
Keesokan hari nya.
Kevin kembali ke rumah untuk menjemput pak Herlan.
Saat Kevin memasuki rumah,terlihat Pak Herlan sedang sarapan bersama Paman Joel.
"Pagi Pa." Sapa Kevin.
"Pagi Kevin,jadi kita akan mencari Emely kemana?." Tanya Pak Herlan.
"mungkin di sepanjang jalan kita akan coba telusuri Pa,semoga saja Emely segera ketemu." Jawab Kevin.
Paman Joel hanya terdiam saja sembari menikmati sarapan nya.
"Joel,nanti kau di rumah saja,kalau ada kabar dari Emely segera hubungi saya,saya dan Kevin akan mencari Emely di luar." Kata Pak Herlan.
"Apa tidak sebaiknya saya mengantar Tuan,Dirumah ada pelayan yang akan mengabari nanti." Saut sang Supir.
"Tidak perlu,saya sama Kevin saja." Jawab Pak Herlan dan Paman Joel pun mengiyakan.
Setelah sarapan,Kevin dan Pak Herlan pun keluar dari rumah untuk berangkat ke rumah sakit,di ikuti Paman Joel sampai di teras rumah. Tatapan Pria itu terlihat sinis dan tidak senang,karena baru kali ini Pak Herlan tidak keluar tanpa nya.
__ADS_1
"Jangan harap kalian bisa bertemu dengan nya lagi. kalau ia pun mungkin saja tinggal jasad nya saja yang kalian temukan." Gumam Sang Supir itu sembari melihat mobil Kevin yang berlalu dari hadapan nya.
Di perjalanan.
Pak Herlan bertanya bagaimana keadaan Emely dan Kevin masih menjawab dengan jawaban yang sama. Kevin sangat berharap dengan bertemu dengan Pak Herlan, Emely akan segera sadar.
Dalam perjalanan Kevin yang mengendarai tidak menyadari kalau sebuah mobil sedang mengikuti mobil mereka.
Hingga Akan sampai ke rumah sakit,Kevin melihat ke kaca spion dan baru menyadari kalau Mobil Pak Herlan ada di belakang.
Kevin lalu tidak jadi membelokkan kendaraan nya dan melaju lurus mobil terus dan membuat Ayah mertua nya sedikit keheranan.
"Ada apa nak?." tanya Pak Herlan.
"Seperti nya Paman Joel mengikuti kita Pa." Kata Kevin. Pak Herlan segera mengalihkan pandangan nya ke belakang dan benar saja ia melihat Mobil nya yang biasa ia pakai di supiri Joel berada di belakang.
"Awal nya aku tidak percaya pada saya Kevin,tapi sekarang saya sudah sangat nyakin semua ada hubungan nya dengan Joel." Ucap Pak Herlan mengeleng - geleng kan kepala dan membuang nafas dengan kesal.
Kevin merasa sedikit lega dan senang setelah mendapatkan kepercayaan Ayah mertua nya.
Kevin lalu melajukan kendaraan nya untuk menghindari Paman Joel yang mengikuti Mobil nya dari belakang.
__ADS_1
Hingga beberapa saat Kevin berhasil menjauh dan menghilang dari pandangan dan kejaran Paman Joel.
Sementara Paman Joel yang mengikuti Kevin dan Pak Herlan merasa kesal,ia juga merasa nyakin kalau Kevin sedang menyembunyikan sesuatu.
Sesampai di rumah sakit.
Pak Herlan di kamar tempat Emely di rawat terlihat sangat sedih melihat kondisi putri nya,ia juga sangat terkejut saat tahu Emely sedang mengandung cucu nya di kondisi Emely yang sekarang ini.
"Nak. Bangun lah sayang, kamu harus segera sadar untuk Anak yang sedang ada di perut kamu Nak,Papa percaya kamu bisa mendengar Papa,sadar lah Emely." Ucap Pak Herlan dan air mata tidak terasa mengalir dari sudut mata nya.
Pak Herlan menggenggam tangan Emely dengan lembut dan berharap putri nya akan segera sadar.
Mungkin saja Emely mendengar ucapan sang ayah,tiba - tiba saja jari Emely bergerak dan pak Herlan yang melihat tersenyum dan menyekat air mata nya.
tidak berapa lama,kedua mata Emely terbuka perlahan dan melihat Ayah dan Suami nya sedang menatap nya.
"Sayang kamu sudah sadar,aku akan panggilkan dokter."Ucap Kevin dan segera memanggil dokter.
"Papa,aku haus."Ucap Emely.
"Baiklah,ini nak."Pak Herlan dengan cepat mengambil segelas air dari meja dan membantu Emely untuk sedikit duduk dan minum.
__ADS_1
Tidak berapa lama Kevin kembali bersama dokter dan segera dokter memeriksa keadaan Emely.
Bersambung