Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
80 - Kau Memang Tidak Punya Hati


__ADS_3

Karena Kondisi Emely yang seperti ini,Kevin tidak kuasa untuk menyembunyikan nya dari ayah mertua nya.,Kevin lebih dulu menghubungi Chelsea untuk datang ke rumah sakit.


Bergegas Chelsea datang sendirian kerumah sakit yang di bilang Kevin pada nya.


"Emely." Ucap Chelsea saat memasuki Ruangan tempat Emely di rawat. tapi panggilan itu terbuang percuma karena Emely tidak menjawab ucapan Chelsea.


"Apa yang terjadi pada Emely Kevin?." Tanya Chelsea.


"Aku juga tidak tahu,seseorang menghubungi ku setelah mereka melihat brosur yang kita bagikan,dan saat aku datang mereka berkata menemukan Emely dengan keadaan sudah tidak sadar kan diri,Kata Dokter dia Koma." Jawab Kevin tertunduk.


"Dimana kau menjemput nya?." Tanya Chelsea lagi.


"Di desa A."


"Sejauh itu Emely pergi,lalu kenapa kau menyuruh ku untuk tidak memberi tahu siapa pun,aku datang ke sini?,Paman Harus tahu keadaan Emely,aku akan memberi tahu Paman Herlan." Ucap Chelsea dan akan mengambil ponsel nya di tas.


"Jangan Chelsea." Tahan Kevin. dan mengurungkan Chelsea mengambil ponsel nya.


"Kenapa?."


"Emely mendapatkan luka tembakan di tangan nya,seseorang mencoba membunuh Emely,aku curiga orang di sekitar yang mencoba melakukan nya,aku ingin rahasia Emely telah di temu kan hanya kau,aku dan Paman Herlan yang tahu." Tutur Kevin.


Chelsea menatap Bobi yang dari tadi berdiri dekat pintu,dan Kevin tahu maksud Chelsea.


"Dia tidak akan memberi tahu siapa pun.kau tenang saja Chel." Kata Kevin.


"Aku tidak seperti yang kau bayangkan Nona." Kata Bobi.

__ADS_1


"Memang nya siapa yang tahu isi hati seseorang." Ketus Chelsea dengan lembut. dan mengalihkan padangan nya menatap sahabat nya yang terbaring di tempat tidur.


"Dasar wanita ini." Ucap Bobi mengeleng - geleng kan kepala.


"Kasihan Emely,kenapa ada orang yang ingin menyakiti nya,dia bahkan sangat baik pada orang lain." Ucap Chelsea sembari memegang pergelangan tangan Emely .


Kevin lalu meminta tolong pada Chelsea untuk menjaga Emely sebentar,sementara ia akan pulang untuk memberi tahu Pak Herlan.


"Aku bagaimana?." Tanya Bobi.


"Kau tolong temani Chelsea sebentar,tolong jaga istri ku." Ujar Kevin.


"Tapi ini sudah malam,bukan kah lebih baik besok pagi saja." Jawab Bobi.


"Sekarang saja,Pak Herlan juga sedang sendirian,Paman Joel pasti sudah pulang." Ucap Kevin,Chelsea yang mendengar sedikit terkejut dan bisa langsung berfikir kalau Kevin mencurigai Paman Joel.


"Apa."


"Aku akan bicara diam - diam dengan Pak Herlan,aku pergi dulu,tolong titip Emely."Kata Kevin dan berjalan pergi keluar dari kamar itu dan menuju ke rumah.


Setelah Kevin pergi ,Chelsea menatap tajam Bobi .


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?." Tanya Bobi heran.


"Aku tidak percaya kau bisa menjaga rahasia ini dan tidak memberi tahu siapa pun." Kata Chelsea.


"Apa maksud mu berkata seperti itu?." Tanya Bobi.

__ADS_1


"Kau harus ingat,kau juga bertanggung jawab atas kondisi Emely saat ini." Ucap Chelsea pelan.


"aku benar - benar tidak mengerti maksud mu?." Tanya Bobi heran,Chelsea lalu menarik tangan Bobi untuk keluar dari ruangan dan membicarakan nya di luar.


"Apa maksud perkataan mu tadi di dalam?." Tanya Bobi saat Chelsea melepas pegangan tangan nya.


"Jangan berfikir aku tidak tahu,kau yang memberi tahu Emely tentang Kevin yang dipaksa paman Herlan untuk menikahinya." Ucap Chelsea.


Bobi terdiam sejenak."Tapi Emely terus memaksa ku,aku hanya berkata jujur." Jawab Bobi.


"Tapi Kejujuran mu membuat hati Emely terluka,kau lihat seperti apa kondisi nya saat ini,kau juga hampir membuat rumah tangga sahabat mu sendiri hancur." Ucap Chelsea kesal dengan nada sedikit tinggi.


Bobi pun terdiam dan tak membalas lagi perkataan Chelsea,karena memang ia merasa bersalah sudah berkata Jujur saat Emely memaksa nya untuk bicara saat itu.


"Kau memang laki - laki tidak punya hati." Ucap Chelsea dan berjalan masuk meninggalkan Bobi di luar.


Bobi pun tak kuasa untuk masuk lagi ke dalam,ia memutuskan untuk duduk di luar menjaga Chelsea yang sedang berada di dalam bersama Emely


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2