Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 58


__ADS_3

Setelah mencari cukup lama, akhirnya Tuan Adi memilih Hotel yang terlalu dekat dengan Rumah Sakit.


Mereka sempat mengunjungi beberapa hotel, namun hanya tersedia yang di lantai bawah.


Tuan Adi ingin yang berada di lantai atas agar bisa melihat pemandangan di sekitarnya.


Kebetulan mereka mendapat hotel yang sangat stategis.


"Tuan, ini kuncinya. Kata CSnya di hotel ini juga menyediakan jasa pijit tradisional. Siapa tau Tuan berminat"


"Yang mijit laki-laki atau perempuan, jika perempuan mending aku minta istriku saja, jika laki-laki aku mau"


"Kata CSnya jika laki-laki, yang mijit laki-laki, jika perempuan, yang mijit perempuan juga Tuan"


"Baiklah, katakan aku dan istriku ingin pijit. namun untuk istriku jangan sampai memijit bagian perut"


"Baiklah Tuan, saya akan katakan"


Endi pun segera ke bagian CS mengatakan apa yang tuannya inginkan.


Setelah mereka memasuki kamar hotel. Tuan Adi memerintahkan Endi untuk membawa pakaian mereka ke hotel.


Endi pun segera bergegas ke ruko bersama Agung.


"Agung, kamu cari orang yang mau merenovasi ruko ini ya, aku mau menyiapkan baju tuan dan nyonya"


"Baiklah, mau berapa orang"


"Terserah berapa orang, tapi yang pasti mereka kerjanya cepat, tangkas, dan hasilnya memuaskan"


"Oke, aku pergi dulu"


*****


Sementara di kota Surabaya. Setno sedang bertemu dengan kliennya.


"Pak Setno, mengapa aku tak pernah bisa bertemu dengan Tuan Adi" tanya kliennya atas nama Bagus.


"Pak Bagus, saat ini Tuan Adi lagi berobat. Aku sudah punya surat rekomendasi pengalihan pekerjaan, apa Pak Bagus tidak percaya?" tanya


"Aku percaya, namun aku ragu akan kemampuan anda" sinis Pak Bagus.


"Aku akan buktikan Pak" jawaban mantap Setno


"Baiklah, aku menyetujui proposal yang anda tawarkan dan sangat tertarik untuk kerja sama dengan perusahaan Tuan Adi"


"Trima kasih pak, jika Tuan Adi sudah pulang dari berobat, saya akan mengatur jadwal pertemuan anda dan Tuan Adi"


"Oke."


Mereka pun menandatangani perjanjian antara kedua belah pihak.


"Silahkan mencicipi sajian yang kami sediakan" tawar Setno.


"Trima kasih"


Pak Bagus pun makan dengan lahapnya.


Sebenarnya restoran ini milik Tuan Adi, namun tak ada yang tahu.

__ADS_1


Restoran ini akan di hadiahkan untuk sang istri agar Talita bisa beraktifitas mengawasi restoran bukan hanya berdiam diri di rumah.


****


Sementar di Hotel.


"Awwu, sakiiitt"


Tuan Adi tak hentinya berteriak.


"Pelan-pelan pak, sakit"


"Seperti kaki anda hanya mendapat trauma benturan, buktinya saya menekan sarafnya anda masih bisa merasakannya"


"Mungkin hanya beberapa kali urut, kaki anda akan normal kembali" ungkap Tukang urut yang namanya di sebut Om Sardi.


"Saya kata dokter akan di operasi, jika memang tanpa oprasi aku bisa berjalan lagi, aku mau untuk pijat lagi"


"Baiklah, saya juga akan kasih ramuan untuk di minum agar syaraf-syaraf di dalamnya tidak lebih bereaksi lagi" ujar Om Sardi.


"Apa pernah ada pelanggan seperti saya yang Om Sardi pernah tangani juga?" tanya Tuan Adi, tuan adi tertarik dengan pengobatan tradisional yang di tawarkan Om Sardi.


"Sudah banyak, ada yang besok mau di operasi malah tak jadi, hingga pasien langsung mengucapkan syukur"


"Tak ada salahnya aku coba, semoga aku bisa berjalan lagi agar bisa menjaga istriku" batin Tuan Adi di dalam hatinya.


