
Hari ini terakhir mereka ada Gorontalo, Talita dan Tuan Adi berencana untuk ziarah kubur Nenek Saroh.
Mereka berdua akan di jemput oleh Aguang, setelah turun dari perahu terlihat Agung sedang menunggu di tempat parkiran mobil.
"Tuan!" sapa Agung.
"Agung, bagaimana Kabarmu"
"Alhamdulillah sehat Tuan, eh.. nyonya Talita kandungannya sudah mulai terlihat" basa-basi Agung.
"Ya iya dong, masak mau kecil terus" celoteh Tuan Adi.
'Ya ampun Adi, kamu itu sok-sok akrab' batinnya di dalam hati sambil tersenyum kecut.
Hari ini mereka berencana untuk ke kuburannya Nenek Saroh, mereka akan berziarah sebelum mereka kembali ke kota tempat tinggal mereka.
Ditengah perjalanan.
"Tuan, saya minta maaf atas perlakuan Endi kepada kalian berdua, mungkin gara-gara saya dia menjadi seperti itu" ucap Agung yang merasa bersalah atas kelakuan Endi kepada Tuan Adi dan Nyonya Talita.
"Iya Gung, aku tak menyangka dia bisa cemburu bahkan menyalahkan kamu atas semua yang terjadi Kepadanya, aku sempat kaget ketika Endi mengungkapkan kenapa dia berkhianat kepada kami berdua" imbuh Talita.
"Iya Nyonya, padahal dia orangnya baik namun karena ketamakannya dia menjadi seperti itu" ujar Agung lagi.
"Aku rasa dia juga terbujuk rayuan mantan istriku Gung, sehinggga dia terpaksa melakukan hal yang keji. Aku sudah memaafkannya namun tidak kepada mantan istriku" imbuh Tuan Adi.
"Kita do'akan saja, Alfatihah untuk Endi dan Semoga husnul khotimah" sarkas Talita.
Mereka pun mengamini perkataan Talita.
Akhirnya mereka sampai di TPU tempat Nenek Saroh di kuburkan.
Tuan Adi dan Talita turun dari mobil, Tuan Adi membantu Talita perlahan-lahan.
Saat ini usai kandungan Talita sudah memasuki tujuh bulan, artinya dua bulan lagi dia akan melahirkan.
Setelah sampai di depan kuburannya Nenek Saroh Mereka pun mengucapkan “Assalamu‘alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”
Setelah itu Tuan Adi yang memimpin do'anya.
Setelah membaca atau mengucap salam, yang selanjutnya dilakukan adalah membaca istigfar.
"Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi"
Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Setelah itu Tuan Adi membaca Al-fatihah, dilanjutkan dengan 3 qul( Al-ikhlas, Al-falaq dan An-nas) dan di lanjutkan dengan Tahlil "Laailaha Ilaallah"
Setelah selesai membaca tahlil, maka yang terakhir adalah Tuan Adi membaca doa jenazah
“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”
"Aamiin Yaa Rabbal'alamiin" ucap Agung dan Talita bersamaan.
__ADS_1
Setelah itu mereka menaburi bunga yang telah di beli mereka sebelum datang ke kuburan.
"Nenek, Talita datang kembali, semoga Nenek di lapangkan kuburannya ya dan terhindar dari siksa kubur, maaf aku baru bisa melihat kuburannya nenek, kemarin aku dan suamiku sempat mendapat insiden yang hampir merenggut nyawa suamiku, tapi syukurlah sekarang ini sudah berakhir" ujar Talita.
"Talita pergi dulu ya nek" Talita melabuhkan kecupan di tiang nisan kuburan Nenek Saroh.
Talita seketika menangis, sebenarnya dia berusaha menahannya.
Namun apa daya, tetesan air matanya tetap jatuh di pipinya, dia pun segera menghapusnya.
Tuan Adi melihatnya segera merangkul bahu Talita, dia memberi kekuatan dan mengatakan bahwa akan selalu ada untuk Talita.
