Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Kabur


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya Talita segera di seret di kamar tidurnya.


Seperti biasanya Om Felix meminta di layani bak sebagai suami.


Talita hanya bisa pasrah.


Di sela-sela pergumulannya Om Felix mengatakan besok Talita harus menjadi wanita cantik.


"Ahh... terus sayang, besok kamu harus jadi cantik ya. Kamu akan bebas besok dariku. Jadi layani aku yang terakhir"


Om Felix meningkatkan tenaganya sampai Talita hanya bisa mengeluarkan suara desahannya.


"ahhhhhhh.."


Akhirnya mereka melepaskan inti sari dari bunga mawarnya.


Tampak Om Felix kecapean langsung tertidur.


Talita segera memakai bajunya dan hanya membawa baju beberapa lembar saja di tas sekolahnya.


Saat ini pikirannya ke rumahnya majikan Ayahnya untuk menyerahkan segala tanggung jawab buah cabaynya yang sebentar lagi akan di panen.


Talita hanya berfikir untuk kabur dari sisi Om Felix. dia tak sanggup untuk tetap tinggal di rumahnya lagi.


Jalan satu-satunya yaitu hanya harus pergi menjaub dari sisi Om Felix.


Malam semakin larut tapi langkah Talita tetap terus menyusuri jalan raya.


Talita tak takut lagi jika ada yang akan berbuat tak senonoh padanya. Lagian baginya tubuhnya tak lagi berharga.


Sejam lamanya sampailah dia di depan rumah majikan Ayahnya. Dia pun membaringkan tubuhnya yang lelah melayani Om Felix dan lelah juga berjalan sejauh 1 km.


Dia akan menunggu pagi akan datang di teras majikan. Sebagai alas kepalanya dia menggunakan tas yang berisi bajunya.


***


Pagi menjelang cahaya sang surya menyembulkan sinarnya.


Bi Ratih yang akan menyapu di depan kaget dengan seseorang tidur di teras rumah Pak Fadly.


"Neng Talita" kaget Bi Ratih.


"hggghh,Bi Ratih" Talita juga kaget dengan ke beradaannya Bibi Ratih di depannya.


"Astagfirullah Neng, kenapa tidak membunyikan bel rumah"


"Bi, saya datang semalam. saya tak sanggup tinggal di rumah. saya hanya ingin pamit pada Pak Fadly. Buah Cabenya sudah mulai ramun Bi. jadi saya mohon jika sudah waktu panen silahkan di panen dan di jual.


"Maaf, Bi. saya tak bisa menjaganya lagi. saya tak sanggup tinggal bersama suaminya Ibu"


"Neng Tinggal saja di sini bareng kami"


"Tak bisa Bi, saya tak ingin kalian akan terkena masalah karena saya"


"Tapi Neng akan ke mana"


"Saya akan merantau ke luar kota Bi, untuk tujuannya saya masih belum tau"


"Baiklah Neng, tunggu di sini dulu. Saya akan bangunkan Tuan Fadly"


"Iya, Bi" Talita mengangguk.


Bi Ratih masuk ke dalam rumahnya dan tak lama Pak Fadly datang menemui Talita.


"Ada apa Nak"


"Begini Pak, Talita minta maaf tidak bisa melanjutkan untuk merawat tanaman cabenya. Talita harus pergi"

__ADS_1


"Kamu akan pergi ke mana Nak"


"Talita akan merantau, Talita masih bingung harus ke mana"


"Apa tidak sebaiknya tinggal di sini saja"


"Jika Talita tinggal di sini, Talita takut Om Felix akan datang ke sini dan akan berbuat onar"


"Baiklah, Bapak tak masalah. Nanti setelah terjual cabenya maka Bapak akan menyimpan uang hasil jerih payahmu di sini"


"Jika kamu memang keberatan, ini sudah menjadi ke putusan saya"


"Baiklah Pak, nanti Talita akan kabari bapak"


"Oke Nak"


"Trima kasih Pak. Bapak sungguh sangat bijak"


"sama-sama Nak"


"Saya harus pergi Pak Fadly, jika tidak nanti Om Felix akan menyusul ke tempat ini"


"Baiklah, Nak. Hati-hati di Jalam"


"Trima kasih tuan"


Talita segera pergi meninggalkan rumah Pak Fadly. Harapan Talita semoga masih bisa bertemu lagi.


"Argghhhh, TALITAAAAA" suara teriakan Om Felix memenuhi ruangan.


Om Felix kaget dari tidurnya dan mencari ke segela arah keberadaan Talita tapi tak di temukan.


