
Pagi ini.
Emely dan Chelsea sedang bersiap karena akan segera pindah ke rumah pak Herlan.
Emely sedang mengemasi barang - barang nya di temani Bibi Grena.
"Kenapa kau begitu sedih Nak?." Tanya Bibi Grena yang melihat Emely begitu murung sembari mengemasi barang - barang nya.
"Iya Bi,Aku sedih harus meninggalkan rumah ini lagi." Kata Emely.
"Kamu kan bisa kapan saja datang kesini nak." Jawan Bibi Grena.
"Iya Bi,Aku pun berfikir seperti itu.Bibi Grena,apa Bibi mau ikut aku tinggal di rumah Papa?"Tanya Emely yang memikirkan Bibi Grena di masa tua nya harus tinggal sendiri.
"Tidak nak,Bibi sudah sangat nyaman di rumah Bibi yang sekarang,Tapi kapan - kapan Bibi akan main kesana." Jawab Bibi Grena.
"Baik lah Bi,Aku akan meminta Papa untuk menyediakan pelayan di rumah Bibi,untuk membantu Bibi,Bibi jangan menolak nya ya."Kata Emely.Bibi Grena pun mengiyakan keinginan keponakan kesayangan dari suami nya itu.
Tiba - tiba Pak Herlan masuk ke dalam kamar Emely. "Emely,kamu tidaj perlu membawa banyak baju,Papa sudah menyediakan banyak baju untuk mu di rumah Papa." Kata Pak Herlan.
"Iya Pa." jawab Emely tersenyum.
Setelah Bersiap Emely dan Chelsea pun berangkat bersama Pak Herlan.Sementara Bibi Grena tidak ikut dan hanya mengantar Emely sampai mobil.
__ADS_1
•••
Rumah Pak Herlan.
Emely tampak melamun karena ia merasa tidak rela meninggalkan rumah Ibu nya itu,hingga Lamunan nya tersadar saat mobil Pak Herlan yang di supiri Paman Joel memasuki halaman sebuah rumah.
Emely dan Chelsea pun turun dari mobil dan mereka terkagum dengan rumah Mewah yang terpapang di hadapan mereka.
Sementara Paman Joel menurun kan koper Emely dan Chelsea dan di bawa masuk oleh satpam yang berjaga.
"Astaga,Ini rumah Papa?" Tanya Emely yang tampak shock saat melihat rumah pak Herlan yang begitu besar Bak Istana.Rumah ini 2 kali lebih besar dari rumah Kevin yang selama ini dianggap Emely sangat besar.
"Iya Nak,Ayo Masuk. " Ajak Pak Herlan,Emely dan Chelsea pun mengikuti ajakan Pak Herlan.
"Ini akan menjadi rumah kalian berdua juga,jadi tidak perlu sungkan."Kata Pak Herlan.Chelsea pun mengangguk dengan semangat.
Saat akan memasuki pintu utama keluar seorang Kepala pelayan menyambut kedatangan sang majikan.
"Selamat Pagi Nona.Perkenalkan nama Saya Ema." Kata kepala Pelayan memperkenalkan diri.
"Dia Kepala Pelayan dirumah ini Nak,Panggi saja Kepala Pelayan." Kata Pak Herlan melanjutkan.
"Iya,Terima kasih Kepala Pelayan,nama saya Emely."
__ADS_1
"Dan saya Chelsea."
"Selamat datang Nona Emely dan Nona Chelsea silakan masuk." Kata Kepala Pelayan Ema.
Saat Emely masuk,ia melihat bergitu banyak pelayan di rumah ayah nya.Terjangkau di mata nya ada 6Pelayan yang terjangkau di mata nya saat itu.
Mata Emely dan Chelsea melihat sekitaran,begitu indah dan luas di dalam rumah itu,membuat Emely dan Chelsea tampak terkagum - kagum.
"Ayo Nak,Papa akan memperlihatkan kamar kalian." Ajak pak Herlan dan menaiki anak tangga.
"Rumah Papa sangat bagus." Puji Emely.
"Ini juga rumah mu saat ini Nak." Jawab Pak Herlan dan Emely pun tersenyum sembari memeluk lengan Pak Herlan menaiki anak tangga.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung