Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 81


__ADS_3

Malam hari.


Tuan Adi dan Talita berencana pergi ke Menara Keagungan Gorontalo, setelah bersiap-siap Talita dan Tuan Adi menunggu kedatangan Agung. Mereka akan di antar Agung untuk ke Menara.


"Sayang, cepatlah! aku sudah tak sabar melihaf keindahan Kota Gorontalo di malam hari..." ujar Tuan Adi sambil memakai sepatu dengan antusias.


"Iya, sayang. Aku tinggal pakai lipstik aja" imbuhnya.


Tuan Adi pun mendekati Talita dan langsung bereaksi melihat kecantikan istrinya itu.


"Udah, jangan cantik-cantik banget. Kecantikanmu itu khusus buatku saja" celoteh Tuan Adi sambil ******* tipis bibir Talita.


Hmmmfffttt..


Talita pun mendorong pelan tubuh Tuan Adi.


"Sayang, tuh lihat kan jadi belepotan" gerutu Talita sambil mengambil tisu basah dan memperbaiki gincu merah yang sudah melebar ke mana-mana.


"Sini sayang, maaf ya. Aku perbaiki deh, asal jangan di tambah lagi. Aku hanya tak ingin semua mata lelaki akan melihatmu" ujar Tuan Adi sambil memperbaiki riasan Talita.


"Ya ampun mas, perut segede ini apa iya masih ada yang mau melirikku? hmmm" tanya Talita.


"Pastilah, karena Istriku sangat cantik malam ini" ucap Tuan Adi sambil memeluk Talita dari belakang dan mengusap perut Talita yang sudah membesar.


"Hmmm.. gombal. katanya ingin cepat! kok malah di peluk seperti ini?" heran Talita.

__ADS_1


"Pokoknya setiap dekat dengan istriku ini, itulah keadaan ternyaman yang aku rasakan" imbuh Tuan Adi lagi.


"Jadi ngak mau berangkat nih" sarkas Talita.


"Jadi.. jadi. Ayo! paling Agung udah nunggu di depan hotel nih"


"Ya udah, ayo kita ke lobi" ajak Talita.


Akhirnya Tuan Adi dan Talita menaiki lift dan sesampai di Lobi terlihat Agung yang sedang menunggu kedatangan Talita dan tuan Adi


"Mengapa tak menelpon" tanya Tuan Adi ketika bertemu Agung.


"Nggak apa-apa tuan, apa kita berangkat sekarang?" tanya Agung.


"Nggak, taon depan" jawab Tuan Adi singkat dan membuat Agung melongo.


"Baiklah Tuan"


Agung pun mulai mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke Menara keagungan Gorontalo.


Setelah sampai di sana, Agung pun membukakan mobil dan Tuan Adi bersama Talita turun dari mobil.


"Silahkan tuan putriku..." ucap Tuan Adi berlagak seolah sang raja yang menyambut tuan putrinya.


Talita pun meraih tangan Tuan Adi dan perlahan-lahan turun dari mobil.

__ADS_1


Setelah itu, Agung berbicara dengan satpam yang menjaga puncak Menara Keagungan Gorontalo.


Akhirnya mereka di izinkan untuk menaiki lift agar sampai di puncaknya.


Setelah sampai di puncaknya, Talita terperangah dan tak menyangka ternyata Tuan Adi telah menyuruh seseorang untuk merubah menjadi sebuah tempat romantis yang tersedia meja dan kursi serta bunga-bunga yang indah.


Tes....


Air mata Talita mengalir, air mata kebahagiaan.


"Sayang, kok malah nangis" ujar Tuan Adi sambil menyeka air mata Talita yang turun bebas. Dadanya Talita bergemuruh terharu melihat kesungguhan Suaminya.


"Aku bahagia sayang, aku tak menyangka mas menyiapkan semua ini untukku...."


"Ini hanya hadiah sederhana untukmu" imbuh Tuan Adi sambil merangkul lembut pundak Talita dan menuntun Talita ke depan meja yang tertata rapi lilin serta buket bunga mawar indah.


Talita pun perlahan-lahan mengikuti langkah Suaminya dan Tuan Adi pun menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Talita duduk.


"Silahkan tuan putriku" ujar Tuan Adi.


"Terima kasih sayangku"


Tuan Adi pun melabuhkan sebuah kecupan di dahi Talita yang tertutup hijab.


Talita tak menyangka seorang Tuan Adi yang dahulunya dingin, sekarang telah berubah 180 derajat.

__ADS_1


'Ya Tuhan, jagalah rumah tanggaku selalu' batin Talita di dalam hati.


TBC...


__ADS_2