Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
63 - Ayah dan Kevin Kompak


__ADS_3

Seminggu pun berlalu.


Emely merasa ada yang berbeda dari Kevin.


Kevin sangat perhatian padanya dan tak lagi bersikap dingin padanya.


Emely dan Kevin pun Kini mulai saling menerima meskipun Kevin masih tidak tahu harus seperti apa menyampai kan pada Oliv.


Ia belum siap memberitahu Oliv kalau dia sudah menikah dan tak bisa menepati janji nya untuk menikah Oliv seperti janji nya dulu, saat sebelum Oliv kuliah di luar negeri.


Dua hari sebelum pergi bulan madu adalah hari ulang tahun Chelsea.


Emely mulai memikirkan apa kado yang harus Ia berikan pada sahabatnya itu.


"Pa, aku bingung ulang tahun Chelsea aku harus memberinya apa." Kata Emely saat duduk bersantai di ruang keluarga bersama Pak Herlan dan Kevin.


"Papa dan Kevin sudah merencanakan semua nya,kamu tenang saja dan bersiap saja nanti malam. Papa juga sudah meminta Chelsea untuk pulang lebih awal hari ini.


"Benarkah Pa." Saut Emely sembari menatap Kevin yang fokus menonton berita.


"Rencana apa Pa?." Tanya Emely.


"Nanti kamu juga akan tahu." Jawab Pak Herlan.

__ADS_1


Emely yang sudah tak malu-malu lagi pada Kevin pun menatap tajam Kevin karena tak mendapat jawaban dari ayahnya. Kevin yang sedang menonton sadar kalau Emely sedang menatapnya, Ia pun menoleh kearah Emely.


"Kenapa menatapku titik Papa sudah menyuruhku tutup mulut aku tak akan memberitahumu." Kata Kevin dan tersenyum kompak dengan Pak Herlan.


"Yang ulang tahun kan Chelsea, tapi kenapa kalian merahasiakannya pada ku." ucap Emily cemberut dan melipat kedua tangannya saat Ayah dan suaminya begitu kompak tidak mau memberitahunya Apa rencana ulang tahun Chelsea malam ini.


pak Herlan dan Kevin pun tersenyum melihat Emely yang cemberut.


"Lalu apa Jesica sudah tahu?." Tanya Emely.


"Semua sudah Papa dan suami mau urus kamu tenang saja" Jawab Pak Herlan.


Saat sedang berbincang dari arah luar Chelsea masuk dan langsung mencium punggung tangan Pak Herlan.


"Iya Paman,kalau Chelsea boleh tahu,untuk apa Paman meminta ku pulang awal?." Tanya Chelsea.


"Kita akan ke suatu tempat, sekarang kau dan Emely pergilah ke kamar khusus rias, sudah ada yang menunggu kalian.


Chelsea menatap Emely seakan meminta jawaban tapi Emely mengangkat bahunya mengisyaratkan kalau ia juga tidak tahu.


"Yuk Chel." Ajak Emely.


Saat memasuki ruang rias, Emely kaget karena MUA yang mendandaninya saat ia menikah sudah ada di ruangan itu bersama beberapa orang lainnya, Emely bahkan tidak tahu kapan mereka sampai Dirumah ini.

__ADS_1


"Papa dan Kevin benar-benar sudah menyiapkan semuanya, tapi mereka tidak mengajakku,menyebalkan sekali." Gerutu Emely dalam hati


"Emely,aku benar - benar tidak mengerti untuk apa kita harus dandan juga." Kata Chelsea yang tidak ingat kalau ini adalah ulang tahunnya,Chelsea bahkan mengira ini adalah acaranya Emely dan Kevin karena mereka akan segera jalan-jalan untuk bulan madu.


selesai berdandan dan mengganti gaun yang sudah disediakan MUA, Chelsea dan Emely pun keluar dari ruangan itu dan hari pun sudah gelap.


Kevin yang melihat Emely keluar dari ruangan rias pun menghampirinya,karena Kevin pun sudah bersiap untuk acara yang akan di gelar hari ini.


"Kamu cantik sekali malam ini." Puji Kevin dengan bisikan.


Bisikan Kevin pun terdengar hingga ke telinga Chelsea dan membuat Chelsea tersenyum.


Didalam mobil,Emely yang duduk di samping Kevin saling berpegangan tangan di dalam mobil.


Emely pun tampak malu - malu,l.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2