Setelah itu mereka kembali ke mobil yang terpakir di kejauhan.
"Sayang, kita ke dokter kandungan dulu ya, ini kan masih pagi, aku ingin melihat USG anak kita"
"Boleh, kita lihat langsung perkembangan anak kita, mas"
"Agung, antarkan kami ke rumah sakit ya"
"Siap Tuan"
Agung pun segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
Talita yang sedang manja-manjanya menyandarkan kepalanya samping lengan Tuan Adi. Tuan adi pun mengalungkan tangannya di belakang Talita, seolah-olah mendekapnya.
Sesekali Tuan Adi mengusap perut Talita dan mengecup pucuk kepala Talita.
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit, Tuan membantu Talita keluar dari dalam mobil.
Mereka langsung bergegas menuju ruang poli kebidanan, terlihat belum ada pasangan yang sedang mengantri.
"Alhamdulillah masih sepi pasiennya"
"Iya Mas, mungkin karena masih pagi"
Akhirnya nama mereka di panggil oleh suster juga setelah meninggu selama 10 menit.
"Nyonya Adi"
"Iya suster," jawab Talita.
"Silahkan masuk bu"
Talita pun masuk ke dalam ruangan bersama Tuan Adi.
"Assalamu'alaikum, silahkan duduk Bapak dan Ibu. Wah ini sudah pertemuan kita yang ketiga kali ya?"
"Waalaikum salam dokter, Iya dokter dan kami hanya ingin memeriksakan kehamilan istri saya?"
"Oke Baiklah, kita cek dulu lewat USG ya, suster mohon di bantu"
Talita pun langsung naik di atas bed pasien.
__ADS_1
Suster pun mengoleskan gel ke atas perut bawah Talita
Dan Dokter pun menempelkan probe. Terlihat jelas janin Talita yang baru aktif bergerak.
"Alhamdulillah janinnya sehat, untuk air ketubannya juga cukup, jenis kelaminnya juga laki-laki"
"Alhamdulillah,"
"Jaga asupan gizi ya, nanti saya kasih resep vitamin saja"
"Iya Dokter terima kasih"
Suster pun membersihkan sisa gel di atas perut Talita dan Talita turun dari bed pasien.
Dokter memberikan resep dan mereka segera keluar membayarnya di kasir rumah sakit sekaligus menebus resep yang di berikan dokter.
Setelah selesai di tebus resepnya mereka pun mencari warung terdekat untuk makan siang.
Di perjalanan tak hentinya Tuan Adi mencium tangannya Talita.
Di genggamnya erat sambil sesekali di kecup punggung tangannya Talita.
Agung tetap fokusnya ke jalanan raya sesekali melirik tingkah Tuannya, karena sedang membawa mobil.
Talita pun sangat bahagia. Suaminya sangat perhatian dan semakin mencintainya.
Setelah sampai di warung makan, Tuan Adi dan Talita menunaikan sholat dzuhur terlebih dahulu.
Kebetulan rumah makan yang mereka singgahi tersedia mushollah kecil sehingga pengunjung bisa sholat di situ.
Setelah selesai sholat mereka memesan makanan, tak lama makanan pesanan mereka datang dan mereka menyantap dengan lahap.
"Agung, nanti kamu antar aku dan Talita di hotel dulu, setelah itu jangan lupa malam hari sekitar selesai isya kamu jemput kami lagi untuk ke menara keagungan Gorontalo"
"Oke Tuan, semoga aku tak lupa. Jika aku lupa mohon Tuan segera menelponku"
"Oke baiklah, selesai kita makan antarkan kami di hotel"
"Baik Tuan"
Mereka segera menghabiskan pesaran yang mereka telah pesan.
Mereka makan dalam diam.
Setelah selesai, Tuan Adi segera membayar pesanan makanan mereka.
Setelah itu Agung mengantarkan mereka ke hotel terdekat dengan Menara.
Tuan Adi dan Talita segera cek in.
Akhirnya perjalanan mereka hari ini cukup melelahkan.
TBC....
__ADS_1