Aku Memilihmu

Aku Memilihmu
65 - Persiapan Bulan Madu


__ADS_3

Di pagi hari.


Dimeja makan,Chelsea dan Emely sedang sarapan,sementara Kevin dan Pak Herlan pergi ke kantor dan akan kembali siang nanti.


"Chel,Kau akan ke Resto?." Tanya Emely.


"Iya,kau mau ikut?." Tanya Chelsea.


"Nanti aja dech,aku kan mau siap - siap buat keluarga negri sama Kevin." Jawab Emely.


"Ok deh,Have fun ya,,moga balik - balik sudah ada kabar baik." Kata Chelsea.


"Makasih Chel,kau juga,semoga usaha mu berjalan dengan lancar." Kata Emely.


Selesai sarapan


Emely duduk di atas tempat tidur memainkan ponsel nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk Ajak,gak di kunci kok." Kata Emely mempersilakan siapa pun untuk masuk.


Seorang pelayan masuk setelah di beri Izin oleh Emely.


"Ada apa Mba?." Tanya Emely.


"Nona,tadi Bapak meminta saya untuk membantu Nona bersiap,untuk perjalanan bulan madu Nona." Kata Pelayan itu.


"Gak usah,biar saya sendiri saja." Jawab Emely.


"Baik Nona,kalau begitu saya permisi dulu." Kata Pelayan itu dan Emely pun mengiyakan.


Emely menghela nafas karena besok ia dan Kevin akan berangkat untuk bulan madu ke Paris.

__ADS_1


Dia wajah memelas dan malas - malasan,Emely berjalan ke lemari pakaian nya dan ia membuka dan berdiri menatap baju nya yang begitu banyak.


"Aku bahkan tidak tahu berapa hari kami disana." Gumam Emely.


Tiba - tiba Kevin masuk ke dalam kamar dan tak melihat Emely,Ia pun masuk dan melihat Istri nya sedang menatap baju - baju di lemari nya.


Kevin pun tersenyum dan mendekati Emely,lalu memeluk nya dari belakang,membuat Emely terkejut dengan kehadiran Kevin yang tiba - tiba.


"Kevin,Kau mengagetkan ku." Ujar Emely.


"Apa yang kau lakukan?,Kau memikirkan ku?,Sampai tidak tahu kalau aku masuk ke kamar?." Tanya Kevin tersenyum nakal.


"Lepas kan Kevin,aku tidak nyaman kau seperti ini." Kata Emely yang merasa gugup dengan pelukan Kevin.


"Kenapa?,Apa aku tak boleh memeluk istriku sendiri?,Apa aku harus memeluk Istri orang lain?." Tanya Kevin.


"Iya Terserah kau saja." Ucap Emely.


"Jadi apa yang kau pikirkan?." Tanya Kevin saat Emely terlihat bingung.


"Seminggu." Jawab Kevin


"Seminggu,lama sekali?." Saut Emely.


"Kalau bergitu 2 minggu." Kata Kevin.


"Kevin aku serius." Ucap Emely dan melepaskan pelukan Kevin..


"Aku juga serius,kita 2 Minggu di sana." Jawab Kevin tersenyum nakal.


Kevin lalu berjalan ke tempat tidur dan menjatuhkan diri nya lalu memejam kan mata,dengan Kemeja masih melekat di tubuh nya.


"Kevin,ganti pakaian mu dulu." Kata Emely sembari menarik tangan Kevin,namun tak sampai tertarik karena Emely tidak kuat.


Seruan Emely tidak di hirau kan oleh Kevin yang sudah nyaman saat bertempelan dengan bantal yang Empuk.


"Dasar orang ini." Ucap Emely terlihat kesal,karena Kevin tidak mendengar kan nya.

__ADS_1


.


.


.


.


Selesai Membereskan semua pakaiannya serta pakaian Kevin yang akan di bawa,Emely keluar dari kamar dan menuju ke kamar Ayah nya.


Tok


Tok


Tok


"Papa." Panggil Emely,namun tak mendapatkan jawaban.


Emely pun membuka pintu kamar Pak Herlan perlahan untuk memastikan Kalau Ayah nya ada di kamar.


Saat Emely masuk,ia melihat Ayah nya sedang tertidur pulas.


Emely menatap Ayah nya dengan lekat,ia sangat menyayangi sosok yang tertidur di depan nya saat ini.


"2 Kesayangan ku terlihat lelah hari ini." Gumam Emely tersenyum menatap Ayahnya dan mengingat Kevin yang tertidur di kamar.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2