Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 66


__ADS_3

Saat ini Tuan Adi membaringkan kepalanya di paha Talita, wajahnya di hadapkan di perut Talita yang sedikit menonjol. Sekali-kali di labuhkan kecupan singkat.


"Sayang, baik-baik di sana ya, Ayah sudah tak sabar ingin melihat dan mendengar suara tangismu"


"Do'akan sehat selalu Mas, tadi beruntung kita bisa selamat dari insiden bom molotov di mobil, kira-kira mas punya musuh di perusahaan" tanya Atika sambil membelai rambut Tuan Adi.


"Sepertinya bukan musuh dari klienku, namun aku curiga kepada Ambar yang tak ingin aku bahagia, k.amu dengar sendiri, kata-katanya yang ingin kembali kepadaku, saat ini perusahaannya terlilit hutang yang sangat banyak, bisa saja langsung gulung tikar,"


"Aku juga sebenarnya berfikir seperti itu, namun aku tak mau bersuuzon, kalau soal perusahaan begitulah menyerahkan yang bukan pada ahlinya pasti akan hancur, beruntung Setno dapat di percaya"


"Setno itu sudah keturunan kedua yang membantu keluargaku sayang, awalnya ayahnya yang jdi kepercayaan keluarga kami, setelah ayahnya meninggal sekarang Setno yang meneruskan setelah ayahnya meninggal"


"Akupun sudah menganggapnya sebagai adikku, aku yang anak tunggal tak punya sodara, sangat beruntung ketika Setno sering ke rumah bahkan nginap di rumahku" Tuan Adi mengingat masa lalunya.


"Alhamdulillah mas, walau ada keluarga kita yang tak baik, di gantikan orang lain yang lebih baik dari pada keluarga" Talita teringat masa lalunya dan masa lalu Tuan Adi yang kelam.


"Iya benar, sayang, semoga Anakku akan di kelilingi orang-orang yang baik, agar aku... " ucapan Tuan Adi terpotong.


"Agar aku apa mas, mas harus janji jangan pernah tinggalkan aku, kamu kan janji akan selalu ada buat aku"


"Iya sayang, Aamiin"


Firasat Talita menjadi semakin menjadi, Sudah beberapa kali Tuan Adi sering menyebut mati, apalagi kejadian barusan, yang hampir merenggut nyawanya, suaminya dan supirnya.


"Yaa Rabby, semoga keluargaku dalam lindungan Allah Subhana huwata'ala" gumam Talita di dalam hati.


"Ya sudah, kita sholat bareng lagi" ucap Tuan Adi.


"Ayuk"


Setelah Tuan Adi duduk di kursi rodanya, Talita pun mendorong kursi ke arah kamar mereka.


***


"Trima kasih Pak" Setelah Setno dan Eci sampai di kos'an Eci.


"Ingat malam ini kita dinner, jangan memanggikku bapak jika ada di luar" Setno mengingatkan Eci, karena sedari tadi Eci memanggilnya bapak terus.


"Trus aku panggil apa" tanya Eci dengan lugunya.


"Panggil sayang, honey, baby" jawab Setno sambil tersenyum.


"Ih, panggilan lebay" Eci membelalak matanya. ternyata bosnya ini, di luar perusahaan lebay dan alay seperti anak muda.


"Itu bukan lebay, itu panggilan sayang" imbuh Setno sambil mengacak-ngacak rambut Eci yang sebahu.


"Ish, nggak mau, aku panggil Abang aja ya, kan umur bapak lebih tua dariku" Eci pun berkata sambil menaik turunkan alisnya.


"Iya, iya asal ingat sebentar aku jemput jam 8 malam"


"Iya bang" Eci menganggukkan kepalanya.


Setno pun mencium pucuk kepala Eci, Eci membelalak matanya, mulutnya sedikit terbuka.

__ADS_1


Setno pun membelai wajah Eci.


"Jangan begitu ah, nanti aku bisa saja khilaf"


"Khilaf" tanya Eci keheranan.


"Iya, bibirmu itu menggodaku nanti" Setno tersenyum.


Eci pun langsung menutup mulutnya.


"Hahaha, jangan khawatir, ntar udah nikah baru aku akan menyentuhnya"


"Nikah, kapan nikah, emang kita sudah mau nikah?" tanya Eci seolah tak berdosa.


