Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 35


__ADS_3

"Nanny, jangan lupa kompres mukanya Nyonya ya? Aku harus ke perusahaan"


"Iya Tuan,"


"Jangan lupa suruh minum obat juga, kalau ada apa-apa kepada Nyonya, jangan sungkan-sungkan untuk menelponku"


"Baiklah, Tuan"


"Nanny orang kepercayaanku, jangan pernah biarkan Ibu keluar dari kamarnya"


"Iya Tuan, saya mengerti"


"Apapun yang Nyonya minta, buatkan saja atau beli jika tak ada di sini"


"Aku pergi dulu"


"Iya Tuan"


"Ingat, jangan lupa menelponku jika terjadi sesuatu"


"Atau hubungi Asistenku, jika handponeku tidak bisa di hubungi"


"Siap, Tuan"


"Ya Allah, saking perhatiannya sampai segitu mengingatkan aku" batin Nanny dalam hati.


Sebelum pergi, Tuan Adi mengecup dahi Talita. Entah mengapa melihat Talita tidur dengan nyenyak membuatnya begitu damai.


"Aku hanya pergi sebentar, istirahatlah Sayang"


Tuan Adi membelai rambut Talita yang hitam legam, rasa sayangnya kepada Talita begitu besar.


Tak pernah sekalipun di rasakan dulu bersama mantan istrinya.


Tuan Adi pun melangkahkan kakinya, masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan sang sopirnya.


Mang Ujang melihat rona kecemasan di wajah sang Tuannya. Dia ingin bertanya tapi agak takut mengungkapkan.


"Mang Ujang, jika mamang menyakiti seseorang yang amat kita cintai. Apa yang ingin mang ujang lakukan"


"Begini Tuan, kalau menurut saya sendiri. Lebih baik kita minta maaf dan jangan ulangi hal yang sama lagi. Mamang yakin pasti oramg itu mau memaafkan kita dan kalau memang bersungguh-sungguh sadar. Buktikan perubahan kita dengan memberi perhatian yang lebih"


"Oh, begitu ya Mang"


"Iya Tuan, itu hanya saran dari saya saja. Semuanya tergantung orang itu sendiri"


"Mamang yakin orang itu mau memaafkan saya?"


"Maaf tuan, ini hanya pendapat Mamang saja"


"Aku tadi sudah minta maaf, sekarang hanya berjanjin untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi, tapi... aku tak bisa" lirih Tuan Adi dengan sendu.


"Semua bisa berubah Tuan, asal itu kemauan tuan sendiri"


"Trima kasih ya Mang"


"Sama-sama Tuan"


Mobil yang di tumpangi Tuan Adi sudah sampai di perusahaan zero.


Perusahaan yang di menangani bidang property ini sedang melesat terkenal hampir di seluruh Indonesia.


Tuan Adi melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan, dan ternyata asistennya telah menunggunya di pelataran loby.


"Setno, bawa berkas yang ingin aku tanda tangan ke ruanganku"


"Baik Tuan"


Tuan Adi dan Setno masuk ke dalam ruangannya masing-masing.


Tuan Adi termenung mengingat keadaan Talita yang babak belur akibat ulahnya


"Apa yang harus aku Lakukan?!" gumam Tuan Adi.

__ADS_1


Setno pun membawa berkas yang mau di tandatangani Tuan Adi.


"Setno, cari dokter terbaik untuk aku"


"Dokter apa Tuan"


"Dokter Spesialis Seksologi dan Andrologi Rumah Sakit terdekat"


"Usahakan jangan sampai di ketahui publik"


"Baiklah Tuan"


"Trima kasih Setno"


"Sama-sama tuan"


Setno pun keluar dari ruangan Tuan Adi.


Tuan Adi sangat merindukan istri barunya, ingin rasanya dia pulang ke rumah tapi dia memilih untuk tidak pulang agar Talita tidak tersakiti lagi.


Keinginan Tuan Adi untuk berubah telah terpatri di hatinya, karena melihat istri kecilnya menjadi seperti tadi pagi.


Mulut robek, muka lebam di seluruh badannya membuatnya sedih.


Dulu dia tak perduli dengan hidupnya, namun sekarang keinginannya untuk berubah harus menjadi tujuan hidupnya.


"Pasti bisa, aku yakin aku bisa berubah" gumam Tuan Adi di dalam hatinya.