Dia pun mendatangi rumah Bu Mey tapi hasinya nihil.


"Bagaimana ini, aku sudah mengambil uang 1 M dari tante Ira langganannya. Dan harusnya sekarang aku harus membawa Talita ke hadapan Tante Ira" batin Om Felix.


"Mau cari kemana lagi"


Om Felix segera pergi dari rumah dan menuju ke rumah majikannya Talita.


Tok.. tok.. tok


Tak Lama Bi Ratih membukakan pintunya dan mengatakan jika Talita tidak ada di rumah.


Tapi Om Felix tak percaya dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah Pak Fadly seperti di lakukan di rumahnya Bu Mey.


"Pak, kamu itu tidak sopan dengan masuk di rumahnya orang sembarangan"


"Diam!!, jika tidak rumah ini saya akan bakar"


Bi Ratih cukup terkejut dengan apa yang di katakan Om Felix.


Om Felix mencari ke sana ke mari tapi tak di temukannya Talita.


"Arrrggggghhhhh" Om Felix menjambak rambutnya sendiri.


Om Felix bingung harus mencari Talita ke mana lagi. Jika tak di temukan maka nyawanya akan terancam. Uang yang di berikan 1 M sudah habis terpakai.


Sekarang jalan satu-satunya harus menemukan Talita secepatnya. Harusnya malam ini Talita akan di serahkan pada Tante Ira.


Om Felix segera menuju ke stasiun, beruntung kereta yang di tumpangi Talita sudah berangkat 15 menit yang lalu.


Om Felix menunjukkan pada siapapun di temui foto Talita dan tak ada siapapun yang melihatnya.


Om Felix sudah putus asa, jalan satu-satunya dia harus kembali ke rumahnya.


****

__ADS_1


Talita bersyukur setelah dia datang ke stasiun, ada kereta yang akan berangkat.


Talita segera membeli karcis dan langsung naik di dalam kereta.


Uang yang tersisa masih ada 3jt, Talita akan menggunakan uang ini di daerah baru yang akan di tinggalinya.


Di dalam kereta Talita menjaga barangnya dengan baik, dia tak ingin kehilangan apapun dalam perjalanan.


"Minum Neng"


"Makasih Pak"


Talita tak ingin mengambil resiko apapun. dia menolak bantuan dari siapapun.


Di tengah perjalanan rasa kantuknya begitu di rasakan, segera Talita memasukkan uangnya di **********.


Seketika dia tertidur dengan nyenyak. beruntung penumpang kereta begitu banyak. jadi jika ada yang berniat jahat pasti akan ketauan.


Sejam kemudian stasiun berhenti di daerah Bandung. Talita segera tersadar dan segera turun dari kereta.


Talita belum mengenal siapapun yang ada di sini. Talita akan mencari penginapan atau rumah kos.


Setelah bertanya dari satu orang ke orang yang lain. Talita menemukan tempat tinggal yang cukup murah. setahun hanya 1,2jt tanpa pikir panjang Talita menyerahkan uang untuk satu tahun ke depannya.


Sementara itu...


Om Felix kedatangan anak buah Tante Ira di rumahnya.


"Ma_ma_ suk"


"Mengapa kamu gugup, jangan bilang mangsamu sudah tak ada"


"Aku mohon beri aku waktu, Talita kabur dari rumahnya, ini fotonya. ambillah dan bantu aku menemukannya"


"Enak saja kamu mau menyuruh-nyuruh kami untuk mencari buruanmu, serahkan uang 1 m saja" ucap Tante Ira.


"Tapi Tante, baiklah kasih aku satu minggu. aku akan menemukannya"


"Kami tak punya waktu"


"Tapi aku mohon beri aku waktu, uang yang kalian berikan sudah habis"


"Hahaha, jangan main-main Felix. Kamu sudah tau konsekuensinya"


"Jangan sakiti aku"


"Ayo kerjakan"


Anak buah Tante Ira membawa Felix ke dalam kamar.


"Arrghhhhh... arrghhhh"


Hanya itu yang terdengar dan Tante Ira mengambil ponsel milik Om Felix.


"Cari anak ini sampai dapat"


"Baik, nyonya"


"Buang mayatnya di sungai, jangan sampai ada jejak. tenggelamkan jasadnya. Mengerti!!"


"Mengerti Nyonya"


Itulah akhir kisah Om Felix, mati dengan cara mengenaskan.


Tante Ira tak akan berhenti mencari Talita, uang 1 M bukan sedikit. Mau bagaimanapun keadaan Talita harus tetap di temukan.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2