
Chelsea sengaja pulang bersama Endy,karena ingin Emely bisa berduaan dengan Kevin.
Didalam Mobil.
Emely tampak diam sembari melihat ke luar jendela,jantung nya berdebar saat ia harus dekat dengan Kevin,ia pun tak mampu melukis kan seperti apa perasaan nya saat ini.
Kevin sesekali menoleh ke arah Emely, sembari fokus menyetir.ia merasa heran emely tampak diam.
"Emely,apa kau baik - baik saja?" Tanya Kevin.
"Ti-tidak apa - apa,aku baik - baik saja." Balas Emely memasang wajah tersenyum menoleh ke Kevin.
Setelah beberapa saat mobil Kevin pun memasuki halaman rumah Emely.
"Terimakasih sudah mengantar ku Kevin." Ucap Emely sebelum ia turun.
"Baiklah." Jawab Kevin.
Saat Emely akan turun dan membuka Pintu.
"Em.Emely.." panggil Kevin lagi.
"Iya,kenapa?" Saut Emely dan mengurung kan niat nya untuk turun tapi Pintu mobil sudah oa buka.
"Aku menunggu jawaban mu,semoga kau mau menerima ku. " Kata Kevin lagi dan Emely hanya membalas dengan senyuman tipis,lalu melanjutkan niat nya untuk turun dari mobil.
"Hati - Hati di jalan ." Kata Emely sebelum ia menutup kembali pintu mobil,Kevin membalas dengan senyuman.
Setelah mobil Kevin berlalu pergi,Emely masih terdiam dlmenatap Mobil Kevin hingga menghilang dari pandangan nya.
"Apa dia serius akan melamar ku?,Aku benar - benar tidak tahu harus menjawab apa,aku takut mengambil keputusan yang salah." Gumam Emely dalam hati.
Tiba - tiba seseorang memegang pundak nya dari belakang,membuat ia terkejut dan menoleh.
" Papa." Ucap Emely setelah melihat Pak Herlan yang berada di belakang nya.
"Ada Nak?, Kenapa tidak masuk?,Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Pak Herlan dengan lembut.
"Tidak ada apa - apa Pa,Papa tidak kerja?." Saut Emely.
__ADS_1
"Papa baru pulang dari kantor,Ayo masuk nak." Ajak Pak Herlan dan Emely pun mengiyakan dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Kalau ada apa - apa cerita lah ke Papa Nak,Papa akan senang hati mendengar cerita dari kamu." Ucap Pak Bambang sembari berjalan bersama putri nya.
"Iya Pa." Saut Emely tersenyum.
Di tempat lain.
Kevin kembali ke Rumah Sakit tempat pak Broto di rawat.
Saat memasuki kamar rawat,Jesica tampak sedang duduk di sofa memainkan ponsel,sementara Ayah nya sudah tertidur.
"Kakak sudah kembali?" Tanya Jesica.
"Iya,Mama mana?." Tanya Balik Kevin.
"Mama pulang untuk beristirahat,aku suruh mama pulang saja,aku akan menjaga Papa di sini." Ucap Jesica.
" Oh,bagus lah,Lebih baik kamu pulang juga,Aku akan menjaga Papa disini." Saut Kevin.
"Aku disini saja kak,Kakak duduk lah disini,aku ingin bertanya sesuatu." ajak Jesica.
"Apa?"
"Bukan urusan mu."
"Kakak...,jelas saja itu menjadi urusan ku,kalau kakak benar menyukai nya,aku akan membanti Kakak mendapatkan nya." Kata Jesica tersenyum.
"Iya,Nyakin kan saja dia untuk mau menjadi Istriku." Ucap Kevin membuat Jesica seketika membulat kan mata nya.
"Maksud kakak apa?,Kok istri?,Emang nya kakak sudah menyatakan pada Emely?" Tanya Jesica penuh Selidik.
"Kau terlalu banyak bertanya,Aku mau cari angin dulu di luar." Tutur Kevin sembari berjalan menuju Pintu.
"Kak,Jelasin dulu..." Kata Jesica namun ucapan itu terbuang percuma,karena Kevin tidak menghiraukan dan terus berjalan keluar.
"Hufh..Apa maksud kakak ya,Besok aku harus bertanya pada Emely." Gumam Jesica dengan raut wajah yang masih binggung.
Dirumah Emely.
__ADS_1
Chelsea tampak baru pulang bersama Endy,Emely yang mendengar suara motor di halaman rumah nya pun segera keluar karena sudah mengira itu adalah sahabat nya.
"Baru pulang ni,Asik ya jalan - jalan." Kata Emely tersenyum lebar.
"Iya,kita jalan - jalan dan santai ke Coffe Shop bentar." Saut Chelsea.
"Emely,aku membelikan mu Martabak Manis." Kata Endy mendekati Emely dengan sebungkus kotak Kue berisi Martabak Manis.
"Kau sangat Baik Endy,Terimakasih." Saut Emely.
"Kalau gitu aku pulang dulu ya Emely,Chelsea." Ucap Endy dan emely pun mengiyakan.
"Hati - Hati Endy,makasih sudah menemani ku jalan tadi." Ucap Chelsea dan Endy mengangguk dan tersenyum.
Setelah motor Endy berlalu pergi,Emely dan Chelsea pun masuk ke dalam rumah dan duduk di meja makan sembari menikmati kue yang di berikan Endy.
"Cie,ada apa dengan Kamu dan Endy?" Tanya Emely mengoda.
"Apaan sih,aku hanya meminta nya mengajak ku jalan." Saut Chelsea.
"Cuman itu...?" Tanya Emely tersenyum menahan tawa karena mengoda sahabat nya.
"Jangan mengejek ku lagi,Paman Herlan mana?" Tanya Chelsea mengalihkan pembicaraan,karena tahu Emely akan terus mengoda nya.
"Papa sudah pulang,hari ini Papa tidak menginap,besok baru akan kembali." Saut emely.
"Oh.."
Hari pun semakin larut.
Emely pun masuk kembali ke kamar nya,Ia merebahkan tubuh nya,hingga ia berbaring terlentang,mata nya menatap ke langit - langit atap rumah sembari mengatur nafas nya,ia kembali teringat kepada Kevin yang mengajak nya pacaran dan menikah dengan cara yang tidak seperti orang - orang lakukan dengan romantis.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung