
Sesampai di rumah.
Emely lansung bergegas turun dari mobil tanpa berkata apa pun pada Kevin.
Sementara Kevin masih duduk di dalam mobil sejenak,ia merasa sangat menyesal sudah membentak Emely. Kevin menyandarkan kepala nya di sandaran kursi mobil nya.
Didalam kamar.
Emely Menganti pakaian nya dan lansung naik ke tempat tidur untuk beristirahat,ia duduk sejenak di atas tempat sebelum membaringkan tubuh nya.
Air mata Emely yang ia tahan sejak tadi didalam mobil pun akhir nya lolos membasahi pipi nya.
"Sebenarnya apa arti hubungan ini untuk nya." Gumam Emely.
Saat Emely mendengar suara kaki dan pintu terbuka.dengan cepat Emely menyekat air kata nya dan Membaringkan tubuh nya berbaring membelakangi tempat tidur Kevin.
Kevin yang merasa bersalah pada Emely pun membuang nafas dengan berat,Kevin melihat kearah Emely yang terbaring.ia melihat wajah polos istri nya yang tampak seperti hanis menangis.
Kevin pun berjalan ke arah lemari, mengganti pakaian tidur nya dan berbaring di samping Emely.
"Emely,aku minta maaf sudah membentak mu." Kata Kevin yang tahu Emely masih belum tidur.
Emely membuka mata nya,namun tak mengganti posisi nya,ia tidak menjawab dan lagi-lagi air mata nya pun mengalir keluar saat mendengar kata permintaan maaf Kevin.
Kevin yang melihat Emely sedang menyekat wajah nya pun menduga Emely sedang menangis.
Kevin mendekati Emely dan memeluknya dari belakang. setelah seminggu lebih menikah,kali pertama Kevin memeluk nya Emely.
__ADS_1
Pelukan Kevin yang tiba - tiba tentu saja membuat Emely terkejut dengan apa yang dilakukan Kevin.
"Kevin."Ucap Emely dengan pelan.
"Aku minta maaf sudah membentak mu,aku sangat menyesal." Ucap Kevin.
"Aku sudah memaafkan mu." Jawab Emely.
"Kau sudah memaafkan ku?." Tanya Kevin memastikan.
"Iya." Jawab Emely tersenyum.
"Terimakasih Emely,tidur lah." Kata Kevin tersenyum dan masih tidak ingin melepaskan pelukan nya pada Emely.
Emely yang tadi nya sedih karena bentakan Kevin pun sudah merasa Lega,Emely tidak mampu marah pada Kevin terlalu lama.
"Dengan gampang nya dia memaafkan ku,bagaimana mampu aku menyakiti wanita yang hati nya baik seperti Emely." Gumam Kevin dalam hati.
Kevin pun mendekap Emely dengan lembut,seperti tidak ingin melepaskan pelukan itu dan Emely bisa merasakan ke agresifan pelukan Kevin malam ini.
Keesokan hari nya.
Emely bangun tidur dan melihat Jam sudah jam 9pagi.
Tidak seperti biasa nya ia bangun kesiangan seperti ini.
"Kevin,sudah siang bangun lah,bukan kah ini hari pertama kali bekerja setelah seminggu tidak kekantor." Kata Emely membangun kan Kevin.
__ADS_1
"Aku tidak ke kantor,biar Bobi saja yang urus dan mengirim email untuk ku." Jawab Kevin.
"Kenapa memang nya?." Tanya Emely lagi.
"Apa kau lupa kita akan bulan madu ke Paris." tutur Kevin.
"Jadi ku serius soal bulan madu yang kau bilang ke mama dan Papa?." Tanya Emely.
"Tentu saja aku serius,apa kau pernah melihat ku becanda."Saut Kevin.
"Tapi..."
"Tidak perlu tapi - tapi,bersiap saja." Kata Kevin.
Emely masih terdiam duduk di samping tempat tidur nya,ia memikirkan soal bulan madu yang Kevin bicarakan. Emely merasa ia dan Kevin tidak seperti suami istri pada umum nya yang ia tahu. dan Emely merasa percuma saja kalau ia dan Kevin harus berbulan madu jauh - jauh.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1