"Yaa Ammpuun Eci, aku ajak makan malam romantis biar aku langsung melamarmu, kamu bilang maunya di lamar dengan cara romantis, aku sudah tak mau pacaran lagi, aku ini sudah 35 tahun, bukan saatnya pacaran lagi" Setno berusaha menetralkan emosinya.


"Hehehe, tes to" Eci tertawa karena membuat Setno marah.


"Jangan marah dong, bang"


"Mau lamaran, ya ke rumah Abang, bukan ajak dinner romantis" ucap Eci lagi.


"Nanti setelah acara 4 bulanan Tuan Adi, aku dan kamu akan ke rumahmu, bagaimana"


"Terserah Abang saja, apapun yang terbaik aku siap, bang"


"Jaga diri baik-baik di kos-kosan" ingatkan Setno.


"Iya tenang saja bang, di sini hanya bisa tamu cewek, tamu cowok akan di larang. Hany bisa di teras seperti ini"


"Iya abang, sayang"


Setno yang di panggil sayang tersenyum dan melabuhkan kecupan lagi di dahi Eci.


"Sudah sana pergi, bentar lagi sholat maghrib" Eci pun mendorong tubuh Setno ke arah parkiran motor.


"Baiklah, aku pergi dulu, jangan lupa jam 8 aku jemput nanti"


"Iya Bang" Eci mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


Setno pun bergegas pulang ke arah rumahnya. Setelah motor Setno tak terlihat lagi, barulah Eci masuk ke dalam kos-kosannya.


***


"Kok nomor handphone Eci tak bisa di hubungi"


Endi pun menelpon lagi namun tetap saja suara operator yang terdengar lagi.


"Huufffttt"

__ADS_1


Endi pun melihat isi handphonenya.


"Brenggsssekkk, aku kalah lagi. uang pemberian Setno sudah hampir habis"


Semenjak Setno mengirim uang upahnya di rekeningnya, Endi mulai salah langkah, dia mencoba peruntungan di judi online atau di aplikasi binama yang menebak dan memantau kurs dolar.


"Mana uang yang tadi belum di transfer lagi, aku harus menghubunginya lagi"


"Brenggseeekk, nomornya pun tak bisa di hubungi"


"Padahal aku telah berkorban, mengkhianati Tuan Adi, malah upahku tak di bayar"


Tiba-tiba handphone Endi berbunyi.


Dia pun melihat ada nomor baru yang masuk dan memanggil.


Endi pun melihat sekeliling dan dia mengunci kamarnya.


Setelah itu dia pun mengangkat handponenya.


"Hallo"


"Kamu itu kerjanya tak becus, baru bekerja begitu saja gagal"


"Mana bayaranku, soal aku gagal, itu bukan salahku, salahmu yang tak bisa menjaga rahasia, untuk apa kamu kerja sama dengan Pingkan"


"Aku sudah katakan, ada mata-mata suruhan Setno ke sana, kamu tetap saja tidak mau mengindahkanku"


"Sekarang aku gagal, kamu malah melemparkan kesalahan kepadaku, ayo bayar bayaranku, kalau tidak aku akan bongkar seluruh rahasiamu hingga kamu tak bisa berani menampakkan diri ke bumi ini"


"Aku masih belum puas, aku ingin mereka menderita,"


"Tapi janjimu tepati dulu, setelah itu kita akan susun lagi rencana berikut"


"Baiklah, tunggulah beberapa jam lagi, aku tak bisa mentransfer uang banyak-banyak, nanti ada yanh curiga"


"Tak masalah, asal aku bisa menggunakan uang itu untuk aplikasi binama lagi"


"Kamu ini, judi saja terus, uangmu nanti habis kamu bingung lagi"


"Sudah jangan banyak baccoott, aku pasti akan berhasil mendapat uang banyak lagi, cepatlah di kirim uangku"


"Ya, jangan lupa rencana B, aku tunggu hasilnya, jangan sampai gagal lagi, jika gagal maka aku yang akan menanganimu dan menangani mereka semua di situ"


"Tenang saja, aku tak ingin mereka mencurigaiku, kita bermain cantik, oke cantik"


"Baiklah, kapan kamu akan ke sini lagi, sudah lama kita tidak memadu kasih"


"Aku harus stanby di sini, sampai situasi kondusif, baru kita bertemu lagi"


"Baiklah sayang, jangan kau simpan nomorku, sebentar lagi aku punya nomor yang baru lagi untuk menghubungimu"


"Baiklah"

__ADS_1


TBC...


__ADS_2