"Sebentar saya bawakan ramuannya ya, saya pijit dahulu"


"Baikalah Om"


Teriakan demi teriakan terdengar dari bibir Tuan Adi. sedangkan Talita melihatnya merasa iba namun di dalam lubuk hatinya berdo'a untuk kesembuhan suaminya.


"Iya Tante"


Tante mila pun memijit kaki Talita dengan perlahan-lahan.


"Pijitan Tante enak banget"


"Jadi tukang pijat di hotel ini sudah sepuluh tahun saya kerjakan, alhamdulillah semuanya menyukainya"


"Sudah lama juga ya" ucap Talita.


"Iya, Om Sardi yang mengajarkan aku dan mengajak aku bekerja di sini" ungkap Mila.


"Berarti Om Sardi sudah lebih dulu kerja di sini Ya"


"Iya, benar"


"Semoga kaki suamiku secepatnya bisa berjalan lagi" Do'a Talita di dalam hatinya.


"Om Sardi itu sudah banyak pelanggannya sembuh dengan terapi yang omku lakukan dan hampir semuanya juga sembuh"


"Aamiin, semoga apa yang tante mila katakan akan di ijabah Allah SWT"


"Aamiin"


Tante mila melanjutkan memijat Tangan dan Kaki Talita.


Saking keenakan di pijit, akhirnya Talita tertidur"

__ADS_1


Tuan Adi yang melihatnya hanya tersenyum, Tuan Adi masih merasakan sakit namun berusaha di tahannya.


Tok! tok! tok!


"Masuk" teriak Tuan Adi dari dalam kamar.


Ternyata Endi yang datang membawa masuk tas yang berisi pakaian Tuan Adi dan Nyonya Talita.


"Tuan ini baju anda dan Nyonya"


"Letakkan di situ saja Endi, jika kamu capek boleh kamu minta pijit juga di bagian CS"


"Soal pembayaran, biar sy bayar sekalian, tapi pijitnya di kamarmu ya. Jangan di sini, nanti jika aku perlu, baru aku akan mengirimkan pesan untukmu"


"Baik Tuan, trima kasih"


"hmm"


Endi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Tuan Adi.


Setelah setengah jam kemudian, Tuan Adi telah selesai di pijit, tinggal Om Sardi akan mengambil ramuan herbal.


"Tuan Tunggu di sini ya, tak lama kok"


"iya Om"


Om Sardi pun ke pantry hotel dia akan memasakkan ramuan untuk Tuan Adi.


Bahan-bahan yang di perlukan:



Daun Alpukat 7 lembar.


Daun Sirsak 7 lembar.


Daun Pandan untuk pengharum


Kencur di geprek.



Rebus bahan-bahan di atas dengan mengambil 3 gelas air. Rebus bahan-bahan di atas dengan menggunakan api sedang. Rebus hingga menghasilkan sisa 1 gelas air. saring dan minumkan selagi masih hangat. Boleh tambahkan madu murni agar tidak pahit.


Setelah itu Om Sardi mengambil Daun Bakung.


Cara menghilangkan syaraf kejepit dan bisa Anda coba adalah menggunakan daun bakung. Mempunyai nama latin berupa Crynum Asiaticum L, daun bakung digunakan untuk obat patah tulang, bengkak, dan terkilir. Namun, juga bisa digunakan untuk meredakan masalah syaraf kejepit.


Cara menggunakan ramuannya pun sama dengan penggunaan untuk masalah patah tulang, bengkak, dan terkilir. Anda hanya perlu memgambil satu lembar daun dan cuci bersih. Panggang di atas api kecil sampai layu, lalu oleskan minyak kelapa secara merata. Setelah itu, tempelkan di bagian yang diinginkan.


Readers semua bisa mencobanya.


Setelah semua ramuan dan daun bakung, telah selesai di siapkan untuk mengobati Tuan Adi. Om Sardi segera membawanya ke lantai atas ke kamar Tuan Adi.


"Ini Tuan minumlah, dan yang ini daun bakung saya tempelkan dikaki yang sakit"


Tuan Adi pun segera meminumnya walau dia tak biasa meminum ramuan, demi kesembuhan dia harus memaksanya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2