Emely." Kata Chelsea melambaikan tangan,dan di balas Emely.
Setelah motor Endy berjalan pergi,seketika wajah Emely cemberut saat melihat Kevin turun dari mobil dan menghampiri nya.
"Sedang apa dia di sini." gumam Emely.
"Kevin.Kau sedang apa disini?" Tanya Emely saat kevin mendekati nya.
"Ingin mengajak mu jalan,Ayo." Ajak Kevin dan menarik tangan Emely.namun Emely menepis nya.
"Apa kau sudah gila,mengajak ku jalan dengan baju tidur ku seperti ini,aku akan mengganti baju ku dulu." Kata Emely dan masuk ke dalam.
Kevin pun menunggu Emely di ruang tamu.tidak berapa lama Emely pun keluar dari kamar nya.
"Ayo."
"Dimana Pak Herlan?" Tanya kevin yang dari tadi tidak melihat ayah wanita yang kini menjadi calon istri nya itu.
"Papa sedang pulang ke rumah nya,besok baru akan pulang kesini." Saut Emely.
"Oh,Baiklah,Ayo."
Emely dan Kevin tak saling bicara,mereka sama - sama diam,Emely melihat keluar jendela,sementara Kevin Fokus menyetir.
"Sebenarnya dia mau ngajak aku kemana si?" Gumam Emely.
Saat Mobil Kevin berhenti,Emely pun melihat Kevin memasuki halaman Restoran.
"Untuk apa kita ke sini?" Tanya Emely.
"Tentu saja untuk makan." Jawab Kevin singkat.
Emely pun tak lagi banyak bicata dan ikut masuk ke dalam restoran mengikuti langkah Kevin.
Kevin ke sebuah meja dan terlihat ada Bobi dengan seorang wanita.
"Emely,kau sedang apa disini?"Tanya Bobi.
"Tentu saja untuk makan." Jawab Emely dan membuat Kevin tersenyum karena Emely mengulangi perkataan nya yang sempat ia lontarkan.
__ADS_1
"Iya - iya,Duduk lah." ajak bobi.
"Shela,kenal kan ini Emely dan Emely ini Shela." Kata Kevin.
Emely dan Shela pun saling bersalaman.
"Untuk apa Kevin mengajak ku bergabung dengan Teman nya ini,aku kan gak terlalu dekat dengan mereka." Gumam Emely heran,namun ia tetap duduk tegak dan diam.
"Vin,ini cincin yang kau minta,coba lah kau lihat mana yang cocok." Kata Shela seorang wanita dan teman yang menjadi langganan Kevin membeli perhiasan untuk ibu nya.
"Pilih lah mana yang bagus." Kata Kevin pada Emely.
"Kenapa aku."
"Kalau aku pilih,nanti tidak sesuai selera mu." saut Kevin.
"Tunggu - tunggu,kau kenapa menyuruh Emely memilih Cincin nya,apa jangan - jangan Emely Calon istri yang kau sembunyi kan dari ku identitas nya?" Tanya Bobi Heran.
"Menurut mu?"
"Astaga ,ternyata waktu di kantor,kau dan Emely benar - benar sudah berpacaran." Kata Bobi.
"Aku sudah bilang,kau saja yang tidak percaya." Balas Kevin.
Bobi tersenyum tak menyangka,Kevin dan Emely akan menikah,Wanita yang Kevin pernah bilang tidak akan pernah jatuh cinta,tiba - tiba terdengar kabar mereka akan segera menikah.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan Lupa Like dan Vote nya ya.
__ADS_1
Terimakasih.