Di ruangannya, Setno sedang mencari dokter yang seperti keinginan Tuan Adi.


Dia mencari dokter yang pas dan cocok buat tuannya, agar privasinya tidak di bongkar ke khalayak ramai.


"Akhirnya dapat juga"


Setno pun menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta nomor handpone Dokter Donny yang merupakan Dokter Spesialis Seksologi dan Andrologi di Rumah Sakit Ibu dan Anak.


kringg..


"Saya Setno Asisten Tuan Adi di perusahaan Zero. Apa bisa minta nomor handpone Dokter Spesialis Seksologi dan Andrologi Rumah Sakit ini, yang atas nama Dokter Donny. Saya hanya ingin membuat janji temu saja Bu, apakah bisa?"


"Baiklah sebentar,"


"Baik Bu"


Setno pun menunggu ada sekitar 10 menit, mungkin lagi bertanya kepada Dokter Donny atau mencari nomor handponenya.


"Siang Pak, ini nomor handpone Dokter Donny 082199xxxxxx"


"Oh, Iya Bu. Terima kasih"


"Akhirnya dapat juga"


Setno pun kembali ke ruangan Tuan Adi.


Tok tok tok.


"Masuklah" teriak Tuan Adi dari dalam ruangan.


Setno pun membuka pintunya.


Kreeettt.


Setno pun masuk ke dalam ruangan Tuan Adi.


"Tuan, aku sudah mempunyai nomor handphone Dokter Spesialis Seksologi dan Andrologi Rumah Sakit Ibu dan Anak"


"Apa mau buat janji temu?"


"Coba tanya saja kapan ada waktunya untuk konsultasi"


"Baiklah Tuan"


Setno pun mencoba menelpon di handpone Dokter Donny.

__ADS_1


Kringg.


Kringg.


Berkali-kali Tapi belum di jawab juga.


Akhirnya Setno mengirimkan sms terlebih dahulu.


📩 Assalamu'alaikum Dokter saya Setno ingin berkonsultasi dengan anda seputar penyakit kelainan yang saya derita. kira-kira kapan saya bisa bertemu dengan anda Dokter.


Ting


Terkirim, tapi belum di bacanya.


"Ngak usah terburu-buru dulu, tunggu saja kalau sudah di jawabnya"


"Baik tuan, kalau begitu saya pamit dulu"


"Hmmm"


Setno pun keluar dari ruangan itu.


"Coba dari dulu tuan seperti ini, pasti tidak akan ada yang Terluka" gumam Setno di dalam hatinya.


Tak beberapa lama ada balasan sms dari Dokter Donny.


📩 Besok pagi juga bisa, jam 9 jadwal konsultasi saya buka di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Anda bisa langsung bertemu dengan saya.


📩 Baiklah Dokter, Terima kasih.


Balas Setno dan mengirimkannya ke Dokter Donny.


Berarti besok jam 9 dia akan membawa Tuannya ke Rumah Sakit nanti.


Setno pun kembali ke ruangan Tuan Adi.


Tok tok tok.


"Masuk"


Setno pun menghampiri tuannya yang sedang menulis.


"Bagaimana"


"Tuan, tadi Dokter Donny sudah membalas pesan saya, katanya besok jam 9 bisa kita ke Rumah Sakit untuk bertemu dengannya, kebetulan jam 9 konsultasinya di buka"


"Oke Baiklah"


"Besok jangan lupa menjemputku nanti"


"Sebenarnya aku ingin pergi dengan istriku, tapi istriku lagi tidak enak badan"


"Nyonya Talita sakit?"


"Ya, seperti kamu tidal tau saja" gerutu Tuan Adi.


"Oh, Baiklah Tuan. Besok jam setengah 9 saya akan menjemput Tuan di rumah"


"Oke"


"Permisi dulu Tuan"


"Hmmm"


Setno pun kembali lagi ke ruangannya. Mendengar Istri Tuan Adi sakit dia cukup prihatin. Pasti lebam dan luka lagi sekujur tubuhnya.


Sudah beberapa orang psk yang di obati seperti itu. Memang sudah saatnya Tuan Adi mengobati kelainan mentalnya.


Setno berharap, setelah berobat nanti Tuan Adi akan cepat berubah.


Jam menunjukkan pukul 5 sore. Tuan Adi segera menyelesaikan pekerjaannya. Dia ingin secepatnya kembali ke rumahnya untuk melihat istri yang mulai di cintainya.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2