
Sebulan kemudian.
Hari ini acara lamaran Eci dan Setno. Tuan Adi dan Talita sedang bersiap menuju ke rumah orang tua Eci.
"Setno kok belum datang mas" tanya Talita.
"Nggak tau dek, padahal mas udah telpon dia dari pagi tapi tidak di angkat"
"Ini sudah jam 9 pagi, acaranya kan jam 10, mana perjalanan ke rumahnga Eci agak jauh.." Talita gelisah tak menentu, apa yang di lakukan Setno sampai sekarang belum datang.
Tak lama terdengar suara klakson dari depan rumah.
"Sepertinya itu suara mobil setno sayang..." Tuan Adi segera ke depan teras rumah melihat siapa yang datang ke rumahnya.
Terlihat Setno turun dari mobilnya.
"Tuan, maaf aku terlambat, semalam tak bisa tidur"
"Hmn.. belum nikah udah pikiran, santai no, malah kalau gugup kamu bakal salah ngucapin"
"Nggak tau, nervous saja dari kemarin"
"Mending kamu narik nafas panjang hirup hidung keluarkan dari mulut perlahan-lahan, biar plong"
"Baiklah Tuan." Setno pun mengikuti cara yang di katakan Tuan Adi.
m
"Lakukan jika kamu mulai grogi"
"Ayo Setno, Mas, nanti kita akan terlambat" ucap Talita agar mereka langsung pergi ke rumahnya Eci agar tidak terlambat nantinya.
Mereka pun bergegas menuju ke rumahnya Eci.
Karena rumah Eci yang cukup jauh sehingga perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam lamanya.
Di kediaman Eci
Siang itu di rumahnya Eci kedatangan keluarga besar Setno beserta Tuan Adi dan Talita.
Mereka sudah di sambut oleh Ayah dan ibunya Eci dengan ramah.
"Maaf kami datang terlambat, karena memang masih belum terbiasa ke daerah yang jauh" ucap Tuan Adi.
"Tidak masalah, silahkan duduk" ujar Ayahnya Eci.
"Trima kasih"
Mereka pun duduk di tempat yang telah di sediakan.
Akhirnya acara pun di mulai
__ADS_1
Tuan Adi yang mewakili dari keluarga Setno menyampaikan maksud dan kedatangan mereka ke rumahnya Eci.
"Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya Adi Setiawan mewakili Almarhum dan Almarhah Ayah Ibu Setno, ingin anak kami yang bernama Setno Kurniawan ingin menyampaikan lamaran buat anakda Eci Mustikasari. Jika sekiranya berkenan, waktu dan tempat saya persilahkan anakda Setno menyampaikan lamarannya"
Setno pun berdiri.
"Bismillahirrohmannirrohiim"
"Yang ku lakukan semua ini hanya tentangmu. Kamu yang menjadi sumber semangatku. Dan untuk mu-lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari. Jangan buat aku merana, dengan menolak pinangan ini. Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti."
Setno menjeda kata-katanya.
"Saya bersyukur kepada Tuhan karena sudah di berikan satu hati untuk mencintaimu, satu otak untuk selalu memikirkanmu dan satu mulut yang tak pernah berhenti untuk selalu mendoakanmu untuk jadi istriku. Sekarang semoga doa ku terkabul. Mau kah dek Eci Mustika Sari menjadi istriku?"
Eci pun memberi jawaban.
"Terima kasih atas niat Kak Setno untuk melamar saya. Insya Allah dengan restu Ayah dan Ibu, saya bersedia menerima Kak Setno sebagai suami dan imam dari bahtera rumah tangga yang akan menuntun saya menuju surga”
Eci pun menjeda kata-katanya.
“Sejak pertama kali bertemu, kehadiran Kak Setno membuat kehidupan saya menjadi lebih berwarna, dari awal saya kagum akan kegigihan Kak Setno memimpin perusaahaan, membimbing saya jika ada kesalahan, untuk itu saya menerima lamaran Kak Setno untukku"
"Alhamdulillah," ucap mereka semua dengan serempak.
Setelah selesai prosesi lamaran, Tuan Adi dan rombongan keluarga Setno menyerahkan seserahan. dan di terima keluarga Eci.
Setelah menyerahkan seserahan, tibalah Setno dan Eci bertukar cincin.
Akhirnya selesai sudah prosesi lamaran antara Setno dan Eci.
"Bagaimana Setno, kapan kamu mau acara pernikahan kalian?" tanya Ayahnya Eci
"Kalau saya, saya serahkan kepada dek Eci sendiri," ucap Setno.
"Papah, mamah, jika memang Setno sudah siap menjadi imamku, aku ingin secepatnya menikah, tapi setidaknya kita tunggu setelah Nyonya Talita melahirkan agar 4 bulan ke depan kita bisa menyiapkan pernikahan dengan matang dan baik." ujar Eci sambil melirik Setno.
"Kalau di hitung saat ini Talita usia kandungannya 5 bulan, berarti 4 bulan dari sekarang, tapi baiknya 6 bulan saja dari sekarang, bagaimana Setno?" usul Tuan Adi.
"Baiklah Tuan, aku setuju dengan usulan Tuan"
"Baiklah, kita sepakat 6 bulan lagi akan di adakan pernikahan antar Nak Setno dan Nak Eci" ujar Ayahnya Eci Pak Risman.
"Kira-kira tanggal berapa?" tanya Tuan Adi.
"Kalau tanggal sebaiknya tgl 22-12-2022 bagaimana?" usul Talita.
"Saya setuju dengan usulan Nyonya Talita, tanggalnya sangat cantik" imbuh Eci.
"Baiklah, kita sepakat tanggal pernikahan tanggal 22-12-2022 ya" ucap Ayahnya Eci.
"Jika begitu, nanti aku yang akan mencari WO yang tepat" ucap Setno.
__ADS_1
"Syukurlah" ucap semuanya.
"Alhamdulillah, sebelum acara berakhir, kami ada sedikit perjamuan untuk keluarga Nak Setno. silahkan, maaf jika ada kekurangan" imbuh Ibunya Eci, Ibu Rodiah.
"Ayo silahkan!" lanjutnya lagi.
Setelah acara makan-makan bersama, keluarga Setno dan Tuan Adi pamit untuk kembali ke rumahnya.
"Kami pamit dulu ya, nanti setelah kami menemukan WO yang tepat, kita bisa bertemu mereka dan membicarakannya lagi." ujar Setno sambil melirik Eci.
"Baiklah Nak, kami sepakat dengan keinginanmu" ucap Ayahnya Eci.
"Trima kasih telah menerima kami dengan baik, kami bersyukur mempunyai calon besan seperti kalian," ucap Tuan Adi
"Sama-sama Pak Adi"
"Assalamu 'alaikum,"
"Waalaikum salam"
Mereka pun kembali ke rumah bersama-sama. Hari ini Setno begitu bahagia. Semua keinginannya telah tercapai, apalagi acara lamarannya lancar.
'Memang tokcer juga usul Tuan Adi' gumamnya di dalam hati.
6 bulan ke depannya dia akan menikah, dia harus mencari WO yang tepat agar semuanya lancar.
Tuan Adi sudah menanggung gedung hotel, tinggal pihak WO yang harus menatanya dengan baik agar kelihatan sederhana namun Elegan.
Setno tak ingin pernikahan yang megah, baginya acara sakralnya yang terpenting.
Setno sadar dia bukan anak orang yang kaya raya. Setno berkeinginan setelah selesai pernikahan akan dia akan beramal di yayasan milil Nyonya Talita.
Lebih baik memberi hak anak yatim piatau dari pada membuang-buang uang untuk acara pernikahan.
Yang terpenting sudah Sah di mata Allah, Eci pun menyetujui keinginan Setno. Dia sepakat juga untuk beramal setelah nikah agar rumah tangganya dengan Setno langgeng dan Samawa.
***
Talita membaringkan tubuhnya di atas ranjang. hari ini rasanya perutnya agak begah, perjalanan selama 3 jam bukan hanya menyita tenaganya namun badannya juga sangat sakit semuanya.
"Aku pijitin ya" Tawar Tuan Adi.
"Asal hanya pijit saja ya Mas, aku capek banget"
"Iya sayang, malam ini kamu bisa lolos, tidak dengan malam selanjutnya." ujar Adi tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
Talita hanya mengangguk, rasanya berbicara saja sudah tak mampu.
Hanya butuh 5 menit, Talita terlelap tidurnya.
TBC....
__ADS_1
Mohon di Vote, like, dan tinggalkan jejak komentar ya🙏
biar Author semangat🙏